
Jumat, 18 November 2016 12:29:00
Advetorial
ASISTEN 1 SETDA INHIL BUKA DIALOG DAN DISUKUSI WAWASAN KEBANGSAAN
RIAUONE.COM, TEMBILAHAN - Asisten 1 Setda Inhil Drs Afrizal membuka secara resmi dialog dan diskusi wawasan kebangsaan yang dilaksanakan di aula Kantor Bappeda Inhil, Jumat (18/11/2016).
Acara tersebut turut dihadiri Kasdim 0314 Inhil, Wakapolres Inhil, Kepala Kesbangpol, Tokoh Agama, Mahasiswa serta paguyuban, Organisasi yang ada di Kabupaten Inhil.
Asisten 1 Setda Inhil Drs.Afrizal dalam sambutannya mengatakan, dirinya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan dialog dan diskusi wawasan kebangsaan ini. Kegiatan ini bertujuan untuk lebih meningkatkan dan menggugah kembali rasa nasionalisme, cinta tanah air, setia kepada Pancasila dan UUD 1945 serta negara kesatuan Republik Indonesia.
Dikatakan Afrizal, kesadaran kebangsaan merupakan kondisi yang amat dinamis yang perlu dibina dan dikembangkan serta di dukung oleh intitusi pemerintah, institusi politik, sosial budaya, ekonomi serta pertahanan keamanan.
Jika kondisi seperti itu tetap terpelihara dan terbina dengan baik, maka dikatakannya lagi, kesadaran kebangsaan dapat tumbuh dengan mantap. sebaliknya, apabila tidak terarah, tidak dibina dan dijaga dengan baik, maka semangat kebangsaan dapat luntur bahkan hilang.
Kondisi inilah, menurut mantan kepala BKD Inhil ini, yang berpotensi menimbulkan goncangan terhadap persatuan dan kesatuan bangsa. "Namun tak dapat di pungkiri, penyebab utama timbulnya keadaan tersebut adalah karena pudarnya semangat kesadaran bangsa. begitu juga seluruh lapisan masyarakat hendaknya memiliki cita-cita dan tujuan serta pengertian yang sama tentang persatuan dan kesatuan bangsa, " harapnya.
Dalam diri setiap warna negara, ucapnya, haruslah terpatri hasrat dan tekad untuk hidup damai dan bersatu sebagai satu bangsa di dalam suatu negara, terlepas dari perbedaan etnis, ras, agama, dan golongan.
Karena semangat kebangsaan itu, sebum Afrizal, ditujukan untuk persatuan dan kesatuan bangsa yang harus ditempatkan di atas segala bentuk perbedaan lokal.
"Masyarakat kita merupakan masyarakat yang heterogen, yang terdiri dari berbagai suku, etnis, agama dan budaya yang merupakan kondisi alamiah majemuk dan kompleks. Keragaman tersebut merupakan unsur yang sangat strategis dan menguntungkan untuk membangun bangsa, namun disisi lain juga memberi potensi kerawanan yang besar dari berbagai segi kehidupan yang sewaktu-waktu dapat memicu gejolak dan dikhawatirkan berakhir dengan konflik antar golongan, ras, agama atau daerah yang sungguh sangat tidak kita harapkan dan kita inginkan," imbuhnya.
Makna wawasan kebangsaan dan implementasinya pada masa sekarang ini tentu telah berbeda dengan apa yang terjadi pada zaman perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1945.
kondisi dan situasi telah berubah dengan segala tantangannya dan dalam kaitan itulah rekonstruksi kebangsaan harus dilaksanakan, "Yaitu semua warga negara dapat memulainya dengan membangun kembali rasa, paham dan semangat kebangsaan, dengan memberikan makna baru terhadap hal yang selaras dengan kebutuhan perkembangan zaman," tukasnya.(adv/san)
Share
Berita Terkait
Philips launches new Bridge Plus Occlusion Balloon to help manage rare but life-threatening SVC tears during lead extraction
State of EHS+ Technology: New Cority Research Finds 95% of EHS+ Teams Using Unapproved AI Tools, No One Trusts it to Scale
Meltwater Expands YouTube Integration to Improve Creator Decisions and Campaign Performance
New integration brings first-party, authenticated YouTube data across discovery, evalua
WillScot to Announce First Quarter 2026 Results on May 7, 2026
SCOTTSDALE, Ariz., April 23, 2026 (GLOBE NEWSWIRE) -- WillScot Holdings Corporation ("W
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










