Kamis, 02 Maret 2017 19:27:00
Sistem Swakelola Lebih Efektif dan Irit Anggaran Selamatkan Kebun Masyarakat
RIAUONE.COM, TEMBILAHAN-Perbaikan tanggul perkebunan kelapa milik masyarakat saat ini sudah gencar dilakukan pemerintah. Dengan bantuan berupa eskavator yang diberikan kepada kecamatan maka dapat dikelola dengan sistem swakelola dalam pelaksanaannya.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Tantawi mengatakan, partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam sistem swakelola ini. Partisipasi masyarakat itu dapat berupa membuka rintisan jalan bagi alat berat untuk masuk dan melakukan pengerukan tanggul.
"Partisipasi masyarakat bisa berupa ikut serta dalam pembersihan lokasi, menyiapkan material yang diperlukan seperti batang kelapa sebagai alas jalan bagi alat berat," kata Tantawi belum lama ini.
Perbaikan perkebunan masyarakat dengan sistem swakelola ini dinilai lebih efektif daripada menggunakan sistem kontraktual.
"Sebelumnya melalui kontraktual, biayanya cukup tinggi dan capaiannya tidak sebanyak dengan swakelola," jelasnya.
Camat dalam hal ini bisa bertindak sebagai pembina di Badan Swakelola, tentu ikut berpartisipasi dalam program penyelamatan kebun kelapa milik masyarakat Inhil. Sebagai hamparan kelapa terluas di dunia Kabupaten Inhil terus berupaya untuk melestarikan perkelapaan.
Berbagai masalah dihadapi, namun karena ini kelapa dinilai tumpuan ekonomi dari masyarakat maka pemerintah sangat mengupayakan perbaikan kelapa rakyat.
Swakelola dijelaskan Tantawi ada yang bersumber dari dana APBD dana dikecamatan, ada pula swakelola bersumber dari DMIJ. Tergantung dari ketersediaan anggaran di wilayah masing-masing. Ada juga yang dari partisipasi masyarakat namun dalam swakelola semunya dibutuhkan partisipasi masyarakat. (Sc*)
Share
Komentar










