Kamis, 13 November 2014 16:54:00
Kemedikbud RI Tunjuk SMAN 1 Teluk Kuantan Sebagai Sekolah Rujukan Nasional
riauonecom, Kuansing, - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menetapkan SMAN 1 Teluk Kuantan sebagai sekolah rujukan nasional dalam melaksanakan program kurikulum 2013. Saat ini, SMA N 1 Teluk Kuantan tengah melaksanakan program pendampingan bersama sekolah-sekolah lain.
"Untuk memantapkan penerapan kurikulum 2013, Kemendikbud RI menunjuk SMA Negeri 1 Teluk Kuantan sebagai induk kluster atau sekolah rujukan nasional dalam mengimplementasi kurikulum 2013 tahun 2014," ujar Kepala SMAN 1 Teluk Kuantan, Ergusneti SPd dalam rilisnya kepada waratwan.
Menurutnya, sebagai induk kluster SMA Negeri 1 Teluk Kuantan diberikan dana Bansos untuk melaksanakan program pendampingan implementasi kurikulum 2013 bersama 10 sekolah sasaran, yaitu SMA Negeri 1 Hulu Kuantan, SMA Negeri 1 Kuantan Mudik, SMA Negeri 2 Kuantan Mudik, SMA Negeri 1 Gunung Toar, SMA Negeri Pintar Kuantan Singingi, SMA Negeri 1 Singingi, SMA Negeri 2 Singingi, SMA Negeri 1 Singingi Hilir,SMA Negeri 2 Singingi Hilir dan SMA Negeri 3 Singingi Hilir.
Kepala SMA Negeri 1 Teluk Kuantan selaku Induk Kluster Ergusneti didampingi Wakasek Kurikulum selaku Ketua Program Pendampingan Implementasi Rohandi SPd MM, dan 8 orang guru pendamping yang diketuai oleh Dra Defri Andayani dan 99 orang guru sasaran perwakilan dari 11 SMA Induk kluster SMA Negeri 1 Teluk Kuantan mengikuti acara terkait implementasi kurikulum 2013, yang dilaksanakan di Auditorium SMAN 1 Teluk Kuantan, Jumat, akhir pekan lalu.
Kepala SMA Negeri 1 Teluk Kuantan Ergusneti menyebutkan, kegiatan ini merupakan workshop sehari untuk membicarakan keberhasilan dan permasalahan yang terjadi dalam penerapan kurikulum 2013 di sekolah masing-masing. Kemudian, dicarikan jalan keluar dari permasalahan tersebut sehingga dipastikan kurikulum 2013 betul-betul dapat diterapkan sesuai dengan harapan pemerintah.
Dari presentasi yang disampaikan oleh Ketua Tim Pendamping Dra Defri Andayani, diperoleh gambaran, bahwa belum semua sekolah melaksanakan kurikulum 2013 secara utuh. "Disana sini masih terdapat kelemahan yang perlu mendapat perhatian berbagai pihak untuk perbaikan kedepan," katanya.
Kelemahan-kelemahan itu antara lain, belum terlaksananya matrikulasi bagi sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013 pada tahun 2014 ini, belum terlaksananya bedah buku pegangan siswa dan guru. Sementara persentase tertinggi adalah sudah disiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) , sudah dilaksanakannya analisis SKL dan belum sepenuhnya dilaksanakannya penilaian secara autentik.
Sementara itu, Ketua Program Pendampingan Implementasi Rohandi SPd MM mengatakan, bahwa kegiatan pendampingan ini tidak cukup sampai disini saja, dan akan tetapi sekolah diminta secara konsisten dan sungguh-sungguh untuk melaksanakan hasil pertemuan ini di sekolah masing-masing. "Maka untuk memastikan penerapan itu, kita akan kembali turun pada tahap kedua ke sekolah sasaran untuk melihat secara lansung bagaimana pelaksanaan proses pembelajarannya didepan kelas," ujarnya. (ktc/roc)
Share
Berita Terkait
Panitia Pekan Raya Biologi 2026 Fkip Unri Perkuat Kesiapan
PENDIDIKAN, - Menjelang pelaksanaan Pekan Raya Biologi (PRB) 2026, paniti
Ada-ada Saja, Muncul Isu Menteri Pariwisata Minta Air Galon Untuk Mandi
NASIONAL, - Tengah geger di sosial
Presiden Prabowo Resmi Lantik Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga
NASIONAL, - Pada hari Rabu, 17 September 2025, Pr
BAPER JILID VII: Bazar & Pagelaran Seni Remaja Rutin PIK-R ASIK SMKN 1 Dumai Meriahkan Hari Remaja Internasional
PENDIDIKAN, DUMAI, - Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) ASIK
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










