• Home
  • Riau Raya
  • Ratusan Rumah Warga Inhu Terendam Banjir, Bupati Tinjau Pemukiman Warga
Jumat, 21 November 2014 08:22:00

Ratusan Rumah Warga Inhu Terendam Banjir, Bupati Tinjau Pemukiman Warga

banjir. ilustrasi
riauonecom, Inhu, Rengat, roc, - Bupati Inhu H Yopi Arianto meninjau kondisi banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Kelayang. Sebelumnya, Bupati juga sudah meninjau banjir yang terjadi di Kecamatan Seberida dan Batang Cenaku.
 
Selain Kecamatan Seberida, Kecamatan Kelayang merupakan salah satu daerah yang cukup parah dilanda bencana banjir yang terjadi sejak akhir pekan kemarin. Bahkan berdasarkan data Camat Kelayang, Azwarno, banjir menyebabkan 253 rumah warga terendam dengan jumlah kepala keluarga mencapai 1.444. Banjir juga ikut merendam 107 kebun sawit, 66 hektare kebun karet dan 57 hektare padi. 
 
“Namun pada Selasa banjir yang melanda Kecamatan Kelayang sudah berangsur surut hingga 5 cm. Hanya saja, diprediksi banjir akan meningkat di wilayah hilir akibat limpahan air dari hulu ini,” ujar Kepala Badan Kesbangpol dan Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Kabupaten Inhu.
 
Dijelaskan Adri Bahar, banjir di Kecamatan Kelayang terjadi akibat luapan air Sungai Indragiri serta tingginya curah hujan yang melanda daerah tersebut. Bahkan, berdasarkan pantauan Kesbangpol dan PBD Inhu, pada Selasa malam, ketinggian air Sungai Indragiri sudah mencapai 6,52 meter atau meningkat dibanding pada pagi harinya yakni 6,40 meter.
 
Guna membantu warga yang terkena bencana banjir, Kesbangpol dan PBD sudah mengerahkan sejumlah perahu untuk membantu proses evakuasi warga dan membangun tenda pengungsian. Selain itu, Kesbangpol dan PBD juga membangun tenda dilokasi yang tidak terendam banjir untuk pelaksanaan proses belajar mengajar terhadap sejumlah sekolah yang ikut terendam banjir.
 
“Sejauh ini kebanyakan warga lebih memilih mengungsi di rumah keluarga dan tetangga dari pada di tenda atau lokasi yang sudah kita siapkan. Sedangkan untuk proses belajar mengajar, kita upayakan agar tidak terkendala akibat banjir dengan membangun tenda,” jelasnya.
 
Ditambahkan Adri Bahar, banjir yang melanda wilayalah Kabupaten Inhu umumnya melanda daerah aliran sungai (DAS), terutama di sepanjang Sungai Cenaku dan Sungai Indragiri. “Terparah memang berada di Kecamatan Seberida akibat luapan Sungai Cenaku,” tuturnya.
 
Sebelumnya, Camat Seberida Triatno mengungkapkan bahwa di Kecamatan Seberida, banjir melanda Kelurahan Pangkalan Kasai, Desa Bandar Padang dan Desa Beligan akibat luapan Sungai Cenaku sejak Sabtu kemarin. Banjir juga menyebabkan tiga sekolah masing-masing SDN 001 Pangkalan Kasai, SMPN 2 Seberida dan SDN 003 Bandar Padang terendam banjir.
 
Dijelaskan Triatno, banjir di Kelurahan Pangkalan Kasai menyebabkan sekitar 120 warga terendam. Begitu juga di Desa Bandar Padang, banjir menyebabkan 400 rumah warga ikut terendam. Sedangkan di Beligan, banjir telah merendam 100 rumah warga, 35 kolam ikan, 30 hektare kebun karet dan 350 kebun sawit masyarakat. Banjir yang melanda Kecamatan Seberida tersebut akibat luapan Sungai Cenaku serta curah hujan yang cukup tinggi sejak beberapa hari terakhir.“Warga yang rumahnya terendam saat ini sudah mengungsi ke rumah keluarganya yang tidak terendam banjir atau membuat jamban didalam rumah,” tuturnya.
 
Selain rumah warga, Triatno mengungkapkan bahwa Jalan Lintas Selatan yang menghubungkan Kecamatan Seberida dengan Kecamatan Batang Cenaku juga terendam air hingga mencapai 1 meter. Akibatnya hanya kendaraan jenis tertentu saja yang bisa melintas di jalan tersebut. “Sebagai solusi, masyarakat terpaksa menggunakan jalan alternative dan harus berputar melalui DU atau Desa Bukit Lipai,” jelasnya.
 
Ditambahkan Triatno, Badan Kesbang dan PBD telah turun ke Kecamatan Seberida untuk membangun tenda darurat yang akan digunakan untuk aktivitas belajar mengajar di SDN 003 Bandar Padang. Selain itu, bantuan perahu juga sudah disiagakan sebagai sarana untuk membantu warga yang akan mengungsi.
 
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Kecamatan Seberida Armis mengakui tiga sekolah diwilayahnya terendam banjir, masing-masing SDN 001 Pangkalan Kasai, SMPN 2 Seberida dan SDN 003 Bandar Padang.
 
“Dari tiga sekolah tersebut, hanya di SDN 003 Bandar Padang yang aktivitas belajarnya terganggu karena air sudah merendam ruangan kelas hingga 1,5 meter. Sedangkan di SDN 001 Pangkalan Kasai dan SMPN 2 Seberida tetap belajar meskipun air sudah mulai menggenangi sekolah,” tuturnya.
 
Sementara itu, Bupati Inhu H Yopi Arianto minta masyarakat waspada terhadap bencana banjir. Bupati juga telah memerintahkan kepada seluruh camat untuk tanggap dan segera berkoordinasi dengan instansi seperti Badan Kesbangpol dan PBD, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosal terhadap bencana banjir diwilayahnya masing-masing. “Saya minta seluruh instansi terkait tanggap dan dapat segera memberikan bantuan dan pelayanan kepada masyarakat yang menjadi korban banjir,” ujarnya.
 
Bupati juga mengimbau kepada masyarakat yang rumahnya sudah terendam banjir untuk memperhatikan sanak keluarga, terutama anak-anak agar tidak menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan. “Warga yang rumahnya sudah terendam banjir bisa mengungsi ke tempat yang sudah disediakan,” jelasnya. (isc/roc)
Share
Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Update Respons Banjir Sumatera & Aceh - BAZNAS Terus Hadir


    NUSANTARA,- Sebagai bentuk kepedulian dan komitme
  • 11 bulan lalu

    Bupati Pati dan Polemik Kenaikan PBB serta Respons Masyarakat


    NASIONAL, - Pada Selasa 5/8/2025 digelar posko donasi aksi pen
  • 2 tahun lalu

    Dugaan Korupsi Perjalanan Dinas di DPRD Riau, Ada 35 Ribu Tiket Pesawat Fiktif, Tokoh Anti Korupsi Minta Usut Semua Terlibat

    PEKANBARU, - Mengerikan dan sangat dahsat negeri ini, dugaan korupsi SPPD fiktif DPRD Riau tentunya tidak hanya di lakukan segelintir orang, dicurigai bahwa SPPD fikti

  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified