• Home
  • Riau Raya
  • Disdagperin Melalui Tim Satgas Pangan Lakukan Sidak gas LPG 3Kg
Kamis, 06 April 2023 14:27:00

Disdagperin Melalui Tim Satgas Pangan Lakukan Sidak gas LPG 3Kg


BENGKALIS- Agar kebutuhan gas di masyarakat pada Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri tahun 1444 Hijriah ini terpenuhi dengan baik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) dengan Tim Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak. 

Kadis Dagperin Zulfan didampingi Kabid Pengembangan Perdagangan Paulina, Analis Perdagangan Marliya, UPT Disdagperin Kecamatan Bantan yang tergabung dalam Tim Satgas Pangan juga diantaranya Polres, Satpol PP yang ikut dalam Sidak ini, pertama Sidak ke Kecamatan Bantan tepatnya di Pangkalan LPG 3Kg SPBU Kompak, Desa Resam Lapis, Kecamatan Bantan dengan agen pemasok PT Dara Jingga Mandiri Perkasa, Jalan Seri Pulau, Bengkalis.

Di hadapan Tim Satgas Pangan, pekerja di pangkalan ini bernama Ujang menyebutkan 1.200 tabung gas LPG isi 3 kg masuk ke pangkalan ini dalam sepekan. Untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) di pangkalan ini sesuai dengan SK Bupati Bengkalis nomor 232 tahun 2015 tanggal 4 Mei 2015 yaitu Rp23.100 per tabung gas LPG isi 3Kg.

Ujang hanya menjual kepada keluarga miskin, pernah datang membeli seorang warga menggunakan mobil, dirinya mohon maaf tidak menjualnya, begitu pula kepada PNS yang diberikan Ujang gas 12 kg seharga Rp108.000 per tabung . Pernah pula dirinya menjual 2 tabung gas isi 3 kg kepada seorang warga namun 1 tabung untuk mertua si pembeli. Selain itu, ada juga warga Desa Bantan Tua yang datang membeli dan dilayani Ujang sebab Ujang yang warga Desa Bantan Tua tahu kehidupan si pembeli tadi adalah keluarga kurang mampu.

Kadis Dagperin Zulfan mengingatkan Ujang agar tidak menjual lebih satu tabung ke satu pembeli dengan tujuan agar stok gasnya cepat habis. "Jangan lempo ke pengecer! Jangan seperti itu," kata Kadis Zulfan kepada Ujang dengan dialek sedikit bercampur Melayu Pesisirnya.

Sidak masih di Desa Resam Lapis. Di pangkalan LPG 3Kg Risna didapatkan keterangan dari seorang karyawan bahwa kemarin Pangkalan Risna masuk 120 tabung gas isi 3 kg langsung habis terjual. Risna sang pemilik pangkalan tidak ada di tempat, dengan menggunakan HP karyawan tadi, terlihat Kabid Pengembangan Perdagangan Paulina berbicara dengan Risna.

Kemudian, Tim Satgas Pangan menuju pangkalan LPG 3Kg Yanti yang juga di Resam Lapis. Kepada Tim Satgas Pangan, Yanti menyebutkan sebanyak 140 tabung gas LPG 3 kg yang dijualnya seharga Rp24.000 per tabung masuk ke pangkalannya dalam sepekan. Gas 12 kg pula dijual Yanti seharga Rp115.000. 

Kadis Dagperin Zulfan menanyakan kenapa gas 3 kg dijual Rp24.000 per tabung yang dijawab Yanti sejak dahulu memang mereka menjualnya dengan harga segitu. Kepada Yanti, Kadis Zulfan mengingatkan agar tidak menjual gas 3 kg kepada pengecer baik saat ini maupun masa datang.

Selain sidak gas, di toko Yanti ini Kadis Zulfan dan Tim Satgas juga menanyakan harga bawang, cabe dan kebutuhan pokok lainnya. Semua barang-barang di toko ini, ungkap Yanti dimasukkan oleh beberapa sales, Yanti mengaku jarang belanja ke Kota Bengkalis. Untuk beras Mentayan, warga sekitar kurang menyukai karena ramai petani di sekitar daerahnya.

Setelah Sidak di Kecamatan Bantan, selanjutnya langsung ke agen salah satu agen yaitu PT Dara Jingga Mandiri Perkasa (PT DJMP), Jalan Seri Pulau, Bengkalis. Dalam cuaca gerimis lalu hujan, Tim Satgas Pangan ditemui Manager Aciau atau Nofrizal. 

Agen ini sebut Aciau memasukkan tabung gas LPG ke 56 pangkalan di Kabupaten Bengkalis, 30 pangkalan di Kecamatan Bantan dan Kecamatan Bengkalis. Untuk gas LPG tabung isi 12 kg, bisa masuk ke agen PT DJMP tanpa batas. Saat ini, 400 tabung gas LPG isi 12 kg masuk ke agen ini dalam sepekan. Sedangkan gas LPG isi 3 kg sebanyak 4.480 tabung masuk dalam sepekan serta gas isi 5,5 kg sekitar 200an tabung dalam sepekan.

Manager Operasional PT DJMP Rudi menjawab pertanyaan Kadis Zulfan, pasokan gas LPG yang mereka masukkan ke pangkalan sesuai dengan kuota kebutuhan. Zulfan meminta Rudi menyiapkan data pasokan gas ke pangkalan-pangkalan yang dilayani PT DJMP dengan rincian per hari. Kekurangan stok gas LPG di Bengkalis menurut Rudi hanya kendala Ro-Ro saja sebab mereka memasokkan stabil. "Nggak dikurangi dan nggak ada penambahan kan," kata Rudi seraya menjawab pertanyaan Kadis Dagperin bahwa sejak sepekan stok ke pangkalan LPG SPBU Kompak telah kosong tadi akan dilakukan pada esok (Kamis,06/04) pagi.

Sidak yang dilakukan ini karena selama Ramadhan 1444 Hijriyah dan sejak sepekan terakhir masyarakat susah mendapatkan stok gas LPG isi 3 kg. "Tentu kami dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis akan mencari akar masalahnya di mana, permasalahan di lapangan seperti apa, dan kondisi masyarakat seperti apa, dan juga kondisi pengusahanya seperti apa. Setelah ditelusuri di lapangan, banyak ditemukan permasalahan-permasalahan, yang pertama di pangkalan bukan di jatah setiap hari," kata Kadis Dagperin Zulfan kepada sejumlah wartawan, Rabu (05/04/2023) setelah melakukan Sidak seraya mencontohkan misalnya pangkalan A dipasok 3 hari sekali dan pangkalan B pula 4 hari sekali namun secara kalkulasi stok mencukupi untuk masyarakat sekitar.

Kadis Zulfan dan Tim Satgas Pangan yang tengah berada di agen PT DJMP menyampaikan apa yang dikatakan Manager Operasi Rudi, setiap hari sebanyak 1.120 tabung gas LPG isi 3 kg masuk ke Bengkalis dan dibagikan di 30 pangkalan di Pulau Bengkalis. Kuota mencukupi, "Mungkin terjadi keresahan di masyarakat bahwa gas kosong," pungkas Zulfan.

Saat ditanyakan ada pangkalan yang menjual di atas HET, Zulfan menjelaskan untuk harga ditentukan jarak pangkalan ke SPBE. Jika ada yang menjual di atas HET, itu tidak dibenarkan. Memang (saat Sidak,red) tadi ditemui ada pangkalan yang menaikkan harga hampir seribu rupiah, Kadis Dagperin Zulfan akan menelusuri kembali akan hal ini. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat, pangkalan akan menjualnya sesuai dengan HET, jika ditemukan ada pangkalan yang menjual tinggi dari harga HET, tolong laporkan kepada kami atau melalui UPT Disdagperin terdekat," pesan Zulfan.

Kadis Dagperin Zulfan juga mengingatkan agar order sesuai dengan kuota yang ada, "Yang kedua jangan menjual di atas HET. Yang ketiga, pendistribusian kepada masyarakat itu harus tepat saran. Untuk pangkalan pula diingatkan agar masyarakat membawa Kartu Keluarga, jangan menjual kepada pengecer. Jika ada agen atau pangkalan yang bermain tidak sesuai aturan, kita akan memberikan rekomendasi kepada pihak Pertamina untuk menghentikan sementara kepada agen dan pangkalan yang bermain tadi. Tapi, Alhamdulillah untuk saat ini kita tidak ada menemui hal-hal yang demikian di Pulau Bengkalis maupun Pulau Rupat serta tujuh kecamatan di daratan Pulau Sumatera," tutur Zulfan.

Selanjutnya, Zulfan menghimbau sebagaimana himbauan Bupati Bengkalis Kasmarni bahwa penggunaan gas LPG isi 3 kg hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin, kurang mampu, dan UMKM. "Jadi, bagi ASN atau masyarakat yang mampu untuk tidak menggunakan yang tidak harus kita gunakan (gas LPG isi 3Kg), bukan hak kita. Beralihlah menggunakan gas LPG isi 5,5 kg atau 12 kg. Kalau kita jugo memakai itu, tentu saudara-saudara kita tidak dapat jatahnya," himbau Kadis Dagperin Zulfan di akhir wawancara. (inf).


Share
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified