Jumat, 05 Februari 2016 07:09:00
Puluhan Kelong Milik Pengusaha Singapura Meranti Disinyalir Ilegal
KEDABU, RANGSANG, RIAU, - Puluhan Kelong (tempat penyimpanan hasil tangkapan nelayan,red) milik pengusaha asal Singapura yang dikelola masyarakat Desa Kedabu Rapat, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti disinyalir tidak memiliki izin.
Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kepulauan Meranti, Hendra Putra ketika dikonfirmasi terkait dengan keberadaan kelong tersebut memastikan bahwa usaha tersebut tidak ada izinnya.
"Keberadaan kelong itu memang tidak ada izin, karena tidak ada berkas perizinannya yang masuk ke BPMPPT. Kalau sudah begitu, berarti illegal dan masuk tugasnya pihak kepolisian, karena tugas BPMPPT hanya mengurus perizinan, seharusnya DKP bisa membenahinya supaya nelayan kita tidak menjadi korban para mafia Singapura, kalaupun mereka menanam saham di Meranti mungkin mereka sudah melaporkan ke pusat, namun koordinasi ke kita belum ada sama sekali," sebut Hendra.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepulauan Meranti, melalui Sekretaris Efialdi juga mengakui hal itu. Menurutnya, kelong-kelong tersebut sudah ada sejak lama, namun pihaknya belum bisa menindaklanjutinya karena berkaitan dengan mata pencarian masyarakat.
"Kelong-kelong yang ada di sepanjang pantai Kedabu Rapat itu, kebanyakan dimiliki oleh pengusaha asal Singapura dan dikelola oleh masyarakat setempat. Kemudian hasilnya seperti udang dan lainnya langsung dibawa ke Singapura melalui pelabuhan Tanjung Balai. Mereka hanya menanam saham di sini, tapi laporannya tidak pernah sampai ke kita," kata Efialdi. (kpr/roc).
Share
Berita Terkait
Kapolsek Rangsang Barat Amankan Seorang Pria dan 6 Paket Narkotika Diduga Jenis Shabu-shabu
RIAUONECOM, MERANTI, - Kapolsek Rangsang Barat Iptu Sahrudin Pangaribuan, didampingi Kanit Reskrim Polsek Rangsang Barat Ipda Jimmy Andre SH,MH beserta 4 orang anggota
Abrasi Pesisir Pantai Pulau Rangsang Makin Mengkhawatirkan
RANGSANG PESISIR, - Bencana abrasi di pesisir Pulau Rangsang, khususnya yang berhadapan langsung dengan laut Selat Malaka, semakin mengkhawatirkan. Badan Penanggulangan Ben
Listrik 24 Jam di Pulau Rangsang Tunggu MoU Kemen ESDM dan PLN
RANGSANG, - Pulau Rangsang segera akan diterangi listrik 24 jam seiring telah rampungnya proyek Hybrid PLTS-PLTD berkapasitas 150 KWP di Teluk Rangsang. Namun untuk pengope
Sayed Abubakar A. Assegaf Sosialisasi Empat Pilar di Pulau Rangsang
NUSANTARA, - Sayed Abubakar Assegaf, anggota DPR RI Dapil Riau dari Fraksi Partai Demokrat, Selasa (29/11) menghelat Sosialisasi 4 Pilar di Kabupaten Kepulauan Merant
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










