Sabtu, 08 November 2014 17:30:00
EMP : Penyerapan Gas Alam di Provinsi Riau untuk Industri Sekitar 46 MMSCFD
PT Energi Mega Persada (EMP) selaku perusahaan hulu minyak dan gas bumi (migas) dengan daerah eksploitasi di Riau menyatakan, penyerapan gas alam di provinsi untuk industri sekitar 46 MMSCFD.
MMSCFD adalah singkatan dari Million Standard Cubic Feet per Day (gas) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari (gas).
"Dari total produksi gas yang kita lakukan sesuai target 47,5 MMSCFD, diantaranya dengan rata-rata sekitar 46 MMSCFD telah diserap oleh dunia industri di Riau," ujar Operation Support Coordinator EMP Bentu Limited Roustam Effendy di Pekanbaru, Jumat.
Menurut dia, terdapat tiga perusahaan memasok gas alam EMP Bentu Limited yakni PT PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dan Gas (PLTDG) Teluk Lembu, Kota Pekanbaru penghasil daya sebesar 140 Mega Watt.
Kemudian industri kertas PT Riau Andalan Pulp and Paper dengan kapasitas produksi 2,6 juta ton per tahun dan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Tuah Sekata memiliki PLTG Langgam Power dengan kapasitas terpasang 15 Mega Watt yang keduanya berada di Kabupaten Pelalawan.
"Gas alam itu dipasok dari enam sumur di daerah Langgam, Kabupaten Pelawan dan sebagian kecil di Kabupaten Kampar. Sementara kita sedang melakukan pengeboran terhadap satu sumur lagi di Langgam," katanya.
Fajra Alfasino, Field Engineer EMP Bentu Limeted mengaku mereka siap untuk memasok kebutuhan jaringan gas kota yang dibangun Pemerintah Kota Pekanbaru, agar dapat mengurangi konsumsi bahan bakar minyak.
"Kami siap menyalurkan gas alam kami ke dalam jaringan gas kota yang akan dibangun di Pekanbaru. Apalagi kebutuhan untuk jaringan gas kota hanya 0,5 MMSCFD," katanya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya berencana membangun jaringan gas kota ke 4.000 rumah tangga di Kecamatan Limapuluh, Kota Pekanbaru. Program itu menggunakan dana APBN sebagai sumber pembiayaannya untuk merangsang pertumbuhan konsumsi gas bumi.
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM sedang menyelesaikan "roadmap" jaringan gas kota pada tahun 2015 yang direncanakan mulai beroperasi tahun 2016 untuk mengurangi penggunaan Liquefied Petroleom Gas (LPG) yang sebagian besar masih dipenuhi dari impor.
Kementerian ESDM memperkirakan pertumbuhan konsumsi hingga 6 persen per tahun pada 2015-2020 dan meningkat hingga 7 persen per tahun pada 2020-2025 yang kemudian kembali turun menjadi 5 persen per tahun pada 2025-2030.
Kebutuhan gas pada tahun 2015 diperkirakan mencapai 9.613 MMSCFD yang terdiri dari "domestic contracted" sebesar 4.624 MMSCFD, kemudian "export contracted" 2.711 MMSCFD, "domestic committed" 1.863 MMSCFD, "export committed" 195 MMSCFD dan "potential demand" sebesar 220 MMSCFD. (ant/roc)
Share
Berita Terkait
Vinhomes Green Paradise Launches Global Smart City Certification Project
Vinhomes Green Paradise menghadirkan koleksi fasilitas kelas dunia yang luar biasa, menetapkan standar hidup baru untuk pengembangan perkotaan yang siap menghadapi masa depan. *
Ada-ada Saja, Muncul Isu Menteri Pariwisata Minta Air Galon Untuk Mandi
NASIONAL, - Tengah geger di sosial
Berita Polda DIY Tangkap Lima Orang yang Diduga Rugikan Bandar Judi Online Geger, Netizen: Berarti Bandar Judi yang Lapor?
NASIONAL, - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta
Hasil Piala AFF Wanita 2025: Timnas Putri Indonesia Akui Keunggulan Thailand di Laga Pembuka
BOLLA, Haiphong, Vietnam - Tim Nasional (Timnas)
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










