• Home
  • Riau Raya
  • Hati-hati PNS Punya Rekening Gendut Segera Pindah Rekening, 2015 KPK Mulai Intai Rekening PNS Riau
Kamis, 11 Desember 2014 14:56:00

Hati-hati PNS Punya Rekening Gendut Segera Pindah Rekening, 2015 KPK Mulai Intai Rekening PNS Riau

KPK.
riauonecom, Pekanbaru, - Tahun 2015, seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau wajib melaporkan harta kekayaan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
Hal ini dimaksudkan meminimalisir terjadinya tindakan korupsi dan aliran dana yang tidak jelas. Karena selama ini, laporan harta kekayaan masih diberlakukan untuk pejabat eselon II saja.
 
Wacana ini juga sudah disampaikan Pemprov Riau ke KPK. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, M Guntur, mengklaim bahwa sejauh ini KPK sangat mendukung dengan wacana tersebut.
 
"Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) selama ini menurutnya, LHKPN hanya diperuntukkan bagi pejabat Eselon II saja. Kita ingin juga diberlakukan kepada seluruh PNS. Bagi KPK tidak ada persoalan. Sepanjang kita menyerahkan nama-nama, siapa yang wajib menyampaikannya," kata Guntur.
 
Langkah ini diambil dalam rangka mewujudkan pencitraan birokrasi yang bersih dan berintegritas. Terutama dalam menyeleksi pejabat-pejabat yang diberikan amanah menjalankan tugas kepemerintahan.
 
Seperti diketahui, wacana pelaporan kekayaan terhadap seluruh PNS makin mencuat karena terungkapnya kasus rekening 'gendut' hasil korupsi.
 
Contoh nyata adalah ketika Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse dan Kriminal Polri mengungkap aliran uang rekening milik PNS Batam, Niwen Khaeriyah, sebesar Rp 1,3 triliun yang diduga kuat berasal dari pencurian minyak milik Pertamina di Dumai, Riau.
 
Rekening Niwen digunakan kakakanya yang bernama Ahmad Mahbub dan kroninya untuk memuluskan aktivitas pencurian BBM sejak 2008 hingga 2013. Caranya dengan mengambil BBM di tengah perjalanan di laut. Oleh para pelaku, uang hasil penjualan BBM di pasar gelap kemudian ditampung di rekening PNS Batam itu. (src/*)
Share
Berita Terkait
  • 2 tahun lalu

    Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas di DPRD Riau, Ada 35 Ribu Tiket Pesawat Fiktif, Tokoh Anti Korupsi Minta Usut Semua Terlibat

    PEKANBARU, - Mengerikan dan sangat dahsat negeri ini, dugaan korupsi SPPD fiktif DPRD Riau tentunya tidak hanya di lakukan segelintir orang, dicurigai bahwa SPPD fikti

  • 2 tahun lalu

    Trik Rumah Sakit Ketahuan KPK, KPK akan Seret 3 Rumah Sakit karena Tipu Tagihan BPJS Kesehatan Rp34 M



    Komentar
  • 1
    Kilas Global  3 hari lalu

    Total Economic Impact Study Finds smartShift SAP Custom Code Transformation Delivered 254% ROI

  • 2
    Kilas Global  4 hari lalu

    OMODA X Debut di Panggung Global sebagai Kendaraan CROSS OFF-ROAD Pertama di Dunia, Membuka Babak Baru dalam Ekspresi Crossover

  • 3
    Kilas Global  3 hari lalu

    PhotonPay Raises $40M Series C to Scale Its Stablecoin-Centric Financial OS

  • 4
    Kilas Global  4 hari lalu

    OMODA X Makes Its Global Debut as the World's First CROSS OFF-ROAD Vehicle, Opening a New Chapter in Crossover Expression

  • 5
    Kilas Global  5 hari lalu

    Dari Model Baru yang Berani hingga Pemilik OMODA dari Seluruh Dunia yang Menjadi Sorotan: OMODA X Night Tampil Mencuri Perhatian

  • 6
    Kilas Global  3 hari lalu

    Asia-Pacific is rapidly gaining importance as a major pillar in global life science innovation

  • 7
    Kilas Global  3 hari lalu

    YYForce Deploys 11 Commercial Hospitality Robots at Novotel & Mercure Singapore on Stevens

  • 8
    Kilas Global  3 hari lalu

    Citeline Provides LEO Pharma with R&D Data via AI Integration

  • 9
    Kilas Global  5 hari lalu

    Meltwater Unveils Year-End Product Release, Moving Teams From Monitoring to Action

  • 10
    Kilas Global  5 hari lalu

    HKSTP Showcases 24 Greentech Companies at Eco Expo Asia 2026

  • Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified