
Rabu, 24 Oktober 2018 07:24:00
Sebelum Ditemukan Mati Tergantung, Keluarga Erizun Mengaku Sempat Diancam Polisi
RIAUONE.COM, TELUKPINANG – Keluarga korban Erizun alias Al Gunggut, membeberkan adanya ancaman terhadap korban oleh pihak kepolisian dari Polsek GAS.
Yanto, abang kandung korban menuturkan, 6 orang anggota polisi sempat datang ke rumah orangtua korban mencari dan menanyakan keberadaan korban terkait laporan keributan yang dilakukan oleh korban, Kamis (18/10/2018) lalu.
“Bawa kayu dia (polisi) marah marah datang mencari korban, katanya berkelahi di pasar. Kalau jumpa mau dipatah - patahkan kata polisi itu, 3 orang masuk ke dalam (rumah) mencari,” kisah Yanto, didampingi paman korban Ruslan, saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan GAS, Minggu (21/10/2018) malam.
Sejak kejadian tersebut, menurut Yanto, korban tidak diketahui lagi keberadaanya hingga akhirnya ditemukan tergantung di kebun kelapa Jalan Merdeka, Lr. Bumi Ayu, Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan GAS, Inhil, Sabtu (20/10/2018) siang.
Sementara itu, dr. Yayan Yulianto membeberkan, kematian korban sangat janggal, terjadinya pembusukan ditubuh korban karena sudah 75 jam korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Bukan hanya itu, kematian korban tidak menunjukkan ciri-ciri bunuh diri.
Korban ditemukan dengan posisi tergantung kaki sampai ketanah, dan lidah tidak mejulur dan tidak ditemukan sperma. Bahkan jeratan tali dileher korban juga sangat aneh. "Ini tidak seperti orang bunuh diri," tegasnya.
Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra, S.IK, MH membenarkan pemukulan yang dilakukan oleh anggota Polsek GAS kepada Erizun dua hari sebelum korban ditemukan tergantung di Kebun kelapa Jalan Merdeka, Lr. Bumi Ayu, Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan GAS, Inhil, Sabtu (20/10/2018) siang.
Menurut Kapolres, pemukulan yang dilakukan oleh Kanit Reskrim Polsek GAS tersebut, untuk membela diri karena korban membawa senjata tajam (Sajam) saat mengamuk di Pasar Teluk Pinang.
“Pada kronologis kejadian saat itu, ada laporan masyarakat ke Polsek, katanya ada orang mabuk ngamuk di pasar. Anggota saya ke pasar, yang bersangkutan (korban) ngacung - ngacungkan pisau dipukul lah sama Kanit Reskrim, Seperti itu. Membela diri dari pada diserang,” ujar Kapolres Inhil kepada awak media di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Selasa (23/10/2018) pagi.
Perihal pemukulan ini, Kapolres menegaskan akan tetap menindak kasus pemukulan oleh anggotanya tersebut, disamping langkah – langkah lain terkait peristiwa ini.**(odi/roc)
Share
Komentar










