• Home
  • Riau Raya
  • Delapan Desa Di Kuansing Terapkan Pola Tanam Padi Dua Kali Setahun, Kabid Tanaman Pangan Anidah,SP berharap dapat di tingkatkan
Rabu, 30 Mei 2018 13:58:00

Delapan Desa Di Kuansing Terapkan Pola Tanam Padi Dua Kali Setahun, Kabid Tanaman Pangan Anidah,SP berharap dapat di tingkatkan

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kuansing Anidah,SP.
KUANSING,- Plt. Kepala Dinas Pertanian Ir. Maisir melalui Kabid  Tanaman Pangan Anidah,SP kepada wartawan Riauone.com Rabu (30/5/2018) di ruang kerjanya mengungkapkan terdapat 8 desa di Kuansing telah menerapkan tradisi tanam padi dua  kali setahun. 
 
Delapan Desa itu masing masing Desa Seberang Taluk, Desa Seberang Taluk Hilir, Desa Pulau Godang, Desa Pintu Gobang, Desa Koto Kari, Desa Pulau Banjar, Desa Tanjung Kecamatan Benai, Desa Pulau Kijang Kecamatan Kuantan Hilir.
Foto : Para Kasi dan staf Dinas Pertanian sedang melakukan peninjauan lapangan.
 
Kabid Tanaman pangan Anidah,SP menambahkan luas lahan persawahan yang telah menerapkan pola tanam dua kali sebagai berikut untuk tiga Desa Kenegerian Kari luasnya 64 Ha, Desa Seberang Taluk luas 74 Ha, Seberang Taluk Hilir 55.57 Ha, Pulau Kijang 44,15 Ha, dan Desa Tanjung 20 Ha.
 
" Kalau kita lihat luas lahan persawahan Fungsional di Kabupaten Kuantan Singingi pada masing masing Kecamatan kata Anidah, SP masih relatif Kecil yang menerapkan pola tanam dua kali setahun. Dia berharap kedepannya luas lahan persawahan dengan pola tanam dua kali setahun semakin bertambah, " harapnya.
Foto : Aktifitas pengolahan tanah persawahan di Kuansing dan penanaman padi.
 
Luas lahan fungsional di masing masing Kecamatan yang telah menerapkan pola tanam dua kali setahun seperti Kecamatan Kuantan Tengah luas lahan fungsional 718 ha, Kecamatan Kuantan Hilir 213 ha, Kecamtan Benai 719 ha," ungkap Kabid.
 
Saat ini sambung Anidah,SP petani sudah mulai menerapkan sistim atau cara tanam jajar legowo, dimana cara ini memiliki keuntungan dari cara konvensional karena cara ini hasil produksi bisa meningkat, kemudian rumpun padinya banyak, pemeliharaan lebih efisien dan mudah, serangan hama tikus relatif kecil karena lahan tidak gelap dan intensitas cahaya ke lahan persawahan  cukup.
 
Saat ini penggunaan jenis bibit yang dipakai para petani  memakai jenis PB 42, keunggulan bibit ini menurut Anidah selain anakan nya banyak, juga tahan beradaptasi di daerah Kuansing, kualitas beras nya cukup  bagus, kalau disetarakan kira kira kualitasnya di bawah anak Daro," beber Anidah.
 
Sebetulnya kata Anidah, kualitas bibit dan beras banyak tergantung, cara petani menyimpan padi pasca panen, jika padi di tumpuk dalam waktu lama, maka kualitas berasnya akan menurun,"  katanya.
 
Untuk memenuhi kebutuhan bibit para petani selain memakai jenis PB42 juga terdapat jenis bibit  anak Daro,  sokan, padi lokal seperti batiak sagiro
 
Terakhir Kabid Tanaman Pangan menyampaikan untuk mendukung para petani di lapangan kita saat ini memiliki bidang penyuluhan dan pengawasan usaha, atau Balai penyuluh pertanian tingkat Kecamatan, di pimpin seorang koordinator, dan membawahi tenaga PPL di tiga sub sektor Perkebunan , Pertainan, Peternakan. Jelasnya. (Adv/ijk)
 
 
Share
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified