• Home
  • Riau Raya
  • Desa Sialang Kubang Kampung Lele Ini Sukses Meraup Untung 120 Juta Rupiah
Sabtu, 08 Januari 2022 20:49:00

Desa Sialang Kubang Kampung Lele Ini Sukses Meraup Untung 120 Juta Rupiah

RIAU, PEKANBARU - Kampung Lele. Begitulah nama Desa Sialang Kubang, Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau itu dikenal. Budidaya ikan berkumis itu menjadi sumber ekonomi utama masyarakat desa di sana. 

Aroma amis seketika menguap disela-sela gemercik air kolam puluhan kolam budidaya itu. Dengan riang, ribuan anakan lele bermain saling berkejaran. Menjadi hiburan para peternak lele saban hari sembari menunggu ikan-ikan air tawar itu membesar. 

PT Perkebunan Nusantara V yang terus berkomitmen mendorong upaya percepatan pemulihan ekonomi melalui penguatan usaha mikro kecil menengah melihat potensi tersebut. Melalui penyaluran modal pengembangan usaha sebesar Rp1,25 miliar, perusahaan plat merah pun hadir di Kampung Lele sejak 2019. 

Bantuan modal pengembangan usaha yang diperuntukkan bagi para peternak tergabung dalam Kelompok Lele Mutiara tersebut disalurkan melalui dua tahap. Pertama sebesar Rp500 juta pada 2019 lalu dan selanjutnya dilakukan berkesinambungan melalui tahap berikutnya senilai Rp750 juta, yang diserahkan akhir 2021 lalu. 

Suwardi, Ketua Kelompok Lele Mutiara di Pekanbaru, Kamis (6/1/2022) mengatakan modal usaha yang diterima dari anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) tersebut sangat membantu para peternak Kampung Lele Desa Sialang Kubang dalam pengembangan dan ekspansi pasar ikan air tawar tersebut. 

"Alhamdulillah. Saya benar-benar bersyukur PTPN V masih terus memberikan kepercayaan kepada kami dalam menjalankan usaha di Kampung Lele ini. Bantuan ini sangat berarti bagi para peternak untuk memaksimalkan potensi pasar yang masih cukup besar," kata pria 53 tahun tersebut. 

Dia menjelaskan bahwa geliat ekonomi Kampung Lele berlangsung sejak tiga tahun silam. Diawali saat PTPN V melakukan survey hingga akhirnya membantu para peternak melalui penyaluran modal dengan biaya administrasi yang jauh di bawah ketentuan perbankan. 

" Saat itu kami menerima Rp500 juta. Alhamdulillah dalam tiga tahun pinjaman lunas. Sekarang kami kembali mengajukan pinjaman serupa dengan angka yang sedikit lebih besar Rp750 juta," ujarnya.  (MCR/RAT)

Share
Komentar
Copyright © 2012 - 2022 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.