• Home
  • Riau Raya
  • Penerapan Sistem Resi Gudang Di Inhil Pulihkan Semangat Ekonomi Kerakyatan
Selasa, 16 Februari 2016 14:07:00

Advertorial

Penerapan Sistem Resi Gudang Di Inhil Pulihkan Semangat Ekonomi Kerakyatan

Drs. H. Eddiwan Shasby, Kepala Disperindag Inhil, didampingi Sekretaris Tim Percepatan Penerapan Sistem Resi Gudang, Azwar C dan Kabid Perdagangan Disperindag, Raja Teruna saat jumpa pers di aula kantor Disperindag Inhil pagi tadi.
RIAUONE.COM, TEMBILAHAN, ROC - Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang merupakan wilayah perkebunan kelapa terluas di Indonesian dan dikenal wilayah hamparan kelapa dunia, ternyata belum mampu mengangkat perekonomian mayarakatnya yang masih banyak hidup dibawah garis kemiskinan.
 
Kelapa sebagai pohon "Kehidupan" yang sering digaungkan oleh Bupati Inhil HM Wardan diharapkan mampu menghidupi masyarakat Inhil secara layak dan sejahtera.
 
Secara administrasi Inhil memiliki luas perkebunan kelapa sebeluas 1.367.551 hektar. Sekitar 55,09 % dari luasnya merupakan lahan perkebunan 753.450 hektar. Dari luas pekerbunan itu, 429.110 hektar merupakan kebun kelapa yang tersebar di 20 kecamatan yang ada di Indragiri Hilir.
 
Dalam ekspose Kepala Disperindag Inhil kepada awak media, dari hamparan kelapa Inhil seluas 429.110 hektar saat ini, komoditi kopra merupakan komoditi unggulan yang pengelolaannya layak dengan menggunakan Sistem Resi Gudang (SRG).
 
"Sistem Resi Gudang yang akan diterapkan di kabupaten ini diharapkan menjadi solusi ekonomi kerakyatan . Insyaallah tahun 2017 ini,  Pemkab Inhil akan menggulirkan program Sistem Resi Gudang (SRG) jika SK dan semua ketentuan sudah dipenuhi. Sistem ini dinilai mampu untuk mengstabilkan harga kelapa yang selama ini anjlok," ujar Drs. H Eddiwan Shasby, MM, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir, saat jumpa pers di aula kantor Disperindag, Selasa (16/2) pagi tadi.
 
Pertemuan tersebut juga dihadiri Sekretaris Tim Percepatan Penerapan Sistem Resi Gudang, Azwar C dan Kabid Perdagangan Disperindag, Raja Teruna.
 
Sistem resi gudang ini juga, dikatakan Eddi, dapat memperkuat daya tawar-menawar petani serta menciptakan efisiensi di dunia agrobisnis , dimana petani bisa menunda penjualan komoditi setelah panen, sambil menunggu harga membaik kembali, dengan menyimpan hasil panen mereka di gudang-gudang tertentu yang memenuhi persyaratan.
 
Petani kelapa pun, jelas Mantan Kadis Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) ini, jika ingin melanjutkan kegiatan bercocok tanamnya, maka kebutuhan modal petani bisa dicukupi dengan adanya mekanisme pembiayaan dari sistem resi gudang ini. 
 
"Saat harga komoditi di pasaran sudah mulai membaik, petani bisa menjual hasil panen itu dengan harga tertinggi," Kata Eddi.
 
Tersedianya sistem resi gudang ini, dikatakannya pula, akan memungkinkan bagi pemilik resi gudang untuk meminjam di luar negeri dalam mata uang yang bunganya lebih rendah utamanya apabila pinjaman tersebut dibuat dengan jaminan resi gudang komoditas ekspor maka dengan cara demikian dapat dilakukan.
 
"Sistem ini juga dapat digunakan bagi petani dalam membiayai proses penananam lahan dan juga bagi pabrik dapat digunakan untuk membiayai persediaan bahan baku," jelasnya panjang lebar.
    
Tidak hanya itu, ia juga mengatakan, langkah ini juga memudahkan memobilisasi kredit ke sektor pertanian. Adanya kepastian jaminan dari pihak gudang tertentu yang telah disetujui oleh insitusi tertentu memberikan keyakinan bagi pihak bank untuk memberikan pinjaman atas jaminan resi gudang tersebut kepada para petani atau pedagang yang menyimpan barangnya di gudang tersebut.
 
Sementara itu, Pemerintah sendiri  nantinya melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ikut serta secara langsung menjadi pelaku pasar dan mampu menciptakan persaingan harga dengan perusahaan swasta, sehingga tercipta harga jual beli kelapa yang mengikuti harga pasar dunia.
 
"Petani kelapa Inhil tidak lagi dijadikan sapi perah oleh pihak-pihak yang hanya ingin mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa peduli dengan penderitaaan petani kelapa Inhil," imbuhnya.
 
Tahapan rencana penerapan SRG komoditi kelapa oleh Pemda Inhil sudah sampai pada tahapan sosialisasi dan tinggal menunggu surat keputusan (SK) dari pemerintah pusat yaitu menteri Perdagangan.
 
Dalam sosialisasi program pemerintah Inhil ini, disebutkan pihak Disperindag, telah mendapat dukungan dari masyatakat, terutama dari petani dan pengusaha kelapa. Mendengar terobosan Pemda ini, petani kelapa Inhil yang sudah puluhan tahun menjerit seakan mendapat semangat baru.
 
Jaminan akan stabil dan berimbangnya harga kelapa mengambalikan semangat bagi petani untuk kembali mengelola kebun-kebun mereka yang sudah rusak.
 
"Alhamdulillah setelah kita sosialisasikan, SRG mendapat dukungan dari masyarakat, kususnya petani kelapa. Saya melihat semangat masyarakat untuk kembali membudidayakan kebun kelapa tersebut muncul kembali," tambah Azwar C, Sekretaris Tim Percepatan Penerapan Sistem Resi Gudang Kabupaten Inhil. (san)
Share
Berita Terkait
  • 10 tahun lalu

    Petani Kelapa Jangan Ragu Dengan SRG, Ini Dia Beberapa Manfaatnya

    RIAUONE.COM, TEMBILAHAN, ROC -Resi gudang yang merupakan dokumen bukti kepemilikan barang yang disimpan di suatu gudang terdaftar secara khusus tidak perlu lagi diragukan m
  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified