• Home
  • Riau Raya
  • Ketua DPC PKB Inhil Buka Secara Resmi Musabaqoh Kitab Kuning
Kamis, 04 Mei 2017 20:37:00

Ketua DPC PKB Inhil Buka Secara Resmi Musabaqoh Kitab Kuning

Semarak pelaksanaan Musabaqoh Kitab Kuning di Pondok Pesantren Al Baqiyatussa'diyah Tembilahan
RIAUONE.COM, TEMBILAHAN - 
Ketua DPC PKB Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Dani M Nursalam membuka secara resmi Musabaqoh Kitab Kuning (MKK) yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al BAQIYATUSSA'ADIYYAH Jalan Gerilya Parit 6 Kecamatan Tembilahan Hulu, Kamis, (4/5/2017).
 
Kegiatan yang digelar Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa PKB  Kabupaten Indragiri Hilir yang bertajuk "Khazanah Kaum Santri untuk Kebangkitan Bangsa" itu memperlombakan Kitab Qiroatul Qhutub, Fathur Qorib, Hifdhun Nadhom dan Nadhom Imrithi. 
 
Ketua DPC PKB Inhil H Dani M Nursalam, dalam sambutannya mengatakan, sebagai satu satunya partai politik yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU), PKB terus berupaya untuk melestarikan khasanah keilmuan ahlussunnah wal jama'ah. Salah satunya adalah melestarikan tradisi intelektual pesantren dan mengembangkan khazanah pengetahuan dengan  melaksanakan MKK di lingkungan Pondok Pesantren. 
 
" Alhamdulillah kegiatan ini ternyata mendapat respon positif dari Pesantren lainnya yang ada di Inhil. Banyak pengasuh pesantren menghubungi saya yang ingin turut serta mengikuti Musabaqoh Kitab Kuning. Ke depan pelaksanaan Musabaqoh ini akan kita tingkatkan lagi, " ujar Dani.
 
Dani berharap, Musabaqoh ini akan memotivasi para santri untuk meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning dan melakukan syi’ar kepada publik akan pentingnya khazanah pengetahuan pesantren sebagai salah satu solusi untuk membangun bangsa. 
 
Selain itu, dikatakannya, diselenggarakan Musabaqoh ini dalam rangka memberikan penghargaan terhadap khazanah dan eksistensi pesantren di Indonesia yang telah memberikan kontribusi penting terhadap perjalanan bangsa Indonesia mulai era Pra kemerdekaan sampai dengan saat ini.
 
"Khazanah keilmuan pesantren juga telah terbukti menjadi benteng paling kokoh dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari model-model pemahaman keagamaan yang ekslusif dan ekstrim. Hal itu semua tidak bisa dilepaskan dari ulama dan karya-karyanya, " jelasnya. 
 
Sekretaris DKW Garda Bangsa Provinsi Riau Raja Ferza Fakhlevi mengatakan kegiatan seperti ini sangat perlu digaungkan untuk menangkal paham-paham baru yang mengancam Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan program Pemkab Inhil yakni Magrib Mengaji. "Kalau program Bupati Inhil ada Magrib Mengaji, untuk di Garda Bangsa juga ada program "Mari Mengaji," ujar Raja Ferza Fakhlevi.
 
Kegiatan ini dihadiri anggota DPRD Inhil dari Fraksi PKB Mansun,  Fadli H Sofyan, H. Awandi, Pimpinan dan Pengurus Pondok Pesantren Al- Baqiyatussa'diyah, Ketua DKW Garda Bangsa Provinsi Riau di wakili Raja Ferza Fakhlevi, Ketua DKC Garda Bangsa, Ardiansyah. 
 
Turut juga hadir sekretaris dan Bendahara DKC Garda Bangsa, Muhammad Guntur, SE dan Taufikul Ulum, Ketua LPP PKB, M. Ihsan, SE dan Ketua Gemasaba Rustam Efendi.(san) 
 
 
Share
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified