Rabu, 04 November 2015 21:20:00
Pantau Lokasi Karhutla, Jajaran Pati Korem 031/WB Turun ke Meranti
RIAUONE.COM, SELATPANJANG, MERANTI, ROC, - Kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) di Kabupaten Meranti tepatnya di Tanjung Balak dan Desa Bandul sudah dapat diatasi, meski begitu aparat TNI yang tergabung dalam Tim pemadaman api masih berada dilokasi untuk mengantisipasi terjadinya kembali Karlahut.
Dalam rangka melihat secara langsung kondisi Karlahut dilapangan sekaligus memberikan motivasi atas kerja keras anggota TNI dilokasi Karlahut. Kasrem 031/WB turun ke Meranti, Selasa pagi (3/11)
Dengan menggunakan Helicopter TNI AD rombongan yang terdiri dari Kasrem 031/WB Kol. Czd Inyoman Parwata Dansatgas PRCPB TNI Kol Inf Dendi Suryadi, Kasiopsrem 031/WB Letkol Inf Saad Miyanta, Letkol Psk Sholihin Danyon Paskas, Kabid BPBD Riau Akhyar mendarat di halaman kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Jalan Dorak Selatpanjang.
Kedatangan Kasrem 031/WB dan rombongan disambut langsung oleh Asisten II Sekdakab. Meranti Ir. Anwar Zainal, Kadis Kehutanan Murod, Wakapolres Kompol Stp Manulang, Danramil Selatpanjang dan jajaran Pemda Meranti.
Sesampainya di Kantor Bupati, Kasrem 031/WB langsung menggelar rapat koordinasi bersama Asisten II Sekdakab. Anwar Zainal dan Kadis Kehutanan M Murod, dalam rapat tersebut Kasrem melakukan pemetaan kondisi Karhutla di Meranti dengan menghimpun semua informasi sekaligus memberikan masukan soal antisipasi Karlahut kedepan, salah satu solusi yang ditawarkan yakni pembuatan Blocking Kanal di area kebun masyarakat. Pembuatan Blocking kanal oleh aparat TNI dinilai berhasil melembabkan lahan gambut seperti yang dilakukan di Kalimantan sehingga Karlahut dapat diantaisipasi.
"Blocking Kanal sesuai perunjuk Panglima TNI dilokasi Karlahut di Kalimantan, Oktober lalu kepada Danrem dan Dandim yang wilayahnya terjadi Karlahut. Ketika itu Panglima TNI menunjukan kanal yang telah dibuat Sat TNI AD, sebagai contoh untuk yang akan dibuat dimasing-masing wilayah rawan kebakaran," jelas Kasrem.
Lebih jauh dijelaskan Kasrem, dalam pertemuan antara Panglima TNI dan Perusahaan disepakati melalui MoU pihak perusahaan berjanji akan membantu pembuatan Blocking kanal dilahan perkebunan masyarakat. "Perusahaan berjanji membantu masyarakat membuat kanal diluar lahan konsesi perusahaan, ini tindak lanjut MoU dengan perusahaan," jelasnya lagi.
Rencana yang disepakati melalui MoU antara Perusahaan dengan Panglima TNI untuk membuat Blocking Kanal dikawasan gambut rawan Karlahut, mendapat apresiasi dari Ir Anwar Zainal dan Kadishut M Murod Menurut Murod pembuatan Blocking Kanal dan pemadaman langsung dilokasi jauh lebih efektif dibanding Bom Air lewat Udara. "Pemadaman lewat Helicopter tak memberikan dampak signifikan," aku Murod.
Namun untuk pembuatan Blocking Kanal dijelaskan Murod membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dari penghitungan tim Dinas Kehutanan untuk satu Kanal dengan Lebar dan Kedalaman 3 meter membutuhkan biaya Rp17 juta, dan diseluruh Meranti dibutuhkan 900 pintu klep Kanal.
Saat ini dalam upaya pembuatan Block Kanal dilahan masyarakat, pihak TNI melakui Koramil dan Babinsa tengah melakukan pemetaan. Sehingga pembuatan Blocking Kanal benar-benar mampu mengatasi Karlahut kedepan. " kita menginginkan tidak terjadi lagi kebakaran, sesuai dengan harapan pemerintah saat ini," ujarnya terkait antisipasi Karlahut.
Dalam mengantisipasi Karlahut, diakui Kasrem selain membuat Blocking Kanal tim gabungan TNI juga akan membuat sumur artesis serta embung (Waduk). (zar/hms).
Share
Berita Terkait
Komentar










