
Rabu, 03 Februari 2016 15:21:00
Advertorial
Bahas Kenakalan Remaja, KNPI Inhil Sambangi P2TP2A
RIAUONE.COM, TEMBILAHAN, ROC - Semakin maraknya kenakalan remaja yang meresahkan masyarakat, terutama banyaknya anak-anak remaja yang menghisap lem kambing khususnya di Kota Tembilahan, menjadi perhatian serius DPD KNPI Inhil dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Inhil.
Untuk membahas masalah persoalan yang dapat merusak generasi muda Inhil ini, KNPI Inhil menyambangi rumah Dinas Bupati Inhil, Selasa siang (3/2/2016). Kunjungan tersebut di pimpin langsung Hidayat Hamid sebagai Ketua KNPI Inhil beserta rombongan yang di sambut Ketua P2TPA Inhil Hj. Zulaikhah Wardan beserta pengurus.
Turut juga di hadiri perwakilan dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Hj.R.Rida Indaryanti, Praktisi Hukum DR.H.Edwar, SH.MH serta Al-Ustadz Surya As’ad.
"Untuk menangani hal tersebut, perlu adanya koordinasi semua pihak. Pada pertemuan ini kita usulkan agar institusi terkait melakukan penyuluhan di sekolah-sekolah akan bahaya menghisap lem bagi remaja. Kemudian melakukan Pengobatan kepada penderita dan terakhir rehabilitasi dengan menyediakan rumah singgah" ujar Ketua DPD KNPI Inhil, Hidayat Hamid.
Ketua P2TP2A Hj.Zulaikhah Wardan, dalam arahannya mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan silaturahmi ini, mengingat P2TP2A ini menangani permasalahan anak berdasarkan pengaduan sesuai dengan tugas pokok P2TP2A yaitu menerima laporan, maka dari itu P2TP2A akan melakukan proses sesuai laporan.
"Apa yang menjadi kerisauhan dari KNPI ini sudah menjadi kerisauhan P2TP2A juga selama ini. Usulan dari KNPI dan SKPD terkait untuk menangani kenakalan remaja tersebut, P2TP2A akan menyampaikan saran ini kepada Bupati," ujar Hj. Zulakhah.
P2TP2A juga, ditambahkan Hj. Zulaikhah, pihaknya juga akan melakukan himbauan untuk membatasi hal terebut jangan sampai semakin berkembang dan anak-anak sebagai generasi penerus kita yang menjadi korban.
"Saat ini untuk mencegah akan maraknya anak-anak menghisap lem, kita akan melakukan pendekatan secara persuasif kepada penjual lem akan dampak yang di timbulkan dengan menjual lem. Bahanya anak-anak mereka juga nanti akan terkena dampaknya," tukasnya. (adv/san).
Share
Berita Terkait
Komentar










