Kamis, 27 November 2014 16:29:00
Mahasiswa Merusak Mobil Polisi di Laporkan Ke Polsek Tampan
riauonecom, Pekanbaru, - Ratusan mahasiswa Universitas Riau (UNRI) kembali turun ke jalan menolak kedatangan Presiden Jokowi. Aksi mahasiswa tersebut kembali ricuh. Polisi menjadi sasaran emosi mahasiswa.
Satu unit mobil pribadi milik anggota polisi rusak parah akibat diserang mahasiswa.
Peristiwa ini terjadi saat ratusan mahasiswa memblokade jalan di depan Kampus UNRI, Jalan HM Subrantas, Rabu (26/11/2014) sore. Mahasiwa juga membakar ban di tengah
Sekira 30 menit berdemo, tiba-tiba sebuah mobil Daihatsu Terios warna silver melintas. Mobil tersebut ditumpangi seorang anggota polisi berpakaian lengkap.
Mahasiswa memberhentikan mobil itu dan menanyakan asal usul polisi. Polisi berpangkat Brigadir itu mengaku dinas di Batam.
Tiba- tiba sejumlah mahasiswa menghataman mobil polisi itu dengan batu dan kayu. Polisi tersebut langsung menutup kaca mobil dan memacu mobilnya.
Aksi perusakan mobil polisi diduga balas dendam. Kemarin, puluhan mahasiswa diserang polisi saat unjuk rasa menentang kedatangan Jokowi di Riau. Puluhan mahasiswa mengalami luka-luka.
Sebagaimana dikutif dari radar pekanbarucom Saifullah (40) sang sopir Mobil Terios mendatangi Mapolsek Tampan Rabu malam (26/11). Warga Kampun Pawas Pariaman Sumatera Barat (Sumbar) ini, melaporkan kasus pengrusakanyang dilakukan puluhan mahasiswa dalam aski unjuk rasa menolak kedatangan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pekanbaru-Riau.
Dalam laporannya, Saifullah, mengaku sekitar pukul 17.30 wib telah terjadi tindak pidana pengrusakan didepan Hotel Mona Jalan HR Soebrantas.
Pelapor mengatakan dalam pengrusakan tersebut, ia bersama seorang anggota Kepolisian.
"Kami habis pulang dari Pariaman urusan keluarga. Disamping saya duduk memang ada anggota Kepolisian," ujar Saifullah, kepada petugas.
Ia bersama keluarga akan pulang, namun saat melintas di HR Soebrantas, kondisi jalan macet total karena ada aksi demo mahasiswa.
"Namun saat melintas mobil kami dirusak. Sebelumnya ada mahasiswa yang mengintip mobil dan meneriaki mobil kami lalu merusaknya," terang pelapor dalam laporan 1633/XI/2014/Polsek Tampan.
Kaca bagian belakang dan body mobil rusak akibat dilempari batu dan juga dipukul pakai kayu, "Padahal kami sudah bilang ke mahasiwa kalau kami pulang dari acara keluarga dan polisi ini keluarga," tambahnya.
Akibat peristiwa tersebut, pelapor mengalami kerugian mencapai Rp15 juta, "Kami minta pelaku pengrusakan diusut dan ditangkap," tutupnya.
Kapolsek Tampan Suparman Sik melalui Kanit Reskrim Iptu Herman Pelani saat dijumpai radarpekanbaru.com di Mapolsek Rabu malam (26/11) membenarkan tentang adanya pengrusakan mobil pelapor bernama Saifullah yang diduga dilakukan pengunjuk rasa.
"Itu ada mobil yang dirusak dan kacanya pecah bagian belakang dan samping," ujarnya. (abu)
Share
Berita Terkait
Vinhomes Green Paradise Launches Global Smart City Certification Project
Vinhomes Green Paradise menghadirkan koleksi fasilitas kelas dunia yang luar biasa, menetapkan standar hidup baru untuk pengembangan perkotaan yang siap menghadapi masa depan. *
Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen
NASIONAL, BISNIS, MARITIM, - Surabaya (14/01) - Jumlah arus peti kemas yang
Ada-ada Saja, Muncul Isu Menteri Pariwisata Minta Air Galon Untuk Mandi
NASIONAL, - Tengah geger di sosial
Penting Banget, Ini Tips Menjaga Pola Hidup Sehat untuk Mahasiswa
KESEHATAN, - Menjadi mahasiswa seringkali dihadap
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










