- Home
- Riau Raya
- Terkait Penyerobotan Lahan Masyarakat oleh RAPP, Pemkab Meranti Terus Didesak Cari Jalan Penyelesaian
Rabu, 31 Desember 2014 17:33:00
Terkait Penyerobotan Lahan Masyarakat oleh RAPP, Pemkab Meranti Terus Didesak Cari Jalan Penyelesaian
RAPP
riauonecom, Selatpanjang, Meranti, roc - Warga dibeberapa desa di Kecamatan Merbau kembali mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk segera mencari jalan tengah penyelesaian dugaan penyerobotan lahan masyarakat oleh PT RAPP yang beroperasi di Pulau Padang, baru-baru ini.
Seperti halnya yang disampaikan salah seorang perwakilan masyarakat Telukbelitung, Khalid Ali, yang mengatakan bahwa sampai saat ini PT RAPP masih melakukan operasinya hingga ke lahan milik masyarakat. Terhadap persoalan ini, sebut dia, masyarakat terus mendesak agar Pemkab segera mencarikan solusi penyelesaian yang terbaik.
"Saya mewakili masyarakat kembali menemui Asisten I untuk menyampaikan agar persoalan ini segera diselesaikan. Karena sejauh ini belum ada jalan penyelesaiannya. Dan, dilapangan kami melihat lahan yang digarap RAPP sudah cukup jauh," ungkap Khalid usai bertemu dengan Asisten I Syafril Nawawi, Selasa (30/12/14) di Kantor Bupati, Jalan Dorak, Selatpanjang.
Dalam hal ini tutur dia, masyarakat hanya ingin ada kepastian mengenai persoalan penyerobotan lahan ini, sehingga bisa pula disampaikan ke masyarakat bagaimana tindak lanjut penyelesaiannya.
Lebih lanjut disebutkan Khalid juga, masyarakat juga meminta perusahaan memberhentikan sementara operasionalnya hingga persoalan itu selesai. Karena dikhawatirkan nantinya masyarakat makin resah dan bertindak tidak sesuai keinginan semua pihak.
Sementara itu, akui Khalid lagi, luas lahan warga diluar konsesi yang disebut-sebut telah diserobot perusahaan HTI Pulau Padang itu saat ini diperkirakan sudah mencapai 1 kilometer lebih. Yang mana, kempemilikannya terdiri dari kelompok dan puluhan masyarakat setempat.
Asisten I Syafril Nawawi, mengatakan pihaknya akan turun ke lapangan pekan depan. Namun, sebelum itu pihaknya juga sudah meminta data kepemilikan yang sah dari masyarakat yang lahannya diklaim telah diserobot oleh RAPP.
"RAPP juga kita minta data-data lahan di tiga desa tersebut. Tapi kami belum menerima semua data yang diminta itu. Satu halnya juga yang kita minta dari masyarakat, untuk menunjuk satu orang perwakilan dari tiga desa tersebut," ujar Syafril.
Terkait persoalan ini, pihak PT RAPP belum berhasil dikonfirmasi untuk diminta tanggapan serta keterangan terhadap tindaklanjut dugaan penyerobotan tersebut. (mas)
Share
Berita Terkait