Senin, 27 Maret 2017 09:09:00
Advertorial
Peningkatan Alokasi Dana DMIJ Berdasarkan Tipologi Desa
RIAUONE.COM, INHIL - Program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) merupakan program unggulan yang menjadi perhatian serius Pemkab Indragiri Hilir (Inhil). Sehingga tidak heran ratusan miliar dikucurkan untuk membangun desa yang ada di Negeri Hamparan Kelapa Dunia ini.
"Untuk DMIJ ini, alokasi dananya sekitar Rp.185 miliar yang dikucurkan setiap tahunnya. Setiap tahunnya pula, dana DMIJ juga ditingkatkan," ujar Bupati Inhil HM Wardan, saat acara peresmian pelaksanaan Program DMIJ dan infrastruktur IKK Kecamatan GAS di Kelurahan Teluk Pinang, Jum'at (24/3/2017) kemaren.
Peningkatan alokasi dana DMIJ, dikatakan Wardan, didasarkan pada tipologi masing - masing desa yang terdiri dari 4 tipologi desa, yakni swadaya, swakarya, swasembada dan Desa maju.
"Namun, sekarang untuk desa bertipe swadaya dengan alokasi dana minimal Rp. 350 juta sudah tidak ada lagi. Sebab, Seluruh Kepala Desa yang ada di Inhil berlomba - lomba meningkatkan kualifikasi desa mereka. Sehingga, sekarang yang ada hanya Desa tipe swakarya dengan alokasi minimal Rp. 500 juta per desa per tahunnya," terang Wardan.
Untuk meningkatkan tipe desa, disebutkan Wardan, terdapat 18 kriteria dan 86 indikator yang harus dipenuhi, untuk kemudian menjadi dasar penilaian sebuah desa masuk ke dalam kategori Desa Maju.
Sementara itu, dari sisi pelaksanaan kegiatan, Wardan menuturkan, manajemen yang paling ideal dalam pelaksanaan program DMIJ adalah dengan pola manajemen keuangan mesjid untuk mengedepankan transparansi.
"Manajemen layaknya manajemen mesjid yang diterapkan, tentunya demi mengedepankan transparansi dan akuntabilitas publik. Berguna untuk mengantisipasi alokasi dana DMIJ yang tidak tepat sasaran, serta juga berfungsi sebagai upaya mengefisienkan penggunaan anggaran," pungkasnya.(adv/san)
Share
Komentar










