Rabu, 01 Juni 2016 18:57:00
Gemasaba Gelar Seminar Perkokoh Jiwa Pancasila
Pemuda Indonesia Harus Membumikan Pancasila
BENGKALIS, RIAU, - Dalam memperingati hari lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni. Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Bengkalis, yang merupakan organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menggelar seminar dengan tema "Memperkokoh jiwa kebangsaan kader bangsa"
Acara yang digelar di aula Hotel Surya, Jalan Panglima Minal, Senggoro Bengkalis selain dihadiri tokoh sentral PKB seperti Ketua Misliadi dan sekretaris, Irmi Syakip Arsalan, serta puluhan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi Bengkalis. Juga menghadirkan pembicara seperti H Masdarudin MAg selaku ketua NU Bengkalis, Ketua MUI Bengkalis, H Amrizal MAg dan Tokoh Muda Bengkalis, Riza Zuhelmy.
Ketua DPC PKB Bengkalis didampingi sekretaris Irmi Syakip Arsalan dalam sambutannya mengharapkan dalam perayaan hari lahir pancasila ini semua bangsa indonesia bisa untuk membumikan jiwa pancasila itu kembali. Dengan Gemasaba ini, lanjut Misliadi proses membumikan jiwa pancasila itu bisa dilaksanakan dengan acara seperti ini.
'' Dengan Gemasaba ini kita berupaya untuk mengajak anak muda bangsa seperti mahasiswa untuk kembali membumikan jiwa pancasila kembali,'' ujar Misliadi.
Sementara itu jalannya acara seminar berlangsung akrab dan penuh semangat, tanya jawab antar mahasiswa dan pembicara pun tak dapat di elakkan. H Masdarudin secara inti mengajak agar kita tetap mencintai pancasila yang sudah terbukti selama ini sebagai perekat bangsa.
H Amrizal dalam materinya mengajak kaula muda untuk menghilangkan rasa fanatisme dan sukuisme yang berlebihan agar semangat kebangsaan bisa tumbuh dengan sendirinya. Sedangkan Riza Zuhelmy dengan gaya khas seorang aktivis kampus mengimbau ke seluruh adik-adik mahasiswa agar selalu membudayakan diskusi, meningkatkan kapasitas kepemimpinan dalam diri, mendorong pemerintah agar melahirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, mengawal semangat ekonomi kekeluargaan dalam membendung hegemoni ekonomi kapitalis global dan berpesan agar kaula muda.
Jangan takut atau enggan ikut dalam berpolitik, setelah era reformasi mahasiswa harus kembali berperan seperti pada masa pergerakan nasional agar tujuan kebangsaan kita dapat terwujud kalau tidak maka organisasi politik akan dikuasai oleh anasir-anasir kapitalis dalam sistem pemilu yang proporsional terbuka dan pilkada/pilpres langsung ini dan itu jauh dari semangat dan cita-cita pancasila dalam mewujudkan demokrasi politik dan demokrasi ekonomi (socio demokrasi) di Indonesia. (hms/roc).
Share
Berita Terkait
Komentar







