- Home
- Riau Raya
- Sosialisasikan Pendistribusian Kartu Indonesia Sehat, BPJS Tembilahan Gelar Konferensi Pers

Kamis, 04 Februari 2016 12:20:00
Advertorial
Sosialisasikan Pendistribusian Kartu Indonesia Sehat, BPJS Tembilahan Gelar Konferensi Pers
RIAUONE.COM,TEMBILAHAN,ROC- Kantor BPJS Cabang Tembilahan menggelar sosialisasi dan konferensi pers tekait perdistribusian Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI), Rabu (03/02/2016).
Dalam kegiatan ini, Pihak BPJS melibatkan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kabupaten Inhil, diantaranya Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Disdukcapil serta dari pihak swasta, JNE, perusahaan ekspedisi yang dipercaya untuk mendistribusikan KIS.
Beberapa point penting yang disampaikan oleh pihak BPJS Cabang Tembilahan, Masyarakat atau user dapat menyampaikan keluhan jika ada permasalahan menyangkut KIS-PBI kepada Posko Pemantauan dan Penanganan Pengaduan Distribusi KIS-PBI.
Pengaduan juga bisa disampiakan via hotline di 0821665404 atau email pengaduan kc-tembilahan@bpjs-kesehatan.go.id
Bagi masyarakat yang berhak menerima KIS-PBI tidak dipungut biaya sepeserpun terkait pendistribusian.
"Apabila ada pungutan biaya agar dapat melaporkan ke posko pemantuan dan penanganan distribusi KIS-PBI di wilayah kerja masing-masing," ungkap Kepala Kantor BPJS Tembilahan, Yessi Rahimi.
Ditambahkan Rahmi, Saat ini jumlah kartu KIS yang sudah terdistribusi sampai ke kecamatan di Kabupaten Inhil, Inhu dan Kuansing sebanyak 46.978 dan 28.641 yang sudah sampai ke user (penerima manfaat).
Dengan perincian jumlah kartu KIS-PBI tercetak dan terdistribusi sampai kecamatan, untuk Inhil 22.600 (sampai ke kecamatan), 14.935 (sampai ke user) atau 66,08 persen.
Kabupaten Inhu sebanyak 12.860 (sampai ke kecamatan), 8.748 (sampai ke user) atau 68,02 persen dan Kabupaten Kuansing sebanyak 11.518 (sampai ke kecamatan), 4.958 (sampai ke user) atau 43,05 persen.
Yesi juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang belum terdaftar sebagai anggota BPJS segera mendaftarkan diri sebagai keanggotaan. Banyak kasus, Ia menyayangkan masyarakat baru mendaftar ketika yang bersangkutan sudah jatuh sakit.
Yesi juga menyampaikan bahwasanya sistem BPJS menjunjung tinggi asas gotong royong, dimana yang kaya membantu yang miskin, dan yang sehat membantu yang sakit. Untuk itu Ia berharap bagi peserta mandiri agar disiplin membayarkan iuran tepat waktu.
"Masyarakat jangan ingat BPJS ketika sakit saja, kalo sudah sehat lupa sama BPJS nya, kalo seperti ini tidak jalan konsep gotong royongnya," tandas Yesi.(adv/san)
Share
Berita Terkait
Trik Rumah Sakit Ketahuan KPK, KPK akan Seret 3 Rumah Sakit karena Tipu Tagihan BPJS Kesehatan Rp34 M
Pengganti BPJS Kelas...? Pemerintah akan Terapkan Sistem Kelas Rawat Inap Standar di RS secara Bertahap
NASIONAL, KESEHATAN, - Pemerintah akan penerapan sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di RS secara bertahap, mulai pada Januari 2023 hingga Juli 2025. Dengan demikian, p
Pihak BPJS Buka Suara Respons Viral Nakes Joget Bandingkan Layanan Pasien BPJS Vs Umum
NASIONAL, KESEHATAN, - Jagat dunia maya tengah dihebohkan oleh konten TikTok yang dibuat oleh sejumlah tenaga kesehatan (nakes). Yang membuatnya kontroversial, para nakes terseb
Heboh video di sosial media Nakes Joget TikTok Bedakan Layanan Pasien BPJS Vs Umum
NASIONAL, KESEHATAN, - Heboh video di sosial media yang dibuat oleh tenaga kesehatan (nakes). Kali ini, video viral tersebut berisi tiga orang Nakes yang tengah berjo
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










