Minggu, 29 Maret 2015 15:07:00
Waduh, Kabut Asap di Kepulauan Meranti Kian Mengancam
MERANTI, RIAUONE.COM - Kebanyakan orang berfikir jika terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) itu, setelah apinya dipadamkan maka selesailah permasalahan. Makanya oknum-oknum nakal yang sengaja membakar lahan itu tidak pernah merasa kesal atau efek jera. Tetapi mereka tidak tahu bahwa meskipun api sudah padam, namun asapnya tidak akan begitu saja bisa hilang, malahan menimbulkan udara yang tidak bagus dan bisa menyebabkan berbagai macam penyakit.
Hal ini pula yang sering terjadi di Kepulauan Meranti. Kabupaten yang indah, tetapi disebabkan kebelakangan ini sering terjadinya Karhutla malah membuat sejumlah jalan terutama di Selatpanjang dipenuhi akan kabut asap yang tebal, apalagi di pagi hari.
Atas hal yang terjadi ini pula, tentunya menjadi hal yang sangat dikhawatirkan. Dan tak heran jika kesibukan masyarakat Kepulauan Meranti khususnya di Kota
Selatpanjang, terutama aktivitas di pagi hari seperti mengantar anak sekolah, pergi bekerja, dan urusan lainnya terpaksa mengiringi lampu kenderaan ketika mengarungi kabut asap yang kian menebal itu.
Ibarat pepatah mengatakan, orang lain makan nangka namun orang lain pula yang terkena getahnya. Betapa tidaknya, seperti yang kita ketahui sebelumnya pernah terjadi Karhutla di Jalan Perumbi Desa Alah Air Timur, diduga oknum nakal yang sengaja membakar lahan tersebut, dan ini tentunya menimbulkan masalah bagi seluruh masyarakat sekitar, yakni pada pagi harinya disekitar Jalan Alah Air itu dikerumuni kabut asap tebal yang sangat meresahkan masyarakat.
Atas hal ini juga, tentunya kewaspadaan perlu ditingkatkan. Betapa tidaknya, jika kabut asap menebal tentunya jarak pandang kedepan sangat minim dan bisa menyebabkan kecelakaan bagi pengendara yang menggunakan jalan.
Tentunya pula, hal ini tidak hanya oknum nakal yang diduga sengaja mebakar lahan tersebut saja yang menanggung akibatnya, tetapi hal ini tidak lain tidak bukan seluruh masyarakat pengguna jalan juga ikut terkena imbasnya. Dan udara yang dikonsumsi warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kebakaran tersebut adalah udara yang tidak segar dan berpenyakit.
"Seharusnya oknum-oknum nakal yang telah sengaja membakar lahan itu mendapat hukuman yang setimpal agar ada efek jera dan tidak mau mengulangi lagi perbuatannya. Jika tidak begitu, maka makin hari makin meraja lela perbuatan mereka," ungkap Wan (25) salah seorang warga Alah Air, ketika berbincang-bincang dengan wartawan, Ahad (29/3/2015) siang.
Untuk itu pula kata Wan, dirinya sangat berharap agar pihak kepolisian setempat bisa melakukan patroli rutin dalam menangani kasus Karhutla yang kian mengancam di Kota Sagu itu. "Dan jika ditemukan pelaku-pelakunya, hendaknya dihukum seberat-berat mungkin agar ada kesadaran bagi mereka. Sehingga Karhutla di Kepulauan Meranti ini tidak terjadi lagi," harapnya. (mas)
Share
Berita Terkait
Ada-ada Saja, Muncul Isu Menteri Pariwisata Minta Air Galon Untuk Mandi
NASIONAL, - Tengah geger di sosial
Berita Polda DIY Tangkap Lima Orang yang Diduga Rugikan Bandar Judi Online Geger, Netizen: Berarti Bandar Judi yang Lapor?
NASIONAL, - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta
Hasil Piala AFF Wanita 2025: Timnas Putri Indonesia Akui Keunggulan Thailand di Laga Pembuka
BOLLA, Haiphong, Vietnam - Tim Nasional (Timnas)
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Mandiri Ganti Direktur Utama
NASIONAL, BISNIS, - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Mandiri Ganti Direktur Utama, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk secara resmi mengumumkan
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified









