Minggu, 20 Mei 2018 18:40:00
Menjelang Idul Fitri 1439 H, Tukang Jahit Pakaian di Teluk Kuantan Kebanjiran Order
KUANSING,- Menjelang memasuki lebaran Idul Fitri 1439H, penjahit pakaian di kota Teluk Kuantan mulai kebanjiran order. Kamel, salah seorang pelaku usaha jahit pakaian di seputaran Simpang Tiga Teluk Kuantan, Ahad (20/5/2018) mengaku tahun ini orderan jahitan meningkat cukup tinggi dari tahun sebelumnya.
Kamel yang juga pernah memiliki usaha jahitan pakaian di Kota Medan ini menuturkan, semenjak membuka usaha di Teluk Kuantan 11 tahun silam, saya merasa cukup nyaman berusaha di Teluk Kuantan," ucap Kamel.
Walau kotanya terbilang kecil bila di bandingkan dengan kota Medan, Teluk Kuantan cukup nyaman untuk tempat berusaha," ujar Kamel. Hal ini menurut Kamel, mungkin faktor Penduduk Teluk Kuantan cukup bersahabat dan ramah dengan pendatang, Saya merasa hidup di Kampung sendiri, " ungkap Kamel.
Pelanggan jahitannya, saat ini cukup ramai, bahkan pelanggan dari kecamatan juga banyak yang datang, seperti pucuk rantau, Singingi hilir, Cerenti, dan inuman, Baserah, dan penduduk Kuansing lainnya.
Pria yang pernah jatuh bangun di usaha jahitan ini, bercerita, "dulu saya di Medan memiliki usaha konveksi pakaian jadi," katanya. Saya sempat memiliki karyawan jahit sampai 70 orang, Peralatan jahit saya ratusan unit, pakaian jadi yang diproduksi dari hasil konveksi cukup besar, waktu itu omset saya sampai ratusan juta, banyak pengusaha pesan pakaian jadi ke saya, terutama pengusaha ritel, kebanyakan pengusaha asal cina," katanya.
Namun usaha di kota Medan saat itu sempat anjlok, karena beberapa faktor, terutama disebabkan oleh musibah kebakaran pada pengusaha langganan, sehingga mereka tidak lagi bisa menutupi biaya orderan pakaian.
Seiring berjalannya waktu, Kamel memutuskan tahun 2007 pindah ke Teluk Kuantan, dan memboyong seluruh keluarga untuk hidup dan berusaha jahitan di Teluk Kuantan.
"Alhamdulillah usaha kami di Teluk Kuantan bisa berkembang, saya merasa tidak canggung memulai kembali usaha, saya bekerja sendiri, tanpa karyawan, walau dulu sudah jadi Boss, memiliki karyawan 70 orang, saya nggak canggung, " tutup Kamel. (Ijk)
Share
Komentar










