
Minggu, 15 Maret 2020 19:42:00
Camat Mandau Membuka MTQ XIV Tingkat Kelurahan Pematang Pudu
DURI, Semangat pawai takruf Sabtu (14/3) pagi, meski hujan deras peserta pawai pantang bersurut. Bahkan Camat Mandau Riki Rihardi SSTP MSi terlihat berbasah-basah bersama semangat dari masyarakat untuk mengikuti pawai MTQ ke XIV tingkat Kelurahan Pematang Pudu.
Camat Mandau sangat bersyukur karena semua masyarakat dalam keadaan sehat dan bisa hadir pada acara pembukaan di Masjid Muflihin Jalan Asrama Tribrata pada helat MTQ ke XIV tingkat Kelurahan Pematang Pudu.
Ajakan untuk tetap mendoakan Islam dan meningkatkan ukuwah Islamiyyah di momentum MTQ ini menjadi bagian dari semua masyarakat untuk membacanya dan memahami isi dan kandungan hebat Alquran.
"Mari kita semarakkan MTQ,"ajak Camat Mandau,Riki Rihardi.
Ketua panitia Drs H Nasrullah dalam sesi laporan mengatakan jika dari 17 RW di Kelurahan Pematang Pudu, hanya di RW komplek CPI tidak menurunkan peserta dan 16 RW lainnya sangat luar biasanya memberikan semangat besarnya di MTQ tingkat Kelurahan Pematang Pudu.
Ketua LPTQ H Harfan Harahap dalam penjelasan singkat mengatakan untuk membangun talenta dan pengembangan di lingkungan masyarakat akan di gelar nanti MTQ tingkat RW yang akan diikuti oleh utusan RT.
"Kegiatan ini sebagai bentuk kelanjutan program mengaji dilingkungan RW dan setelah pelaksanaan dari MTQ tingkat Kelurahan Pematang Pudu.LPTQ akan segera membangun komunikasi intensif dengan tokoh dan pemuka masyarakat dan membuat program untuk generasi muda kelurahan yang Qur'ani,"jelasnya.
Sementara panitia Edi, dalam momen berlangsungnya MTQ ke XIV tingkat Kelurahan Pematang Pudu, hari pertama mengatakan jika harapan dirinya dan seluruh pengurus termasuk masyarakat beserta lurah sangat ingin peserta bisa berprestasi.
"Berprestasi bukan saja di level Kelurahan tapi unjuk kebolehan pada tingkatan Kecamatan Mandau bahkan antar kabupaten juga menjadi target panitia dan seluruh masyarakat Pematang Pudu,"ujarnya.
Lain harapan humas LPTQ Kelurahan Pematang Pudu, Joni Suganda sangat bercita-cita seluruh generasi muda Islam di Pematang Pudu bisa hafal dan mahir baca Alquran.
"Tentunya, bukan saja Pengurus LPTQ yang berpikir namun seluruh kepala keluarga harus ambil bagian.Agar anak bisa bebas dari masalah buta aksara baca Alquran dan takutnya mereka tidak lagi ambil tahu dengan keadaan mengaji dan meningkatkan peran PDTA dan lain sebagainya sebagai upaya mencegah timbul masalah sosial kehidupan,"kata Joni Suganda.
Sedangkan Syaiful Rizal mengakui kerja ini tidak ringan untuk membentuk sikap dan kemauan belajar dan membaca Alquran.Namun milenial harus bisa jadi generasi Qur'ani. (Joe)










