- Home
- Riau Raya
- Dishub Kuansing Tolak Uji Pertama dan Berkala pada Kendaraan yang Over Dimensi dan Over Loading
Rabu, 25 April 2018 06:34:00
Dishub Kuansing Tolak Uji Pertama dan Berkala pada Kendaraan yang Over Dimensi dan Over Loading
KUANSING,- Dinas Perhubungan Kuantan Singingi menerima surat Bupati Kuantan Singingi Drs.H.Mursini M.Si tentang adanya Angkutan yang Over Dimensi dan Over Loding ( ODOL ) yang melintas di Kabupaten Kuansing.
Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kuanaing Sukardi melalui Kepala seksi pengujian Kendaraan Abdul Latif mengatakan surat Edaran Bupati No. 551/DISHUB-KS/IV/2018/70 tentang Penundaan / Penolakan uji pertama /Berkala Kendaraan Over Dimensi telah di sebarluaskan melalui papan pengumuman.
Menurut keterangan Kasi Pengujian Abdul Latif, Bupati Kuansing H Mursini Menyampaikan Berdasarkan UU no 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dan peraturan pemerintah No 55 tahun 2012 tentang Kendaraan serta Peraturan Mentri Perhubungan no 133 Tahun 2015 tentang Pengujian kendaraan bermotor.
" Menyikapi surat edaran Bupati tersebut bidang Pengujian pada dinas Perhubungan Kuansing telah menerapkan penolakan /Penundaan uji Pertama/Berkala terhadap Kendaraan Over Dimensi," sebut Latif Kasi Pengujian.
Selanjutnya Abdul Latif menyampaikan bahwa Kendaraan yang Over Dimensi dan Over Loading, sebagaimana diatur berdasarkan ukuran standar mobil angkutan barang panjang bak 380 cm dan lebar bak 195 cm dan tinggi bak 90 cm. " Jika ditemukan ukuran bak melebih standar ketentuan resmi ini kita selaku tenaga pengujian berhak menolak Penundaan uji Pertama/Berkala terhadap Kendaraan Over Dimensi tersebut," urai Latif.
" Dinas perhubungan melalui UPTD pengujian harus mengutamakan keselamatan di jalan, terang latif. Selain itu kata Latif, kita UPTD pengujian dinas Perhubungan Kuansing juga berkomitmen untuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah dari sektor retribusi, namun yang paling utama tetap kita utamakan keselamatan jalan, katanya.
Selanjutnya terkait PAD pada dinas perhubungan melalui UPTD Pengujian dan terminal, urai Latif "Pada tahun 2017 yang lalu kita akui belum dapat mencapai target, katanya. Dimana target awal kita sebesar Rp. 700 juta, kata, namun setelah berjalan kita hanya mampu menyumbangkan sebesar 45 persen, atau sebesard300 juta lebih," tutup Latif. (Ijk)
Share
Komentar









