Jumat, 22 Mei 2015 15:40:00
Bupati Meranti ke Kamboja Jemput 16 Warganya yang disandra di sana
MERANTI, RIAUONE.COM - Mendengar kabar ada sebanyak 13 warga asal Kabupaten Kepulauan Meranti dari 16 Warga Negara Indonesia (WNI) yangtersandra di Kamboja, Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi, tidak hanya berdiam diri, melainkan pada Jumat (22/5/2015) ia berangkat ke negeri yang lama dikuasai junta militer Khmer Merah tersebut, untuk menjemput warganya itu.
"Bupati hari ini berangkat langsung ke Kamboja untuk mengetahui secara langsung terkait warga kita (Meranti) yang bekerja di perusahaan judi di sana. Dimana ada kabar mereka sempat tertahan terkait uang perusahaan yang disebut-sebut dilarikan salah seorang bernama Jefry Sun," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Meranti, Drs HIqaruddin MSi, kepada wartawan di Selatpanjang.
Menurut Iqaruddin pula, keberangkatan Bupati Irwan tersebut merupakan jawaban atas perimintaan Kudataan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kamboja di Phnom Phen. Dalam surat keterangan KBRI di Kamboja yang diterima Pemkab Meranti memang ada permintaan agar pemkab turut membantu proses pemulangan WNI yang ada di sana.
"Sebenarnya persoalan ini sudah merupakan lintas negara yang bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah. Namun kita tetap berkoordinasi kepada pemerintah pusat. Bupati berangkat ke sana (Kamboja) untuk bisa berkoordinasi langsung dengan KBRI," terang Iqaruddin.
Lebih jauh dikatakan Iqaruddin, bahwa pihaknya sangat berharap agar rencana pemulangan WNI yang bekerja di sana dapat dibantu instansi terkait di pemerintah pusat. Intansi yang dimaksud adalah, Kementerian Luar Negeri, Menteri Tenaga Kerja dan BNP2TKI.
"Kami sadar bahwa sesuai dengan aturan, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan lintas Negara. Namun dalam hal ini, karena menyangkut WNI yang ada di Kamboja merupakan warga kami (Meranti), maka bupati mengambil langkah untuk berkoordinasi langsung ke KBRI. Tentunya semua ini tetap menjadi kewenangan pusat," terang Iqaruddinpula.
Pemkab Meranti juga, lanjut Iqaruddin, siap memfasilitasi pemulangan warganya yang ada di Kamboja. "Kita hanya berniat ingin membantu untuk segera memulangkan warga kita yang ada di sana," papar Iqaruddin.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa awalnya 16 WNI ini ditahan di sebuah perusahaan perjudian di Kamboja ini terkait orang yang membawa mereka bekerja, bernama Jefry Sun, yang juga warga Kabupaten Kepulauan Meranti diduga menggelapkan uang perusahaan judi sebesar Rp 2,1 miliar.
Sementara Jefry Sun yang merupakan tersangka penggelapan dana tersebut, pada Senin lalu sudah tertangkap di Malaysia. Jadi, diharapkan dengan penangkapan Jefry Sun tersebut, pembebasan 16 warga Meranti di Kamboja bisa lebih cepat terlaksana. (mas)
Share
Berita Terkait
Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen
NASIONAL, BISNIS, MARITIM, - Surabaya (14/01) - Jumlah arus peti kemas yang
Ada-ada Saja, Muncul Isu Menteri Pariwisata Minta Air Galon Untuk Mandi
NASIONAL, - Tengah geger di sosial
Persiapan dan Semangat Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI
SEJARAH, - Antusiasme masyarakat untuk menyambut
Wuhan: Green Foundations for a Hub City
A City Where You Can Feel the Sea
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified









