• Home
  • Riau Raya
  • Liput Demo di RSUD Bangkinang, Wartawan Dihalang-halangi Satpam Jumpa Dirut Untuk Wawancara
Kamis, 28 Desember 2017 17:07:00

Liput Demo di RSUD Bangkinang, Wartawan Dihalang-halangi Satpam Jumpa Dirut Untuk Wawancara

BANGKINANG - Sejumlah mahasiswa Kampar melakukan aksi demo di RSUD Bangkinang, Kamis (28/12) siang. Mereka protes atas banyaknya dokter yang tidak masuk, dan mengganggu pelayanan.
 
Aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa ini, diliput oleh beberapa orang wartawan. Setelah aksi, wartawan pun mewawancarai salah seorang pendemo. Untuk berimbang, wartawan pun berusaha untuk mengkonfirmasi ke Dirut RSUD Bangkinang. 
 
Nanun, saat hendak menemui Dirut RSUD, para wartawan dihalangi oleh beberapa orang satpam RSUD itu. Antara lain wartawan Riau Pos, Harian Detil, dan dua orang wartawan TV Melayu. 
 
Kejadian ini berawal saat dua orang wartawan, hendak memasuki lift, untuk menaiki lantai II. Sebab, ruangan Dirut berada di lantai II.
 
Saat itulah wartawan dicegat oleh dua orang satpam. "Abang mau kemana?" tanya salah seorang Satpam. Saat itu, wartawan yang bernama Hasbi, menjawab bahwa mereka hendak meminta konfirmasi kepada Dirut. 
 
Konfirmasi ini penting dilakukan dalam tugas jurnalistik, demi berita yang berimbang. Setelah menyampaikan alasan ini, wartawan tetap tidak diperbolehkan masuk. "Tidak boleh bang," kata Satpam yang bernama Melly.
 
Hasbi yang merupakan wartawan Harian Detil ini, tidak terima dengan perlakukan itu. Dia meminta satpam menjelaskan alasan mereka dilarang masuk. Namun, satpam itu tidak memberikan alasan yang jelas. Bagi mereka, wartawan tidak boleh masuk.
 
Sempat terjadi adu mulut saat itu. Bahkan beberapa wartawan juga telah menjelaskan bahwa mereka bertugas telah dilindungi undang-undang Pers. Sanksi pidana menunggu bila ada yang menghalangi tugas wartawan.
 
Namun, para satpam terus saja melarang masuk. Setelah bersitegang, barulah salah seorang Satpam berusaha menenangkan. "Tunggu di sini saja bang. Saya tanya ke atas dulu," kata Satpam Mis Yanti.
 
Saat ditanya apakah SOP RSUD memang melarang wartawan meliput, Dirut RSUD Bangkinang, Andri Justiaan menjawab, itu tidak ada.  "Nggak ada SOP melarang wartawan masuk. Ini miss komunikasi saja," ujarnya.
 
Mungkin kata dia, Satpam hendak mengkonfirmasi ke ruangannya terlebih dahulu, untuk tamu yang datang. "Lagian kita tadi ada tamu juga di atas dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru," ujar Dirut Andri.
 
Jadi kata dia, hal yang dilakukan Satpam tersebut tidaklah melarang wartawan. "Tapi setelah itu, dia (satpam, red) naik ke atas memberi tahu kami. Kita selesaikan rapat, salat dulu, baru turun," kata Andri. (hbi/mzi)
Share
Berita Terkait
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified