• Home
  • Riau Raya
  • KPID Riau Ajak Masyarakat Untuk Cerdas Dalam Memilih Isi Siaran
Minggu, 17 Mei 2015 20:57:00

KPID Riau Ajak Masyarakat Untuk Cerdas Dalam Memilih Isi Siaran

KPID Riau Ajak Masyarakat Untuk Cerdas Dalam Memilih Isi Siaran
MERANTI,  RIAUONE.COM - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Riau, Sabtu (16/5/2015) malam mendatangi Kabupaten Kepulauan Meranti, tepatnya di Selatpanjang. Kedatangan mereka untuk mengajak masyarakat di Kota Sagu itu untuk sama-sama mengawasi isi siaran yang dianggap tak layak tayang serta membentuk langsung Komunitas Cerdas Media (KCM).
 
Pertemuan itu digelar di Jalan Rumbia Selatpanjang, antara Komisioner KPID Riau dengan puluhan insan pers yang bertugas di Kabupaten termuda se Riau itu. Dalam pertemuan tersebut, wartawan di Meranti mendapat materi tentang isi siaran yang dianggap tak layak tayang serta diajak berdiskusi tentang konten atau isi siaran yang menjadi konsumsi setiap hari. 
 
Sebagai pembicara pada malam itu, Wakil Ketua KPID Riau Alnofrizal dan Bidang Pengawasan Isi Siaran Tatang Yudiansyah. 
 
Memulai sambutannya, Alnofrizal menjelaskan tentang tugas dan fungsi serta wewenang KPID. Alnof juga mengatakan, dengan jumlah komisioner yang hanya 7 orang, mereka menyadari keterbatasan dalam melakukan pengawasan isi siaran di 12 kabupaten kota se Riau. Ditambah lagi mengawasi isi siaran dari televisi nasional. 
 
"Kami hanya 7 orang di KPID. Untuk itu, kami ingin di tiap kabupaten kota ada yang peduli terhadap penyiaran. Lapor apapun program yang tak baik untuk ditayangkan," ujar Alnof malam itu. 
 
Ditambahkan Tatang Yudiansyah, guna memaksimalkan pengawasan isi siaran di semua daerah (Riau), mereka membentuk program yang diberi nama Komunitas Cerdas Media (KCM), menguatkan partisipasi masyarakat untuk pengawasan isi siaran. 
 
"KPID hanya ada di provinsi, sementara yang mau diawasi itu banyak. oleh sebab itu KPID menggagas KCM yang terdiri dari kawan-kawan yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap penyiaran. Bantu kami dalam pengawasan (isi siaran di daerah)," kata Tatang. 
 
Dijelaskan Tatang pula, adapun lingkup pengawasan KPID hanya pada televisi dan radio. Baik televisi lokal, tv kabel, maupun radio lokal. 
 
"Kalau ada pelanggaran seperti merendahkan profesi seseorang, pejabat, adegan kekerasan, laporkan saja. Kalau memang ada akan kita sanksi. Bahkan acara serupa (yang sudah pernah mendapat teguran) kita larang untuk disiarkan," ujar Tatang yang saat itu memberi contoh program Bukan Empat Mata yang sebelum mendapat teguran bernama Empat Mata. 
 
Dalam pertemuan itu juga diadakan diskusi dan tanya jawab. 
 
Usai acara, kepada wartawan Tatang mengatakan bahwa tujuan dibentuknya KCM adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk turut berperang serta dalam memantau pelaksanaan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran, melaporkan pelanggaran yang ditemukan kepada KPI sebagai lembaga yang berwenang memberikan literasi Media kepada masyarakat, serta turut menjaga keseimbangan kelangsungan penyiaran. 
 
Sekedar informasi, KCM merupakan sebuah komunitas yang digagas oleh KPID Riau. Telah dibentuk di 12 Kabupaten Kota se Provinsi Riau dan berkedudukan di ibukota kabupaten. Hal ini didasarkan pada alasan agar mudahnya koordinasi antara KPID dengan KCM. KCM bisa dibentuk hingga ke tingkat desa dengan anggota seluruh lapisan masyarakat yang peduli terhadap siaran dan bersedia menjadi penggerak dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang cerdas dalam mengakses media. (mas)
Share
Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Lucu, Punya Sumur Minyak, Bengkalis Krisis BBM, Masyarkat Beli Pertamax Rp20 ribu per-Liter

    Tindak Lanjuti Masalah BBM, DPRD Bengkalis Minta Kejelasan pada Disperindag
  • 12 bulan lalu

    Tidak Asal-asal Saja ya, ini tips Menggunakan Gadget dan Kecerdasan Buatan


    TEKNO, - Tips Memaksimalkan Penggunaan Gadge
  • 2 tahun lalu

    Program Studi Sarjana Fisioterapi Universitas Abdurrab Beri Pelatihan Penanganan Cedera di SMAN 1 Tandun


    ROHUL, Tandun, - Program Studi Sarjana Fisioterapi Universitas Abdu
  • 2 tahun lalu

    Rakyat Kocar Kacir, Ternyata Ini Sosok Pencipta Pajak yang Kini Bikin Rakyat Menjerit


    Komentar
  • 1
    Kilas Global  7 hari lalu

    TP recognized as a Visionary Leader for innovation and growth in Frost & Sullivan's 2026 Frost Radar for Customer Experience Management Services in Asia-Pacific

  • 2
    Kilas Global  2 hari lalu

    Dark Horse Consulting Group Expands into China, Appoints Kang Liu as Senior Director, Head of China

  • 3
    Kilas Global  4 hari lalu

    Vinhomes advances urban development platform amid global shift toward nature-positive investment

  • 4
    Kilas Global  4 hari lalu

    Sunlight Real Estate Investment Trust ("Sunlight REIT") Interim Results for the Six Months Ended 30 June 2026

  • 5
    Kilas Global  7 hari lalu

    Copenhagen Infrastructure Partners reaches financial close and starts construction on its first project in Mexico

  • 6
    Kilas Global  7 hari lalu

    KAYTUS Delivers a 400-Rack High-Density Air-Cooled Compute Cluster Within 72 Days, Cutting Deployment Time by 60%

  • 7
    Kilas Global  7 hari lalu

    Syncron Signals Strong Mid-Year Momentum Across Global Partner Ecosystem to Drive Aftermarket Transformation

  • 8
    Kilas Global  4 hari lalu

    Frost & Sullivan names Octave 2026 Global Command and Control Company of the Year

  • 9
    Kilas Global  4 hari lalu

    Sentosa GrillFest 2026 Returns with Its Largest Line-Up Yet: 42 Food Vendors, First-Ever Omakase-Inspired Beachfront Dining and Returning Crowd Favourites

  • 10
    Kilas Global  3 hari lalu

    Founder Group Limited Secures First Aquaculture Contract, a US$1.2 million 1.4 MW rooftop system for a Terengganu shrimp farm

  • Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified