
Rabu, 18 Mei 2016 13:05:00
Advertorial
Ambruk, Pasar Terapung Tembilahan akan Dibangun Senilai Rp177 Miliar
"Pembangunan pasar terapung di Kabupaten Indragiri Hilir untuk anggarannya estimasi sekitar Rp 177 miliar," kata Kepala Disperindag Provinsi Riau M Firdaus, di Pekanbaru, Senin (16/5/2016).
Ia menjelaskan, rencana pembangunan pasar terapung tersebut sebelumnya sudah bekoordinasi dengan pihak-pihak terkait. "Rencana pembangunan itu tadi disampaikan oleh dinas terkait di Indragiri Hilir, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebersihan, Dinas Perhubungan, sedangkan kami dari Disperindag Provinsi Riau, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah," kata Firdaus menambahkan.
Dia menyatakan, mekanisme pembangunan meliputi empat tahap yang akan dipersiapkan pihaknya tahun ini.
"Mekanisme tahapan pembangunan kami berharap Kabupaten Indragiri Hilir tahun ini menyiapkan analisis dampak lingkungan, dan analisa dampak lintas serta juga penghapusan aset, dikarenakan banyak aset daerah yang masuk di sana," ujarnya lagi.
Pemkab Indragiri Hilir juga mempersiapkan pendanaan dan pembangunan tempat transaksi sementara yang digunakan oleh pedagang sampai pembangunan pasar terapung selesai. Sedangkan dari Disperindag Provinsi Riau akan mengkaji ulang melalui bantuan keuangan mengenai besaran anggaran yang akan dialokasikan dan bekoordinasi dengan konsultan.
"Pembangunan pasar terapung ini anggarannya sangat besar, kami ingin budget sharing, dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Pemprov Riau maupun Pemerintah Pusat, jadi ada sinergitas pembangunan tersebut," katanya pula.
Pihaknya telah menyepakati terkait penghematan biaya yang tadinya pasar tersebut direncanakan tiga lantai menjadi dibangun bertahap satu lantai. "Kalau pasar terapung tersebut pembangunannya terealisasi, ini menjadi satu-satunya pasar terapung di Indonesia, yaitu pasar di atas air," katanya lagi.
Pembangunan ini, kata dia, karena telah pasar terapung yang ada sebelumnya roboh. "Laporan dari Disperindag Indragiri Hilir dan masyarakat, intinya kami carikan solusi supaya terbangun karena khawatir kondisi pasar ini sudah tidak layak untuk dipakai ditakutkan roboh kembali dan berisiko bagi keselamatan pedagang dan pembeli," ujarnya pula. (ant)
- See more at: http://www.goriau.com/riauserbaserbi/pemprov-riau-akan-bangun-pasar-di-atas-air-senilai-rp177-miliar-di-tembilahan.html#sthash.h4QJId9Q.dpuf"Pembangunan pasar terapung di Kabupaten Indragiri Hilir untuk anggarannya estimasi sekitar Rp 177 miliar," kata Kepala Disperindag Provinsi Riau M Firdaus, di Pekanbaru, Senin (16/5/2016).
Ia menjelaskan, rencana pembangunan pasar terapung tersebut sebelumnya sudah bekoordinasi dengan pihak-pihak terkait. "Rencana pembangunan itu tadi disampaikan oleh dinas terkait di Indragiri Hilir, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebersihan, Dinas Perhubungan, sedangkan kami dari Disperindag Provinsi Riau, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah," kata Firdaus menambahkan.
Dia menyatakan, mekanisme pembangunan meliputi empat tahap yang akan dipersiapkan pihaknya tahun ini.
"Mekanisme tahapan pembangunan kami berharap Kabupaten Indragiri Hilir tahun ini menyiapkan analisis dampak lingkungan, dan analisa dampak lintas serta juga penghapusan aset, dikarenakan banyak aset daerah yang masuk di sana," ujarnya lagi.
Pemkab Indragiri Hilir juga mempersiapkan pendanaan dan pembangunan tempat transaksi sementara yang digunakan oleh pedagang sampai pembangunan pasar terapung selesai. Sedangkan dari Disperindag Provinsi Riau akan mengkaji ulang melalui bantuan keuangan mengenai besaran anggaran yang akan dialokasikan dan bekoordinasi dengan konsultan.
"Pembangunan pasar terapung ini anggarannya sangat besar, kami ingin budget sharing, dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Pemprov Riau maupun Pemerintah Pusat, jadi ada sinergitas pembangunan tersebut," katanya pula.
Pihaknya telah menyepakati terkait penghematan biaya yang tadinya pasar tersebut direncanakan tiga lantai menjadi dibangun bertahap satu lantai. "Kalau pasar terapung tersebut pembangunannya terealisasi, ini menjadi satu-satunya pasar terapung di Indonesia, yaitu pasar di atas air," katanya lagi.
Pembangunan ini, kata dia, karena telah pasar terapung yang ada sebelumnya roboh. "Laporan dari Disperindag Indragiri Hilir dan masyarakat, intinya kami carikan solusi supaya terbangun karena khawatir kondisi pasar ini sudah tidak layak untuk dipakai ditakutkan roboh kembali dan berisiko bagi keselamatan pedagang dan pembeli," ujarnya pula. (ant)
- See more at: http://www.goriau.com/riauserbaserbi/pemprov-riau-akan-bangun-pasar-di-atas-air-senilai-rp177-miliar-di-tembilahan.html#sthash.h4QJId9Q.dpuf"Pembangunan pasar terapung di Kabupaten Indragiri Hilir untuk anggarannya estimasi sekitar Rp 177 miliar," kata Kepala Disperindag Provinsi Riau M Firdaus, di Pekanbaru, Senin (16/5/2016).
Ia menjelaskan, rencana pembangunan pasar terapung tersebut sebelumnya sudah bekoordinasi dengan pihak-pihak terkait. "Rencana pembangunan itu tadi disampaikan oleh dinas terkait di Indragiri Hilir, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebersihan, Dinas Perhubungan, sedangkan kami dari Disperindag Provinsi Riau, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah," kata Firdaus menambahkan.
Dia menyatakan, mekanisme pembangunan meliputi empat tahap yang akan dipersiapkan pihaknya tahun ini.
"Mekanisme tahapan pembangunan kami berharap Kabupaten Indragiri Hilir tahun ini menyiapkan analisis dampak lingkungan, dan analisa dampak lintas serta juga penghapusan aset, dikarenakan banyak aset daerah yang masuk di sana," ujarnya lagi.
Pemkab Indragiri Hilir juga mempersiapkan pendanaan dan pembangunan tempat transaksi sementara yang digunakan oleh pedagang sampai pembangunan pasar terapung selesai. Sedangkan dari Disperindag Provinsi Riau akan mengkaji ulang melalui bantuan keuangan mengenai besaran anggaran yang akan dialokasikan dan bekoordinasi dengan konsultan.
"Pembangunan pasar terapung ini anggarannya sangat besar, kami ingin budget sharing, dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Pemprov Riau maupun Pemerintah Pusat, jadi ada sinergitas pembangunan tersebut," katanya pula.
Pihaknya telah menyepakati terkait penghematan biaya yang tadinya pasar tersebut direncanakan tiga lantai menjadi dibangun bertahap satu lantai. "Kalau pasar terapung tersebut pembangunannya terealisasi, ini menjadi satu-satunya pasar terapung di Indonesia, yaitu pasar di atas air," katanya lagi.
Pembangunan ini, kata dia, karena telah pasar terapung yang ada sebelumnya roboh. "Laporan dari Disperindag Indragiri Hilir dan masyarakat, intinya kami carikan solusi supaya terbangun karena khawatir kondisi pasar ini sudah tidak layak untuk dipakai ditakutkan roboh kembali dan berisiko bagi keselamatan pedagang dan pembeli," ujarnya pula. (ant)
- See more at: http://www.goriau.com/riauserbaserbi/pemprov-riau-akan-bangun-pasar-di-atas-air-senilai-rp177-miliar-di-tembilahan.html#sthash.h4QJId9Q.dpuf"Pembangunan pasar terapung di Kabupaten Indragiri Hilir untuk anggarannya estimasi sekitar Rp 177 miliar," kata Kepala Disperindag Provinsi Riau M Firdaus, di Pekanbaru, Senin (16/5/2016).
Ia menjelaskan, rencana pembangunan pasar terapung tersebut sebelumnya sudah bekoordinasi dengan pihak-pihak terkait. "Rencana pembangunan itu tadi disampaikan oleh dinas terkait di Indragiri Hilir, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebersihan, Dinas Perhubungan, sedangkan kami dari Disperindag Provinsi Riau, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah," kata Firdaus menambahkan.
Dia menyatakan, mekanisme pembangunan meliputi empat tahap yang akan dipersiapkan pihaknya tahun ini.
"Mekanisme tahapan pembangunan kami berharap Kabupaten Indragiri Hilir tahun ini menyiapkan analisis dampak lingkungan, dan analisa dampak lintas serta juga penghapusan aset, dikarenakan banyak aset daerah yang masuk di sana," ujarnya lagi.
Pemkab Indragiri Hilir juga mempersiapkan pendanaan dan pembangunan tempat transaksi sementara yang digunakan oleh pedagang sampai pembangunan pasar terapung selesai. Sedangkan dari Disperindag Provinsi Riau akan mengkaji ulang melalui bantuan keuangan mengenai besaran anggaran yang akan dialokasikan dan bekoordinasi dengan konsultan.
"Pembangunan pasar terapung ini anggarannya sangat besar, kami ingin budget sharing, dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Pemprov Riau maupun Pemerintah Pusat, jadi ada sinergitas pembangunan tersebut," katanya pula.
Pihaknya telah menyepakati terkait penghematan biaya yang tadinya pasar tersebut direncanakan tiga lantai menjadi dibangun bertahap satu lantai. "Kalau pasar terapung tersebut pembangunannya terealisasi, ini menjadi satu-satunya pasar terapung di Indonesia, yaitu pasar di atas air," katanya lagi.
Pembangunan ini, kata dia, karena telah pasar terapung yang ada sebelumnya roboh. "Laporan dari Disperindag Indragiri Hilir dan masyarakat, intinya kami carikan solusi supaya terbangun karena khawatir kondisi pasar ini sudah tidak layak untuk dipakai ditakutkan roboh kembali dan berisiko bagi keselamatan pedagang dan pembeli," ujarnya pula. (ant)
- See more at: http://www.goriau.com/riauserbaserbi/pemprov-riau-akan-bangun-pasar-di-atas-air-senilai-rp177-miliar-di-tembilahan.html#sthash.h4QJId9Q.dpufRIAUONE.COM, PEKANBARU - Pembangunan Pasar di atas air (Pasar Terapung) yang terletak di tepian sungai Indragiri Jl. Yos Sudarso Tembilahan rencananya akan dibangun melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau dengan kucuran dana sekitar Rp 177 miliar.
"Pembangunan pasar terapung di Kabupaten Indragiri Hilir untuk anggarannya estimasi sekitar Rp 177 miliar," kata Kepala Disperindag Provinsi Riau M Firdaus, di Pekanbaru, Senin (16/5/2016) lalu.
Ia menjelaskan, rencana pembangunan pasar terapung tersebut sebelumnya sudah bekoordinasi dengan pihak-pihak terkait. "Rencana pembangunan itu tadi disampaikan oleh dinas terkait di Indragiri Hilir, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kebersihan, Dinas Perhubungan, sedangkan kami dari Disperindag Provinsi Riau, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah," kata Firdaus menambahkan.
Dia menyatakan, mekanisme pembangunan meliputi empat tahap yang akan dipersiapkan pihaknya tahun ini.
"Mekanisme tahapan pembangunan kami berharap Kabupaten Indragiri Hilir tahun ini menyiapkan analisis dampak lingkungan, dan analisa dampak lintas serta juga penghapusan aset, dikarenakan banyak aset daerah yang masuk di sana," ujarnya lagi.
Pemkab Indragiri Hilir juga mempersiapkan pendanaan dan pembangunan tempat transaksi sementara yang digunakan oleh pedagang sampai pembangunan pasar terapung selesai. Sedangkan dari Disperindag Provinsi Riau akan mengkaji ulang melalui bantuan keuangan mengenai besaran anggaran yang akan dialokasikan dan bekoordinasi dengan konsultan.
"Pembangunan pasar terapung ini anggarannya sangat besar, kami ingin budget sharing, dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Pemprov Riau maupun Pemerintah Pusat, jadi ada sinergitas pembangunan tersebut," katanya pula.
Pihaknya telah menyepakati terkait penghematan biaya yang tadinya pasar tersebut direncanakan tiga lantai menjadi dibangun bertahap satu lantai. "Kalau pasar terapung tersebut pembangunannya terealisasi, ini menjadi satu-satunya pasar terapung di Indonesia, yaitu pasar di atas air," katanya lagi.
Pembangunan ini, kata dia, karena telah pasar terapung yang ada sebelumnya roboh. "Laporan dari Disperindag Indragiri Hilir dan masyarakat, intinya kami carikan solusi supaya terbangun karena khawatir kondisi pasar ini sudah tidak layak untuk dipakai ditakutkan roboh kembali dan berisiko bagi keselamatan pedagang dan pembeli," ujarnya pula. (grc/ant)
Forkopimcam Ujungbatu Laksanakan Operasi Pasar Jelang Bulan Ramadhan 1444 Hijriyah
Rokan Hulu, RiauOne.Com -Kapolsek Ujungbatu Kompol Andi Cakra Putra S.I.K., M.H. bersama Forkopimcam Ujungbatu lainnya, melaksanakan kegiatan operasi pasar menjelang datangnya b
Kapolsek Kunto Darussalan AKP. Fandri SH Ingatkan Warga Agar Tetap Waspada Dengan Antisipasi Tindak Curanmor
Rokan Hulu, RiauOne.Com - Personil Polsek Kunto Darussalam melaksanakan kegiatan Operasi Ramadhan Lancang Kuning 2022 dengan mengamankan kegiatan di pasar Ramadhan di wilayah Hu
Ada-ada Saja Geger Mayat Terapung, Setelah Dievakuasi Ternyata Boneka Seks
LUARNEGERI, - Tubuh perempuan terapung tanpa busana menggegerkan sejumlah orang yang berada di pantai Hachinohe, Prefektur Aomori, Jepang.
Dilansir Ladbible, seorang YouTu
H Dani M Nursalam dan H Ferryandi Hadiri Undangan Buka Bersama Mitra Wartawan Inhil
INHIL, TEMBILAHAN - H Dani M Nursalam dan H Ferryandi, dua politisi yang namanya santer akan mengisi bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pa










