• Home
  • Riau Raya
  • Festival Lampu Colok Bengkalis, Wabup: Jangan Menghilangkan Makna dan Momentum Ramadhan
Rabu, 15 Juli 2015 13:05:00

Festival Lampu Colok Bengkalis, Wabup: Jangan Menghilangkan Makna dan Momentum Ramadhan

wabup bengkalis suayatno lampu colok 27 lekor
RIAUONE,COM, BENGKALIS, ROC, -  Wakil Bupati Bengkalis  H Suayatno membuka festival lampu colok yang berlangsung di Desa Simpang Ayam Kecamatan Bengkalis, kemarin.
 
Dalam pembukaan festival lampu colok tersebut tampak hadir para asisten, staf ahli, pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Bengkalis dan tokoh masyarakat Desa Simpang Ayam.
 
Kegiatan rutin yang digelar Disbudparpora Kabupaten  Bengkalis ini  merupakan tradisi yang seyogianya harus terus dilestarikan.
 
"Tradisi pemasangan lampu colok dilakukan sebagian umat Islam di Kabupaten Bengkalis khususnya menjelang perayaan Idul Fitri dan hingga saat ini sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahun," ungkap  Kadisbudparpora Bengkalis, H. Eduar.
 
Pembukaan festival lampu colok ini diawali dengan santapan rohani yang disampaikan Al Ustadz Sofwan Muhajjir sekaligus buka puasa bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah. 
Festival colok dibuka dengan resmi yang ditandai dengan menyalakan lampu colok oleh Wakil Bupati H Suayatno, Kadisbudparpora H Eduar, Kasubag TU Kemenag H Nasrun serta Bhabinkamtibmas Polres Bengkalis Dodik D dan pejabat lainnya.
 
Menurut Kadisbudparpora Bengkalis H. Eduar, tradisi lampu colok sudah   berlangsung turun temurun. Masyarakat menyebutnya tradisi menyalakan lampu  lampu colok. 
 
"Lampu colok adalah alat penerangan sederhana yang dibuat dari botol kaca ataupun kaleng. Penyalaan lampu colok itu sendiri bertujuan untuk menerangi malam-malam akhir Ramadhan. Dan  yang paling utama yakni menerangi jalan menuju ke masjid untuk membayar zakat fitrah dan bersilaturahmi sesama masyarakat," tambah Kadisbudparpora.
 
Wabup H. Suayatno berpesan kepada para pemuda saat ini agar jangan terpengaruh dengan era globalisasi dan kemajuan teknologi masa kini yang lebih senang menghabiskan waktu yang tidak bermanfaat. 
 
"Dalam upaya melestarikan budaya melayu ini, jangan sampai menghilangkan momentum Ramadhan. Jangan mengurangi ibadah wajib dan sunat terutama pada waktu malam 10 terakhir pada bulan Ramadhan yang di tunggu-tunggu  keberkahannya," kata Wabup.
 
Pada festival lampu colok ini,  akan dilombakan dan dinilai mana yang terbaik, baik itu dari nilai seni dan artistiknya. Lampu colok yang memperoleh nilai terbaik, akan mendapatkan hadiah dari pihak panitia.
 
Terhadap peserta festival lampu colok agar senantiasa menjaga kesucian bulan Ramadhan. ”Ke depan festival ini kita harapkan bisa lebih meriah lagi," harap Wabup. (hms/zar).
Share
Berita Terkait
  • 6 bulan lalu

    Spele, tapi Banyak diantara Kita Lupa Cara Memasak Nasi yang Enak dan Pulen, Berikut Tips-nya


    DAPUR, - Memasak nasi yang enak dan pulen sebenar
  • 6 bulan lalu

    Pertandingan PSM Makassar dan Persijap Jepara Hasil Imbang, Mario Lemos Belum Puas

    BOLLA, - Pertandingan antara PSM Makassar dan Persijap Jepara telah berlangsung pada Jumat, 8 Agustus 2025, sebagai laga pembuka BRI Super League 2025/2026. Hasil akh
  • 11 bulan lalu

    AMBISI Dorong APH usut tuntas perusahaan tambak udang di desa kembung luar


    RIAUONE, BENGKALIS - AMBISI (Aliansi mahasiswa Bengkalis peduli) Mendorong kejaksaan Bengkalis untuk menindak lanjuti perusahaan tambak yang masih ber operasi di laha

  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified