• Home
  • Riau Raya
  • Kunjungi Korban Luka Bakar di RSUD, Wabup Rohil Minta Agen dan Pengecer Minyak Dipantau
Sabtu, 03 Oktober 2015 17:29:00

Kunjungi Korban Luka Bakar di RSUD, Wabup Rohil Minta Agen dan Pengecer Minyak Dipantau

wabup erianda kunjungi korban luka bakar di RSUD.
RIAUONE.COM, ROHIL, ROC, - M Syahfe'i bocah berumur 3 tahun dan Ibunya Syariah (25), warga Jalan PKL Bagansiapiapi, Rokan Hilir (Rohil), Riau, masih terbaring lemas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bagansiapiapi. 
 
Keduanya terpaksa dirawat karena mengalami luka bakar saat menyalakan lampu pelita (colok, teplok-red) yang diduga berisi minyak tanah bercampur bensin, Senin 28 September 2015 lalu.
 
M Syahfe'i yang dirawat di ruang 04 ICU ditemani ayahnya Husni dan terlihat para perawat di bawah dr Saherman. Tangan Husni sebelah kiri ikut luka bakar saat menolong anaknya M Syafe'i. Sementara istrinya, Sariah juga mengalami luka parah dan turut dirawat di Ruangan Melur RSUD Bagansiapiapi.
 
Wakil Bupati Rohil, Erianda, saat membesuk keluarga Husni di RSUD Bagansiapiapi, Kamis (1/10) menyatakan keprihatinannya. Ia terlihat memberikan semangat dan minta keluarga tersebut tabah dan sabar menghadapi musibah. Pada kesempatan itu, Wabup juga  memberikan bantuan uang yang dapat digunakan keluarga Husni selama berada di rumahsakit.
 
Wabup mengaku baru mendapatkan kabar dan langsung menuju ke RSUD Bagansiapiapi usai mengikuti upacara Hari Kesaktioan Pancasila. Secara pribadi, Wabup mengaku turut memperhatikan warganya tersebut.
 
Secara pemerintahan, Wabup akan mengkoordinasikan ke Bagian Kesra bagaimana mengatasi pasien tersebut. "Karena melihat kondisi anak dan ibunya tadi, kita sangat prihatin dan saya minta kepada Disperindag yang penjual minyak itu supaya ditindak," pintanya.
 
Wabub mempridiksi bahwa minyak tanah sengaja dicampur bensin tanpa memikirkan efek negatifnya bagi masyarakat pengguna. Wabup juga meminta supaya Disperindag Rohil untuk turun ke lapangan memantau agen minyak termasuk penjual. "Sebab harga minyak tanah, rupanya lebih mahal dari bensin," ujar Wabub Erianda.
 
Wabub memberikan ucapan terima kasih kepada pihak RSUD Bagansiapiapi yang ia nilai sudah sangat memberikan perhatian dan pelayanan yang baik kepada pasien keluarga Husni tersebut. (adv/hms/pnc).
Share
Berita Terkait
  • 3 tahun lalu

    Bangga-nya Rakyat, Menteri Luar Negeri Retno: Kepemimpinan Indonesia Diakui Dunia


  • 3 tahun lalu

    Giliran Minyak Goreng Israel di Intip di Indomaret dan Alfamart Indonesia


    Komentar
  • 1
    Kilas Global  6 hari lalu

    Green SM Begins Pilot Operations In The Netherlands, Further Expanding Its Presence In Europe

  • 2
    Kilas Global  5 hari lalu

    Hiruk Pikuk Kabar Isu BBM Naik September 2026 ini menjadi Rp13.500, Benarkah?

  • 3
    Kilas Global  3 hari lalu

    Green GSM Officially Launches All-Electric Taxi Service In Northern Mindanao, Philippines

  • 4
    Kilas Global  3 hari lalu

    Wood Mackenzie: Europe's Power Sector Hits 80% Zero-Carbon Generation by 2030, But Misses Its Own Renewables Target

  • 5
    Kilas Global  2 hari lalu

    EBC Live Trader Cup Indonesia Resmi Dimulai di Tengah Periode NFP dan FOMC

  • 6
    Kilas Global  3 hari lalu

    52% of business travelers prioritize security when companies provide their connection, according to Holafly for Business

  • 7
    Kilas Global  2 hari lalu

    HKTB Launches Inaugural "Hong Kong Halloween Month" to Stage Hong Kong's Biggest Cosplay Street Party

  • 8
    Kilas Global  2 hari lalu

    Italpreziosi Official Sponsor of the Gala Dinner at the LBMA & LPPM Global Precious Metals Conference 2026

  • 9
    Kilas Global  6 hari lalu

    From Warehouses to Sidewalks: Seyond Scales LiDAR for the Next Generation of Robotics

  • 10
    Kilas Global  6 hari lalu

    YYForce Mengumumkan Hasil Keuangan Semester Pertama 2026, yang Menyoroti Pertumbuhan Pendapatan sebesar 26,8% menjadi US$32,7 Juta

  • Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified