- Home
- Riau Raya
- Karhutla Bengkalis Menurun, Ahmad Syah : Daerah kita satu-satu-nya yang punya pos Pemantau Karhutla

Sabtu, 19 September 2015 18:43:00
Karhutla Bengkalis Menurun, Ahmad Syah : Daerah kita satu-satu-nya yang punya pos Pemantau Karhutla
RIAUONE.COM, BENGKALIS, ROC, - Berdasarkan data yang dipaparkan saat Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Balai Serindit Gedung Daerah Gubernuran Provinsi Riau di Pekanbaru yang dipimpin Pelaksana Tugas Gubernur Riau (Plt GUbri) H Arsyadjuliandi Rachman, Jum’at (18/9/2015) kemarin.
Diketahui pada tahun 2014, Kabupaten Bengkalis merupakan daerah penyumbang luas Karlahut terbesar di Provinsi Riau. Yaitu 8.259 ha dari 22.037 ha atau 37,48 persen luas lahan Karlahut di provinsi ini.
Sementara di tahun 2015 justru sebaliknya. Kabupaten Bengkalis malah menjadi daerah yang berkontribusi dalam penurunan luas Karlahut yang terbesar di provinsi ini. Yaitu 7.957 ha atau 45,58 persen dari total penurunan luas Karlahut di Provinsi Riau sebanyak 17.445,5 ha.
Rinciannya, luas Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Provinsi Riau per 16 September 2015 tercatat sebanyak 4.581,5 hektar (ha). Sementara pada tahun 2014 (data mulai 25 Februari 2014), seluas 22.037 ha. Artinya, menurun 17.445,5 ha atau 79,21 persen.
Pada periode yang sama, dari 12 kabupaten/kota di Bumi Lancang Kuning ini, salah satu daerah yang luas Karlahut-nya menurun signifikan adalah Kabupaten Bengkalis. Jika di tahun 2014 seluas 8.529 ha, di tahun 2015 hanya 302 ha. Dengan kata lain, berkurang 7.957 ha atau 96,34 persen.
Terlepas dari angka-angka itu, satu hal yang mungkin patut dicontoh daerah lain, khususnya di Provinsi Riau. Terutama bagaimana keseriusan Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam menanggulangi Karlahut.
Karenanya, tak berlebihan ada yang mengatakan jika kabupaten/kota di Bumi Lancang Kuning ini mau belajar untuk itu, tak perlu jauh-jauh sampai ke Negeri Tirai Bambu (China), cukup ke Negeri Junjungan (julukan untuk Kabupaten Bengkalis).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Riau yang juga Penjabat Bupati Bengkalis H Ahmad Syah Harrofie menjelaskan, sepengetahuan-nya setakat ini baru Bengkalis yang memiliki Pos Pemantauan Karlahut.
Pos yang dibangun tahun 2007 dan memiliki menara pemantau setinggi 30 meter yang dimaksudkan Ahmad Syah itu, terletak di Jalan Lintas Sungai Pakning-Dumai. Tepatnya di Desa Sepahat, Kecamatan Bukit Batu. Pos yang dijaga petugas 1 x 24 jam itu, nantinya bukan hanya untuk memantau, tetapi juga terus dikembangkan sebagai tempat pelatihan tentang segala yang berkaitan dengan Karhutla.
“Melalui APBD Bengkalis tahun 2015, saat ini tengah dibangun aula untuk pelatihan,” ujar Ahmad Syah didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kekabaran (BPBD-Damkar) M Jalal dan Kabid Damkar Suiswantoro, Jum’at kemarin, usai mengikuti Rakor tersebut.
Ditambahkan Suiswantoro selain pembangunan aula (ruang pertemuan) yang menelan dana sekitar Rp 462 juta yang sekarang tengah dalam tahap pengerjaan, berbagai fasilitas lainnya juga terus ditingkatkan. Termasuk pembangunan helipad (tempat mendarat helikopter) dengan total anggaran keseluruhan, kata Suiswantoro, sekitar Rp1 milyar lebih.
“Nanti kalau semuanya selesai, yang tidak ada di Pos di Desa Sepahat ini hanya satu. Yaitu, helikopternya saja,” ujar Ahmad Syah yang beberapa waktu lalu sempat melakukan kunjungan mendadak sekitar pukul 23.00 WIB untuk membuktikan apa pos tersebut benar-benar dijaga petugas 1 x 24 jam.
Hasilnya, dalam kunjungan mendadak yang didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja H Najamuddin Noer tersebut, ternyata Ahmad Syah membuktikan sendiri bahwa Pos Pemantau Karhutla tersebut memang jaga petugas selama 24 jam setiap harinya. (zar/hms).
Share
Komentar










