• Home
  • Riau Raya
  • Sediakan Air Bersih, Pj Bupati Meranti Gandeng BPPT
Kamis, 01 Oktober 2015 07:47:00

Sediakan Air Bersih, Pj Bupati Meranti Gandeng BPPT

Peneliti BPPT Geostech Nusa Idaman Said (Kiri) menunjukkan teknologi pengolahan air bersih kepada Pj Bupati Edy Kusdarwanto di workshop BPPT, Serpong, Banten,
JAKARTA, RIAUONE.COM – Penjabat (Pj) Bupati Kepulauan Meranti H Edy Kusdarwanto terus berupaya mencarikan solusi untuk penyediaan air bersih. Diantara langkah yang diambil adalah menggandeng Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT).
 
Dengan menggandeng BPPT, diharapkan bisa mendapatkan teknologi yang tepat dalam penyediaan air bersih untuk kawasan gambut dan berpulau seperti geografis wilayah di Kepulauan Meranti. Selain itu juga untuk mendapatkan teknologi yang sederhana dan murah sehingga bisa dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat.
 
“Dengan kondisi wilayah kita yang berpulau dan ketersediaan air tawarnya sedikit tentu perlu teknologi yang tepat. Kita harapkan akan bekerjasama dengan BPPT sehingga bisa mengatasi masalah air bersih ini,” ungkap H Edy saat berkunjung ke Pusat Pengembangan Teknologi BPPT di Serpong, Banten, Selasa (29/9/2015.
 
Dalam kunjungan tersebut Pj Bupati didampingi Kepala Bagian Umum Tengku Azman dan Kepala Bagian Humas Ery Suhairi. Kedatangan mereka disambut peneliti kimia dan lingkungan BPPT Geostech Dr Nusa Idaman Said M Eng.
 
“Kita memiliki berbagai teknologi sederhana dalam pemrosesan air bersih seperti teknologi membran. Beberapa daerah berpulau sudah kita terapkan dan hasilnya cukup bagus,” ujar Nusa.
 
Dalam kesempatan itu Nusa menunjukkan sejumlah teknologi pemrosesan air bersih yang dikembangkan BPPT. Mulai teknologi sederhana menggunakan kapur dan kaporit, teknologi penjernihan air menggunakan membrane yang dibantu sepeda, sampai teknologi filterasi membran dan kimiawi yang mampu memproses air asin menjadi air tawar siap minum.
 
“Kalau airnya masih tawar namun warnanya saja tidak jernih, teknologinya murah karena prosesnya tidak sulit. Dengan teknologi mengunakan dayung sepeda ini saja sudah bisa. Namun kalau sudah mengolah air asin itu teknologinya yang agak mahal,” tambah Nusa sembari menunjukkan sejumlah teknologi yang dimiliki BPPT.
 
Untuk kondisi Meranti yang berpulau, Nusa menyarankan agar digunakan teknologi membran sederhana yang mengolah air gambut menjadi air bersih. Menurutnya, penggunaan teknologi tersebut bisa diajarkan pada masyarakat sehingga nantinya masyarakat bisa mengelola sendiri.
 
Dia menyebut dengan pengelolaan mandiri oleh masyarakat itu, stasiun pengolahan air bersih di beberapa daerah pulau yang dibina BPPT sudah berjalan dengan baik.
 
“Pemerintah daerah cukup menyediakan peralatan awal dan bersama kita memberikan pendampingan minimal setahun kepada masyarakat. Teknologinya sangat mudah, nanti setelah kita latih masyarakat akan bisa menjalankan dan merawatnya sendiri seperti dalam mengganti membran filter air ini,” jelas Nusa menunjukkan peralatan membran air.
 
Sementara itu, Pj Bupati H Edy Kusdarwanto menjelaskan saat ini Pemkab Meranti memang berupaya menyediakan air bersih sesuai potensi sumber air di setiap pulau. Dia mencontohkan pendirian SPAM (Stasiun Pengolahan Air Bersih) di Tanjungsamak Kecamatan Rangsang.
 
“Mungkin solusi paling baik kita menyediakan stasiun pengolahan air secara komunal. Setiap desa dibangun tempat-tempat pengolahan air bersih yang dipusatkan di masjid-masjid dengan menggunakan teknologi sederhana dan murah dari BPPT ini,” ungkapnya.
 
Edy menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Bappeda dan Dinas Pekerjaan Umum dalam upaya pemanfaatan teknologi air bersih tersebut. Sementara Nusa Idaman Said menegaskan pihak BPPT siap berkunjung ke Meranti untuk melihat langsung kondisi wilayah dan potensi pengembangan air bersih di daerah kepulauan tersebut. (uzi)
 
Share
Berita Terkait
  • 9 bulan lalu

    Ada-ada Saja, Muncul Isu Menteri Pariwisata Minta Air Galon Untuk Mandi


    NASIONAL, - Tengah geger di sosial
  • 10 bulan lalu

    25.000 Liter Air Bersih untuk Gaza: Tahap Pertama Tersalurkan

    INTERNASIONAL, KEMANUSIAAN, - Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag menyampaikan dalam surat elektronik-nya kepada media ini 22 Agustus 202

  • 11 bulan lalu

    Bupati Pati dan Polemik Kenaikan PBB serta Respons Masyarakat


    NASIONAL, - Pada Selasa 5/8/2025 digelar posko donasi aksi pen
  • tahun lalu

    Rimpang, Salah satu-nya Kunyit, Seduhan Air Kunyit di Pagi Hari Sangat Baik Bagi Tubuh


    KESEHATAN,  -  Rimpang, Salah satu-nya Kunyit,
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified