
Selasa, 26 Mei 2015 11:46:00
40 Guru SMP Se-Kabupaten Bengkalis Ikuti Pelatihan Karya Tulis Ilmiah
RIAUONE.COM, BENGKALIS, ROC, - Bupati Bengkalis yang diwakili staf ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, A. Haholongan membuka secara resmi pelatihan karya tulis ilmiah (KTI) bagi guru angkatan I tahun 2015 di lingkup Kabupaten Bengkalis di gedung Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jalan Kelapapati Darat, Bengkalis, Senin (25/5).
Tema pelatihan KTI yang berlangsung selama 5 hari ini adalah "Mewujudkan pegawai negeri sipil khususnya guru yang mampu marancang, menulis, menyajikan laporan penelitian dan artikel jurnal ilmiah, penelitian yang kreatif, inovatif dan kompetitif untuk mendukung Visi-Misi Kabupaten Bengkalis.”
Selain staf ahli A. Haholonganjuga turut hadir Kepala Diklat Drs, H. T. Zainuddin beserta narasumber dari Kepala bagian Humas/dosen (FPEB UPI) Bandung Drs H. Suwatno, M.Si, Widyaswara dari Pusat Pengembangan Profesi Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Riau dan dosen dari FKIP UR Pekanbaru.
Peserta pelatihan KTI ini berjumlah 40 orang yang terdiri dari guru SMP Kecamatan Bengkalis sebanyak 19 orang, guru SMP Kecamatan Bantan 2 orang, guru SMP Kecamatan Mandau 5 orang, guru SMP Kecamatan Pinggir 4 orang, guru SMP Kecamatan Bukitbatu 3 orang. Selanjutnya, guru SMP Kecamatan Siak Kecil 2 orang, guru SMP Kecamatan Rupat 3 orang, guru SMP Rupat Utara 2 orang.
Melalui staf ahli, Bupati Herliyan Saleh mengingatkan bahwa pelatihan KTI tersebut merupakan bagian penting dan utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) para tenaga pendidik di negeri junjungan.
Apalagi kegiatan karya tulis ilmiah merupakan salah satu syarat utama untuk peningkatan jenjang karier. Untuk itu tenaga pendidik dituntut memiliki keahlian dalam menulis karya ilmiah.
"Kita berharap melalui kegiatan pelatihan karya tulis ilmiah ini dapat memfasilitasi para peneliti dan akademisi untuk bersama-sama menyumbangkan ide, gagasan serta karyanya untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Bengkalis serta tersedianya karya-karya penelitian unggulan sebagai basis pengembangan yang lebih lanjut untuk mendukung program dan kegiatan di Kabupaten Bengkalis," ujarnya.
Merujuk Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi nomor 16 tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dinyatakan bahwa kenaikan pangkat Golongan III-b ke atas diwajibkan membuat karya tulis ilmiah sebagai persyaratan kenaikan pangkat.
"Meski demikian, sebagian besar guru menganggap pembuatan karya tulis ilmiah sebagai beban yang sulit dilakukan karena di sisi lain, seorang guru mempunyai tugas dan tanggungjawab utama sebagai pengajar untuk memajukan kualitas SDM yang cerdas," paparnya.
Persyaratan membuat karya tulis ilmiah untuk kenaikan pangkat, tuturnya, semata-mata ditujukan agar para guru lebih profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik. "Oleh karena itu, sudah saatnya para guru di Kabupaten Bengkalis untuk membiasakan diri dan berlatih membuat tulisan karya ilmiah," cetusnya.
Sebenarnya seorang tenaga pendidik mempunyai kesempatan untuk menulis. Mulai dari tulisan tentang profesi dan suka duka saat bertugas maupun serba serbi kehidupan guru, bisa disajikan dalam sebuah tulisan.
"Untuk menjadi seorang penulis, mulailah dari hal terkecil yakni dengan membiasakan diri untuk selalu menulis apa yang akan dikerjakan atau direncanakan, kemudian kerjakan apa yang telah ditulis.
"Karena kebiasaan menulis yang dilakukan sejak dini, memberikan pengaruh besar pada kepercayaan diri saat menghadapi kewajiban menulis karya ilmiah," ulasnya lagi.
Di tengah perkembangan teknologi dan informasi, yang ditandai dengan banyaknya bermunculan media masa dan elektronik, katanya, memberikan banyak ruang dan kesempatan bagi guru untuk menulis. Setiap tulisan, bisa dikirimkan ke media massa atau website bahkan bisa di-upload sendiri di media sosial.
Rubrik atau kolom opini yang disediakan media massa maupun elektronik, harus dimanfaatkan oleh guru dalam berekspresi dengan tulisan. Intinya, jurus pertama untuk membiasakan budaya menulis harus dimulai dari kemauan kita untuk menulis hal-hal terkecil.
Pada dasarnya melalui penulisan karya tulis ilmiah dapat mewujudkan kompetensi dan kemampuan guru dalam rangka menciptakan learning to know, learning to do, learning to be, learning to live together, secara aktif, kreatif, efektif, inovatif dan menyenangkan.
Bupati H Herliyan Saleh Berharap agar para guru di Kabupaten Bengkalis terus mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas kinerja serta profesionalisme sehingga ilmu pengetahuan yang dimiliki selalu terasah. Terlebih pada tahun 2015 ini kawasan masyarakat ekonomi Asean diterapkan.
Pemberlakuan MEA 2015, para guru dan pihak sekolah dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mencetak generasi yang berkualitas. "Jika tidak, generasi yang akan datang akan semakin ketinggalan bila dibandingkan SDM dari negara Asean lainnya," pungkasnya. (zar/hms).
Share
Berita Terkait
Riau, Kabupaten PENGHASIL MIGAS Ini Kerisis BBM, Hampir 1 Pulau ini tidak ada BBM "Ibarat Ayam Mati di Lumbung Padi"
BENGKALIS, - Beberapa pekan ini, tidak menentu kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis
Vinhomes Green Paradise Launches Global Smart City Certification Project
Vinhomes Green Paradise menghadirkan koleksi fasilitas kelas dunia yang luar biasa, menetapkan standar hidup baru untuk pengembangan perkotaan yang siap menghadapi masa depan. *
Sedang Cari Sneakers? Ini Rekomendasi Sepatu Puma Indonesia Paling Laris
FASHION - Sneakers Puma semakin mudah ditemukan di Indonesia. Akan tetapi, mencari
Buat Kamu Pecinta Makan Yang Satu ini Hati-hati, Dampak Buruk Mengonsumsi Seblak secara Berlebihan
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










