Jumat, 30 Oktober 2015 21:38:00
Kades dan Warga Tebingtinggi Timur Curhat Berbagai Masalah ke Pj Bupati Meranti
TEBINGTINGGI TMUR, RIAUONE.COM - Kunjungan Kerja (Kunker) Pj Bupati Kepulauan Meranti H Edy Kusdarwanto di Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kamis (29/10/2015) dimanfaatkan oleh kepala desa dan masyarakat setempat untuk curhat berbagai masalah. Mereka menyampaikan persoalan soal izin konsesi perusahaan yang masuk ke area perkebunan warga, kekeringan, hingga penanggulangan kebakaran.
Seperti yang diutarakan Kepala Desa Lukun, Lukman Ahmad, saat ini izin pengelolaan hutan yang diberikan pemerintah kepada dua perusahaan yakni PT LUM dan NSP yang mencapai lima ribuan hektar (5000 Ha) cukup merugikan masyarakat.

Bahkan dari hasil penghitungannya di area konsesi, PT LUM ternyata memasuki kebun-kebun masyarakat. Parahnya lagi, diakui Lukman bahwa perusahaan ini meng-klaim lahan masyarakat merupakan miliknya. "Banyak kebun masyarakat yang masuk area konsesi. Kami harap pak Bupati bisa mengingatkan janji Menteri yang akan mencabut izin PT LUM," pintanya.
Masalah lainnya, janji PT NSP yang akan memberikan 100 Hektar lahan konsesi untuk dijadikan tanaman kehidupan hingga saat ini belum terealisasi. "Janji PT NSP soal tanaman kehidupan hingga saat ini belum direalisasikan," ujar tokoh masyarakat Abdul Manan yang juga aktif di Walhi Riau.

Selain itu, operasional PT NSP disebut-sebut masyarakat setempat telah menyebabkan kekeringan dilahan warga. Untuk itu warga menuntut PT NSP untuk membuat bloking kanal agar kebun warga tidak kekeringan.
Sementara untuk masalah ekonomi kerakyatan dengan adanya 13 kilang Sagu di Tebingtinggi Timur. Warga meminta bantuan dana kepada Pemda untuk dapat mengolah turunan sagu menjadi tepung, mie dan lainnya. Termasuk pengemasan turunan sagu secara modern agar mudah dipasarkan.
Kades Sungai Tohor, Efendi turut mengusulkan kepada Pj Bupati Edy untuk dapat menganggarkan dana untuk masyarakat peduli api (MPA), yang mana sejak pencanangan zaman Gubri H Anas Ma'mun tidak ada kelanjutan.
Selain itu masyarakat juga meminta diadakan tenaga ahli yang dapat membantu dalam hal oengolahan limbah sagu agar memiliki nilai ekonomi menjadi pupuk organik.
Menyikapi berbagai permasalah itu, Pj Edy yang didampingi Camat Tebingtinggi Timur Helfandi, berjanji akan mengkomunikasikan masalah izin konsesi ketingkat pusat, begitu juga soal janji-janji perusahaan yang belum diwujudkan.
Satu hal juga yang menjadi pesan Bupati, agar masyarakat tetap bersatu menjaga kondusifitas daerah, dan mengedepankan musyawarah mufakat serta gotong royong dalam menyelesaikan masalah daerah.
"Mari bersama kita jaga kekompakan, utamakan musyawarah dan mufakat serta gotong royong dalam menyelesaikan setiap masalah dengan itu tak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan," tutupnya. (rls/uzi)
Share
Berita Terkait
Komentar










