Kamis, 16 Oktober 2014 02:59:00

RAPP Paparkan Program CD dan Karhutla

Kegiatan sosialisasi yang dilakukan PT RAPP di Aula Dishut Kuansing. (ktc)
riauonecom, Telukkuantan, roc, - Manajemen PT. RAPP memaparkan program comunnity development ( CD ) dan program penanganan kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) dalam acara sosialisasi Sosialisasi Peraturan Bidang Pengembangan Hutan Tanaman, Karhutla dan Program Pemberdayaan Masyarakat.
 
Kegiatan  ini ditujukan bagi kepala desa dan tokoh masyarakat serta tokoh adat se-Kuansing.Kegiatan yang ditaja Dinas Kehutanan Kuansing di wisma Hasanah Teluk Kuantan, Rabu ( 15/10 ) kemaren. Acara dibuka Kadis Kehutanan Kuansing, Dr Agus Mandar, M.Si.
                   
Paparan disampaikan Comunnity Development Manajer PT. RAPP, Lukman didampingi Stake Holder Region Manager ( SHR ) PT RAPP untuk Kampar- Kuansing, Edy Yusuf. Hadir juga Media Relation Coorporate Communictions PT RAPP, Disra Alldrick beserta anggota Silvy, Humas RAPP Estate Cerenti dan CDO RAPP Estate Cerenti Ismed Inono.      
 
Menurut Lukman, dalam kesempatan ini  mereka  mensosialisasikan  program-program  pemberdayaan masyarakat yang dilakukan serta jenis-jenisnya. Dengan demikian  masyarakat mengetahui program CD dan penanganan Karhutla yang dilakukan perusahaan ini.
 
Tidak hanya memaparkan program-program itu ujar Lukman, mereka juga berdiskusi dan meminta masukan kepada seluruh peserta sosialisasi terutama dalam rangka perbaikan program CD ditengah-tengah masyarakat Kuansing.
 
" Kita ingin program CD yang dilaksanakan sejalan dan sesuai dengan kehendak masyarakat, jangan Kita berikan A tapi ternyata butuh B. Masukan-masukan yang diberikan masyarakat sangat berguna bagi Kita,"ujarnya.                                                                      
 
Begitu juga dengan program Karhutla menurutnya, merupakan kewajiban perusahaan dalam menjaga izin yang diberikan pemerintah kepada fihak perusahaan dan termasuk kewajiban mencegah illegal logging. " Kalau perusahaan tidak mencegah Karhutla dan illegal logging justru sebagai pihak yang diberi izin oleh pemerintah akan dikenai sanksi sesuai UU Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan,"ujarnya. (ktc/ari)
Share
Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Ampun, Sehari Aditya dapat 17 Undangan Pernikahan, ada yang dari Teman hingga Kerabat

    SERBASERBI, -  Baru-baru ini beredar video seorang pria di Malang, Jawa Timur mendapatkan 17 undangan pernikahan dan viral di media sosial TikTok.

    Dalam video yang di

  • 2 bulan lalu

    Anies Baswedan menjadi sosok kuat disebut menjadi yang terkuat sebagai Capres diluar lingkar kekuasaan Presiden Jokowi

    NASIONAL, POLITIK, -  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi sosok kuat bahkan disebut menjadi yang terkuat sebagai bakal Calon P

  • 3 bulan lalu

    Usai Menikah, Ini yang Bakal Dilakukan Marshel dan Celine Evangelista di Malam Pertama

    ENTERTAIN, - Semenjak menjanda, sosok Celine Evangelista diketahui makin lengket dengan sosok komedian Marshel Widianto. Rumor bahwa mereka

  • 4 bulan lalu

    Ada Kuliner Nasi Padang Babi di Jakarta?, Anggota DPR Geram

    NASIONAL, - Anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Barat 2 Guspardi Gaus kaget mendengar kabar adany

  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2022 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified