Selasa, 18 Agustus 2015 10:53:00

Di Inhil, PT Citra Palma Serobot Lahan Warga

Masyarakat meNggunakan topi mengadu ke Ketua PWI Inhil M Yusuf berbaju kemeja
RIAUONE.COM, TEMBILAHAN, INHIL, ROC, - Salah satu perusahaan di Kabupaten Indragiri Hilir kembali berulah. Kali ini, warga Desa Teluk Rambaian Kecamatan Gaung Anak Serka, yang menjadi korban.
 
Pasalnya, menurut penuturan salah seorang warga di sana, Ahmad saat mengunjungi ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Indragiri Hilir, di depan beberapa wartawan yang tergabung dalam kepengurusan PWI Inhil, ia mengadu bahwa lahan perkebunan miliknya, kini sebagian telah rata dengan tanah setelah diserobot perusahaan bernama PT Citra Palma Kencana tanpa ada kejelasan ganti rugi lahan kepada dirinya.
 
Di kesempatan itu Ahmad juga menjelaskan, pada awalnya memang lahan miliknya sempat ditawar oleh perusahaan, namun karena nilai ganti rugi penyerahan lahan tidak sesuai ia langsung menolak tawaran tersebut.
 
"Tak lama kemudian, perusahaan kembali menawarkan ke sistem pola kemitraan saja, yakni masuk kedalam kelompok Plasma. Awalnya saya tertarik untuk masuk, tapi setelah saya cermati sepertinya perusahaan ingin menipu saya. Karena didalam salah satu syarat yang diminta perusahaan adalah agar seluruh anggota mengikuti semua ketentuan perusahaan, sedangkan penjelasan point-point ketentuan itu tidak ada disebutkannya. Makanya saya jadi curiga,"sebutnya.
 
Kemudian ia menjelaskan karena sebagian lahan sekitar 6 hektar dari 12 hektar miliknya telah dirusak oleh perusahaan. Selanjutnya ia mencoba meminta pertanggungjawaban kepada pihak perusahaan, dengan menjumpai langsung Manager Kebun (MK) perusahaan. Namun sungguh disayang, usahanya tersebut tak membuahkan hasil.
 
"Saya sudah coba menanyakan hal ini langsung kepada MK perusahaan dan jawabannya berbelit belit seperti mengelak gitu untuk bertanggung jawab,"sebutnya.
 
Mirisnya lagi, hasil mengecewakan juga dirasakannya , ketika mencoba berusaha meminta bantuan kepada pemerintah daerah dan Kepolisian Sektor setempat.
 
"Saat saya minta bantuan kepada kepala desa,  dia malah menyuruh saya untuk menunggu dirumah saja, katanya biar kepala desanya yang kerumah dia untuk kelanjutannya. Kalau di Polsek , alasannya tanah milik saya punya negara, padahal saya punya surat tanah,"terangnya.
 
Untuk itu, ia meminta bantuan kepada wartawan yang tergabung di PWI Inhil untuk turun tangan, mencoba membantu mengatasi keluhannya ini.
 
Untuk itu, ia datang dan meminta bantuan kepada wartawan yang tergabung di PWI Inhil untuk turun tangan, mencoba membantu mengatasi keluhannya ini serta warga lainnya di sana.
 
"Bukan saya aja , warga lainnya juga merasa dirugikan. Sepengetahuan saya saja, ada 5 orang, kalau diperkirakan luas lahan yang diserobot sekitar 50 hektar,"jelasnya.
Menanggapi hal itu, Ketua PWI Inhil M Yusuf mengatakan akan berusaha membantu , dan siap untuk menindaklanjuti kebenarannya di lapangan dalam waktu dekat ini bersama seluruh kepengurusan PWI Inhil.
 
"Kita akan investigasi dan pengumpulan data ke lokasi,  sehingga kita bisa melihat secara langsung kebenarannya,"tegasnya, Senin (17/8).
 
Lebih jauh ia juga berpesan, bagi masyarakat yang ingin mendapat bantuan , ia dengan denah hati siap membuka pintu PWI. (Ade).
Share
Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Vinhomes Green Paradise Launches Global Smart City Certification Project

    Vinhomes Green Paradise menghadirkan koleksi fasilitas kelas dunia yang luar biasa, menetapkan standar hidup baru untuk pengembangan perkotaan yang siap menghadapi masa depan. *

  • 7 bulan lalu

    Ada-ada Saja, Muncul Isu Menteri Pariwisata Minta Air Galon Untuk Mandi


    NASIONAL, - Tengah geger di sosial
  • 9 bulan lalu

    Memilih laptop untuk desain grafis, Berikut Review Laptop untuk Desain Grafis


    TEKNO, - Memilih laptop untuk desain grafis memer
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified