
Selasa, 20 Desember 2016 22:23:00
Warga Gembira, Pustu Desa Sungai Dusun Direhab
RIAUONE.COM, SUNGAIDUSUN- Warga Desa Sungai Dusun Kecamatan Batang Tuaka, Indragiri Hilir (Inhil), tidak bisa menyembunyikan perasaan gembiranya melihat Puskesmas Pembantu (Pustu) mereka yang sudah tidak layak itu kini direhab.
Pagi itu tampak begitu berbeda. Sekitar dua puluhan anak-anak yang memang rutin mengikuti kegiatan tersebut setiap bulannya, kini tampak lebih riang bermain, berlarian kesana kemarin dalam ruangan yang memang tak besar itu.
"Alhamdulillah bang, kini kami tak cemas lagi melepas anak bermain disini. Lantai kayu yang dulu banyak berlubang kini telah tak ada lagi. Semua sudah diganti nampaknya," ucap salah seorang ibu dari anak-anak peserta Posyandu tersebut saat didatangi wartawan beberapa pekan lalu.
Seperti yang dijelaskan Edi Sasmita, Pjs Kepala Desa Sungai Dusun, Puskesmas Pembantu (Pustu) tersebut, memang baru saja direhab. Rehab itu, katanya, memang perlu dilakukan karena sejak dibangun 2005 lalu tak pernah ada lagi perawatan.
"Hampir sebelas tahun sudah, jadi maklum sajalah bang bentuknya dah macam mana. Makanya kami laksanakan rehab ini. Seluruh papan lantai kami ganti, dinding dari papan kami ganti dinding beton, atap dari seng kami ganti dengan genteng, pintu ganti, jendela ganti, dek ganti, teras ganti, wc, kamar pasien, kamar tunggu juga kami perbaiki. Alhamdulillah kini lebih baik bentuknya," sebut Edi.
Saat ini, terangnya, hanya tongkat tiang saja yang belum diganti. Tapi kondisinya memang masih cukup layak untuk dipakai, sehingga rencana semula yang ingin membangun gedung baru akhirnya menjadi rehab.
"Memang belum diganti, tapi kemarin itu saat kita survey memang masih layak. Makanya cuma direhab saja. Jadi anggaran yang kita miliki dapat dialokasikan ke yang lain pula. Dan rehab tu seluruhnya memakai dana Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ, red)," katanya.
Pemerintah Desa Sungai Dusun, kata Edi pula, memang sangat mengapresiasi program DMIJ. Dikatakannya program tersebut sangat jitu dan bisa menjawab permasalahan yang ada di desa, khususnya pembangunan dan kesejahteraan tatanan pemerintahan.
"Dari segi aspek pembangunan kita sudah tidak malu-malu lagi untuk mengumbar pertanyaan dari masyarakat untuk dijadikan sebuah wujud aspirasi. Kami bisa menampung usulan dan insya Allah bisa segera kita prioritaskan. Kalau dahulu kami sangat segan dan malu karena takut dibilang memberikan harapan tanpa wujud realisasi. Selain itu, program ini juga memberikan perhatian terhadap perangkat desa begitu besar sehingga memotivasi untuk kinerja, tidak ada lagi perangkat yang malas-malasan dan tidak mau bekerja karena memiliki insentif yang alhamdulillah tercukupi untuk perlengkapan dapur," paparnya tersenyum.(san)
Share
Berita Terkait
Komentar










