• Home
  • Riau Raya
  • Sembilan Anak Watan Bengkalis Diberangkatkan Bergabung dengan TIM MTQ Riau ke Mataram NTB
Sabtu, 16 Juli 2016 09:50:00

Sembilan Anak Watan Bengkalis Diberangkatkan Bergabung dengan TIM MTQ Riau ke Mataram NTB

MTQ nasional (Plt SEkda dan Pengurus LPTQ bersama peserta)
BENGKALIS, RIAU – Pagi Jumat (15/7/2016) kemarin sebanyak sembilan anak watan Kabupaten Bengkalis, diberangkatkan untuk bergabung pada tim kafilah Provinsi Riau pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-26 Tingkat Nasional, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
 
Acara pelepasan anak watan Bengkalis sebagai duta Provinsi Riau, dilakukan secara sederhana oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Bengkalis Arianto, yang juga Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), di kantor LPTQ Bengkalis. Turut hadir dalam acara pelepasan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Bengkalis Jumari, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amrizal, Sekretaris LPTQ Ismail, Kabag Kesra Setda Bengkalis Eri Kusuma Pribadi, sejumlah pengurus LPTQ dan orang tua peserta.
 
Kesembilan peserta asal Kabupaten Bengkalis yang bakal tampil MTQ ke-26 Tingkat Nasional di Mataram, NTB, adalah Am’im Falahudin (tilawah anak-anak putra), Azwan (tilawah dewasa putra), Yuni Kartikan (Hifdzil Qur’an 5 juz tilawah putri), Suhaimai (tafsir Qur’an bahasa Inggris putra), Satria Effendi (khattil Quran mushaf putra), Muhammad Yafizh (khattil quran kontemporer putra), Nurul Nadia, Khomariah dan Aidil Fitra (syahril Qu’ran beregu). 
 
Seyogianya, jumlah anak watan yang bakal dikirim ke NTB sebanyak 11 orang, namun dua orang tak bisa berangkat. Keduanya adalah Ananda Trie Dieza (hifdzil qur’an 1 juz tilawah putri) asalan tidak berangkat, karena tidak mendapat izin dari pihak sekolah yang ada di Pekanbaru. Kemudian Dewi Hariyanti cabang khatiil qur’an naskah putri, alasan tidak berangkat karena tengah hamil tua. 
 
Sebelum terbang ke NTB untuk bermusabaqah, kesembilan peserta ini terlebih dahulu mengikuti program pemusatan latihan atau trainning centre (TC) di Pekanbaru bersama peserta lainnya dari kabupaten/kota se-Riau, selama sepuluh hari. “Selama mengikuti program TC, kami minta untuk mengikuti seluruh aturan dan petunjuk yang diberikan oleh pembimbing. Dan tak kalah penting, tetap jaga kesehatan, kekompakan serta nama baik pribadi, keluarga dan daerah,” ungkap Plt Sekda Bengkalis, Arianto.
 
Lebih lanjut Arianto mengaku bangga atas amanah yang diembankan keapda  kesembilan peserta asal Kabupaten Bengkalis ini. Sebab mereka merupakan anak watan asli Negeri Junjungan yang setia untuk membeli negeri ini, dan sekarang diberi kepercayaan menjadi duta Provinsi Riau.
 
Menariknya lagi, diantara sembilan nama tersebut, ternyata pada perhelatan MTQ tingkat Provinsi Riau di Siak sebelumnya, berada pada posisi juara dua dan tigas. Namun karena peserta juara satu tidak memenuhi syarat ketentuan untuk dikirim ke NTB, akhirnya tiga anak watan Bengkalis dipanggil oleh pihak provinsi. “Sejak awal kita komitmen pada setiap event MTQ, membawa anak-anak watan asli daerah bukan ‘pemain impor’, makanya ketika hendak tampil di tingkat lebih tinggi, kita siap,” ungkap Arianto.
 
Terkait dengan adanya sinyalemen beberapa daerah mengorbankan idealisme demi meraih juara dengan cara mendatangkan ‘pemain impor’, Plt Sekda Bengkalis menegaskan bahwa persoalan ini sudah disampaikan kepada pihak provinsi maupun LPTQ provinsi Riau. Arianto berharap agar pihak provinsi lebih tegas dan tidak mentelorir setiap daerah yang menggunakan ‘pemain impor’ pada setiap perheletan MTQ. Sebab jika masalah ini diabaikan, maka daerah yang rugi, karena anak-anak watan daerah tidak bisa tampil di ajang bergengsi tingkat nasional. 
 
Arianto juga mengimbau kepada orang tua peserta dan seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis untuk mendoakan kesembilan Azwan cs ini agar selalu diberi kemudahan, kesehatan dan bisa tampil maksimal pada perhelatan MTQ tingkat nasional di Mataram, NTB. Meskipun tidak lagi membawa nama Kabupaten Bengkalis, namun kesembilan anak watan ini tentu akan menjadi kebanggaan bagi daerah ini. (hms/roc).
Share
Berita Terkait
  • 7 tahun lalu

    MTQ Ke 38 Provinsi Riau, Inhu Utus 47 Peserta

    RIAU, INHU, - Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, M.Si secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-38 Provinsi Riau di Bangkinang Kabupaten Kampar Ahad (24/11/2019

  • 8 tahun lalu

    Musabaqah Tilawatil Qur’an Provinsi Riau, Bengkalis Duduki Peringkat 4

     
    DUMAI – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-36 tingkat Provinsi Riau tahun 2017, di Kota Dumai, secara resmi di tutup  Wa
  • 8 tahun lalu

    Fahmil Qur'an Bengkalis Juara 1 dan 3

    DUMAI – Setelah berhadapan dengan regu Fahmil Kuantan Singingi (Kuansing), Kampar dan Indragiri Hulu (Inhu), Fahmil Putra kafilah Bengkalis, berhasil keluar sebagai J
  • 8 tahun lalu

    Pawai Ta'aruf MTQ Riau di Kota Dumai, Kafilah asal Kuansing Suguhkan randai dan tari tarian daerah

    DUMAI, ,- Pembukaan pawai taqruf MTQ ke 36 tingkat Provinsi Riau di kota Dumai  dibuka secara resmi oleh Gubri Arsyadjuliandi Rachman.
     
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified