• Home
  • Riau Raya
  • Kadis Perikanan Coffe Morning dengan sejumlah Wartawan : Prospek Perikanan Kuansing Potensial
Kamis, 06 September 2018 16:25:00

Kadis Perikanan Coffe Morning dengan sejumlah Wartawan : Prospek Perikanan Kuansing Potensial

 
KUANSING,- Kepala Dinas Perikanan Ir.Emmerson yang di dampingi staff Sepriwarman Coffe morning dengan wartawan Lintas Media Kuansing Kamis (6/9/2018) di Teluk Kuantan.
 
Banyak hal yang di perbincangkan seputaran persoalan Usaha Perikanan di Kuantan Singingi, Emmerson  seorang insinyur Perikanan  terlihat gamblang membentang kan persoalan Perikanan di Kabupaten Kuansing, mulai dari ketersediaan benih, Pelet, sampai persoalan pemasaran semuanya disampaikan dengan jelas oleh Emmerson.
 
Mulai dari persoalan ketersediaan  benih ikan di Kuansing kata Emmerson masih tersedia dengan memadai, suplai dari hectary Perikanan dan Balai Beni Ikan (BBI) yang berlokasi di Desa Marsawah Kecamatan Sentajo Raya masih mencukupi untuk kebutuhan  benih petani ikan di Kuansing, Menurutnya  kebutuhan benih untuk petani Kuansing berkisar 700 sampai 1 juta ekor, perbulan ini masih dapat di suplay dari penangkar benih yang ada di Kuansing saat ini," ungkap Emerson.
 
Selain penangkar benih yang kita miliki khusus dinas perikanan kita juga melakukan pembinaan terhadap usaha perikanan perorangan, saat ini telah ada di beberapa  Kecamatan di Kuansing petani yang lansung melakukan penangkaran benih secara mandiri, ini termasuk bagian dari usaha dinas perikanan untuk menciptakan kemandirian para petani Kuansing," ungkapnya.
 
"Menyangkut kualitas benih  dinas perikanan memiliki tenaga pengawas kualitas benih, yang selalu melakukan peninjauan ke lokasi pembudidaya benih di Kecamatan," ucapnya.
 
Ketersediaan lahan BBI  260 hektar tahun 2018, saat ini baru tergarap sekitar 50 hektar, jika seluruh lahan BBI ini bisa kita garap akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap perekonomian daerah, terutama sektor Perikanan.
 
Pengembangan usaha perikanan dan pusat pelatihan perikanan, masih akan terus  kita tingkatkan, kedepan kata Emmerson  kita juga akan kombinasikan usaha perikanan  dengan prospek pariwisata  alam  ini sedang kita rumuskan," ungkap emmerson.
 
" Saya melihat peluang kombinasi usaha perikanan dengan penunjang objek wisata di Lahan BBI desa Marsawah sangat bagus , namun perlu adanya  dukungan dari OPD terkait untuk membangun fasilitas pendukungnya. Fungsi irigasi akan sangat mendukung pengembangan objek wisata alam, kolom ikan di sekeliling bendungan bisa dijadikan fasilitas pendukung pariwisata kuliner," ungkap Emmerson.
 
Selain itu kebutuhan ikan untuk konsumsi masyarakat  Kuansing berkisar 10 ribu ton sementara produksi kita pwrbulan 3600 ton, ini bisa kita jadikan peluang usaha perikanan di  Kuansing masih terbuka lebar. Untuk menutupi kekurangan kebutuhan pasokan  Ikan yang di pasok dari luar,seperti kabupaten Kampar, dan Sumbar," Ucap Emmerson.
 
Dengan begitu sambung Emmerson, dinas perikanan juga melakukan kegiatan pelatihan tenaga penangkar benih, kita bisa menciptakan tenaga yang mampu membuat pembenihan yang berkualitas, sehingga petani perikanan di Kuansing dapat memproduksi ikan dengan maksimal," katanya.
 
Dia mencontohkan pelaku usaha budidaya ikan  Iwan yang berlokasi di belakang kantor Bupati Kuansing tidak hanya menjual ikan, tetapi sudah mulai merambah ke bisnis pembenihan," ini satu kemajuan pungkas Emmerson. (Ijk)
 
 
 
 
 
 
 
Share
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified