
Jumat, 13 Maret 2020 16:50:00
Jumat Berbagi Berkah , Pesan Moral TGMM
DURI-Virus Suspect Corona merupakan sumber bencana kehidupan masyarakat namun itu masih belum berbahaya bagi rakyat, ketimbang virus korupsi dan virus narkoba yang menjangkiti suatu daerah atau negara.
Pesan moral ini, diungkapkan Tuan Guru Mualaf Mentawai (TGMM), H Slamet S seusai ibadah sholat Jumat (13/3) siang di Masjid Besar Arafah, Kelurahan Air Jamban Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Menurutnya, besarnya pengaruh buruk korupsi akan terpapar masalah-masalah berkepanjangan dan berkelanjutan bagi sebuah tatanan kehidupan bagi daerah atau suatu negara.
Kehidupan korupsi menjadikan generasi penerus hidup bermewah-mewah tanpa lagi memikirkan keadaan dan kondisi di alami masyarakat yang miskin dan papa bahkan makin terpuruk hidupnya.
Wabah korupsi disebutkan H Slamet S, akan memicu lahirnya jiwa-jiwa gersang dan sikap feodalisme bahkan terciptanya suatu generasi bergaya hidupnya yang lebih suka berfoya-foya berpola hidup sesuka hati hingga terjerembab dengan narkotika.
Disebutkannya, jika masalah narkoba telah melahirkan bencana kehancuran kehidupan bagi pasangan suami-istri dengan besarnya tingkat perceraian.
Tidak sedikit terlihat style tenggen dan gila dengan konsumsi narkoba bahkan kaum muda milenial juga tak terkecuali jadi momok yang terdepan terpapar di dalam masalah narkoba.
Tidak heran kehidupan suram berbagai orang-orang yang terjerembab masalah narkoba, hingga sangat ironisnya lapas Kabupaten Bengkalis warga binaan yang berasal dari Kecamatan Mandau diduga mencapai 90 persen
"Mari kita bersama-bersama peduli dan kembali ke syariat Islam dengan saling mengingatkan anak dan keluarga hingga masalah narkoba dapat terbentengi,"ujar H Slamet S.
Terlepas virus korupsi dan virus narkoba yang lebih berbahaya bagi suatu daerah atau negara jika dibandingkan dengan virus Corona, ditambahkan H Slamet S daerah membutuhkan juga calon-calon pemimpin yang taat beribadah.
"Memimpin dirinya dan keluarganya bahkan mengarahkan dan membimbing masyarakatnya sangat diharapkan lahir di musim Pilkada Kabupaten Bengkalis 23 September 2020 mendatang,"harap H Slamet S.
H Slamet S juga menyoroti Pilkada Bengkalis, yang nantinya berintrikan dengan calon harus bersiap sediakan mahar agar dapat dicalonkan partai jadi kepala daerah.
"Apalah jadinya negeri kita, ada parpol dengan alasan kuat akan memberikan dukungan kepada calon kepala daerah dengan besarnya harga mahar pinangan partai,"sebutnya.
Selain itu diungkapkan H Slamet S akan berpotensi masalah bagi sang calon dan agar bisa lagi mengembalikan anggaran dan belanja mahar.
"Tentu paling dirugikan itu masyarakat terkait mutu dan kualitas pembangunan tidak lagi berkelas prima.Yang memilih calon kepala daerah adalah rakyat dan yang pesta pora mahar tentunya partai politik, ini jelas hal yang sulit diterima akal,"tukas H Slamet S. (Joe)










