• Home
  • Riau Raya
  • Bupati Kuansing Drs.H Mursini,M.Si Pimpin Upacara Hardiknas, dengan Hikmad.
Jumat, 04 Mei 2018 11:46:00

Bupati Kuansing Drs.H Mursini,M.Si Pimpin Upacara Hardiknas, dengan Hikmad.

KUANSING,- Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2018 pada hari Kamis Pagi, (03/05/2018) bertempat di Lapangan Limuno Teluk Kuantan.
 
Ditandai dengan apel bendera, upacara yang dihadiri seluruh ASN di Lingkup Pemerintah Kabupaten Kuansing, para guru dan siswa/siswi dari sejumlah sekolah ini dipimpin langsung oleh Bupati Kuansing Drs.H.Mursini,M.Si. Peringatan Hardiknas, 2 Mei 2018 berlangsung hikmad dan sederhana. Ujar Kabag Humas dan protokoler Setda Kuansing Drs. Muradi, M.Si melalui Kasubag Informasi media cetak dan elektronik Sepi Keswita, ST MIP kepada sejumlah wartawan di Teluk Kuantan.
 
Selanjutnya kata Selpi  bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati H Mursini, tampil dengan mengenakan pakaian Korpri berwarna biru. Sedangkan sejumlah guru yang hadir sebagai peserta dalam upacara tersebut mengenakan batik khas PGRI.
 
Pada kesempatan itu,  Bupati Kuansing membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy,  mengungkapkan peringatan Hardiknas tahun 2018 mengangkat tema ‘Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan’. Tema ini, menurutnya, terilhami dari Ki Hadjar Dewantoro, bapak pendidikan nasional, yang memajukan pendidikan dan kebudayaan. 
 
Menurut Bupati, amanat menguatkan pendidikan dan kebudayaan tertuang dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003, BAB I, pasal 1 ayat 2, yang menyatakan pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan kebudayaan nasional merupakan akar pendidikan nasional.
 
“Di sinilah terjadinya titik temu antara pendidikan dan kebudayaan. Jika kebudayaan nasional kita menghunjam kuat di dalam tanah tumpah darah Indonesia, akan subur dan kukuh pulalah bangunan pendidikan nasional Indonesia,” tutur Mursini.
 
Di samping itu, lanjut Bupati, disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan telah mempertegas posisi kebudayaan nasional sebagai ruh, pemberi hidup, dan penyangga bangunan pendidikan nasional. “Sebab itu, kebudayaan yang maju adalah prasyarat yang harus dipenuhi jika ingin pendidikan nasional tumbuh subur, kukuh, dan menjulang,” ucapnya.
 
Dalam kesempatan itu pula, Bupati menambahkan, pentingnya penguatan pendidikan dan kebudayaan juga merupakan respons terhadap pembangunan infrastruktur yang dilakukan Presiden Jokowi. Karena, menurutnya, pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM).
 
Untuk itu, Bupati Mursini meminta guru, orangtua dan masyarakat untuk menjadi tripusat penguatan pendidikan dan kebudayaan nasional. Sebab, menurutnya, peran ketiganya sangat penting dalam mendorong anak didik mewujudkan cita-cita pendidikan nasional.
 
“Guru, orang tua, dan masyarakat harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi anak-anak Indonesia,” tukasnya.(*)
Share
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified