• Home
  • Riau Raya
  • Peduli Sagu, Bupati Meranti Menjadi Inisiator Terbentuknya Fokus -Kapassindo
Jumat, 13 April 2018 14:22:00

Peduli Sagu, Bupati Meranti Menjadi Inisiator Terbentuknya Fokus -Kapassindo

RIAUONEcom, Jakarta - Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. Irwan Nasir, M,Si menjadi inisiator terbentuk nya Fokus- Kapassindo( Forum Komunikasi Kabupaten Penghasil Sagu Seluruh Indonesia ), Forum ini berada di bawah bentukan APKASI.
 
Tujuan di bentuknya Fokus-Kapassindo   ini untuk memajukan persaguan nasional sebagai pendukung dan penyangga sumber pangan dan energi alternatif yang mampu memperkuat kedaulatan pangan dan energi nasional.
 
Pertemuan tersebut dilaksanakan di Kantor Sekretariat APKASI, pada Kamis (5/4/18) kemarin di Jakarta. Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, H Irwan Nasir pada pertemuan ini langsung menjadi moderator dan memimpin pertemuan .
Turut hadir juga Prof. Riyaas Rasyid  Penasehat khusus APKASI dan Prof.Bintoro  yang merupakan akademisi yang peduli dengan sagu yang menamakan masyarakat Sagu Indonesia. 
 
Serta Bupati Luwu Utara, Hj. Indah Putri Indriani,S.IP,M,Si, Bupati Jaya Pura Mathias Awoitauw, SE, M,Si, Sekda Indragiri Hilir H.Said Syarifuddin dan Kadis Ketahanan Pangan Prov Riau, Darmansyah.
 
Di Wilayah Indonesia ini sendiri ada 11 Kabupaten penghasil sagu yang tergabung dalam Fokus-Kapassindo dibawah bentukan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). 
 
Diantaranya terdiri dari Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Lingga, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Jayapura , Kabupaten Nabire, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Serdang. 
 
Pada 5 April 2018 merupakan hari bersejarah lahirnya Forum Komunikasi Kabupaten Penghasil Sagu Seluruh Indonesia atau yang di singkat dengan Fokus -Kapassindo. 
 
Dalam pertemuan tersebut, Bupati dari wilayah Kepulauan Terdepan di Provinsi Riau itu ditunjuk sebagai Ketua Fokus-Kapassindo sementara Bupati Bupati Luwu Utara, Hj. Indah Putri Indriani menjadi Sekretaris sementara. 
 
Adapun tugas pokok dari Fokus-Kapassindo adalah bekerjasama dengan berbagai pihak dalam melakukan kegiatan penelitian, pengkajian, penerapan, Penguatan, pendampingan ,pengembangan dan promosi dalam upaya pengelolaan sagu yang berkelanjutan. 
 
 Juga membangun dan menumbuh Kembangkan Kelembagaan sagu rakyat yang mandiri dan produktif, serta mensenergikan dengan perusahaan sagu nasional agar persaguan nasional mempunyai ke unggulan dan daya saing di tingkat internasional . 
 
Menurut Irwan Nasir, saat ini sagu belum termasuk sebagai Komoditas Perkebunan Strategis Nasional,  Maka sudah saatnya Sagu harus masuk dalam Komoditas perkebunan strategis Nasional.
 
Maka dari pada itu di terbentuklah Forum tersebut agar secara sinergi dapat menempatkan sagu menjadi prioritas strategi Nasional sebagai  alternatif pangan dan energi. 
 
Dan Beliau akan mengundang 11 Kabupaten sebagai inisiator Fokus-Kapssindo  dan 70 Kabupaten penghasil Sagu seluruh Indonesia dalam waktu dekat ini untuk membentuk kepengurusan Defenitif Fokus-Kapssindo agar manaikan sagu Dimata Internasional .
 
Selaras dengan hal tersebut, Prof. Bintoro yang telah melakukan uji coba dan penelitian tentang Sagu menjelaskan, bahwa sagu dapat sebagai pengganti beras, dapat di buat gula cair dan berbentuk tepung, juga sebagai bahan bakar dan banyak lagi yang lainnya, maka dari pada itu Sagu harus menjadi   prioritas Pemerintah Indonesia.
 
Dilihat pentingnya isu sagu ini diangkat di permukaan, terbentuknya Fokus-Kapassindo ini juga di dorong oleh Penasehat Khusus APKASI, Prof Riyaas Rasyid. 
 
"Sagu adalah potensi yang tersembunyi yang Allah berikan dan harus diangkat kembali di permukaan yang dapat menjadi kekuatan pangan di Indonesia, saya sangat mendukung terbentuk forum ini agar sagu juga di jadikan prioritas seperti halnya beras, jangung dan kedele,"ujarnya.
 
Untuk diketahui, Kemajuan budidaya dan pengelolaan sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti juga sudah terlihat dengan berdirinya  PT National Sago Prima. 
 
Sagu yang dikelola perusahaan Group Sampoerna ini menjadi tepung telah di ekspor ke Jepang, itu pertanda bahwa sagu dapat di terima di Internasional , Hanya saja sagu harus mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Indonesia.***(Adv/and) 
Share
Berita Terkait
  • 13 jam lalu

    Boehringer Ingelheim's survodutide achieves up to 13.1% weight loss in new Phase III trial, alongside significant improvements in glycemic control in people with obesity and type 2 diabetes

  • 1
    Kilas Global  6 hari lalu

    Green SM Begins Pilot Operations In The Netherlands, Further Expanding Its Presence In Europe

  • 2
    Kilas Global  5 hari lalu

    Hiruk Pikuk Kabar Isu BBM Naik September 2026 ini menjadi Rp13.500, Benarkah?

  • 3
    Kilas Global  2 hari lalu

    Green GSM Officially Launches All-Electric Taxi Service In Northern Mindanao, Philippines

  • 4
    Kilas Global  3 hari lalu

    Wood Mackenzie: Europe's Power Sector Hits 80% Zero-Carbon Generation by 2030, But Misses Its Own Renewables Target

  • 5
    Kilas Global  2 hari lalu

    EBC Live Trader Cup Indonesia Resmi Dimulai di Tengah Periode NFP dan FOMC

  • 6
    Kilas Global  3 hari lalu

    52% of business travelers prioritize security when companies provide their connection, according to Holafly for Business

  • 7
    Kilas Global  kemarin

    HKTB Launches Inaugural "Hong Kong Halloween Month" to Stage Hong Kong's Biggest Cosplay Street Party

  • 8
    Kilas Global  kemarin

    Italpreziosi Official Sponsor of the Gala Dinner at the LBMA & LPPM Global Precious Metals Conference 2026

  • 9
    Kilas Global  6 hari lalu

    From Warehouses to Sidewalks: Seyond Scales LiDAR for the Next Generation of Robotics

  • 10
    Kilas Global  7 hari lalu

    YYForce Issues First Half 2026 Financial Results Highlighting 26.8% Revenue Growth to US$32.7 Million

  • Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified