Kamis, 22 Januari 2015 16:35:00
Tahun Depan Handtraktor Kuansing Dua Kali Lipat
riauonecom, Telukkuantan, Kuansing, - Masih tingginya kebutuhan handtraktor untuk petani Kabupaten Kuantan Singingi, karena luasnya hamparan padi sawah yang tidak sebanding dengan jumlah handtraktor. Maka Dinas Tanaman Pangan Provinsi Riau mengusulkan pada tahun anggaran tahun depan akan menerima dua kali lipat dari tahun 2015 ini.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau, Zailani Arifsyah, pada sambutan Peletakan Batu Pertama dan Panen Raya di lokasi tanam padi sebatang atau program SRI di hamparan padang Petapahan Kecamatan Gunung Toar, yang dilakukan Bupati Kuantan Singingi, H. Sukarmis yang dihadiri Staff Ahli Kementan RI Bidang Lingjkungan, Ir. Mukti Sardjono, MS, Kepala Dinas Tanaman Pangan Kuansing, Ir. H. maisir, Pabung Inhu, Mayor (Inf) Andri Suhardi, Sekdakab Drs. H. Muharman, M. Pd, Wakil Ketua DPRD Sardiono, A.Md, Asisten, Staff Ahli, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian, Kepala Bidang, Camat, Kapolsek, Koramil, Kepala UPTD Pertanian, PPL, Kepala Desa, BPD, Petani dan Kelompok Tani se Gunung Toar.
Menurutnya, pada tahun anggaran tahun ini, kuansing hanya menerima sebanyak 15 unit handtraktor, yang tersebar diseluruh wilayah kuansing, dan mwemang masih dirasakan sangat kurang. makanya diusulkan pada tahun anggaran mendatang dua kali lipat dari sekarang ini.
Selain itu, dirinya juga menilai, bahwa Provinsi Riau masih terlalu kecil dabn paling sedikit untuk mengirimkan bantuan dan permintaan melalui proposal ke Direktorat Jenderal Kementrian Pertanian RI Bidang Lingkungan, dan upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi sangat perlu digalakkan, ujarnya.
Salah satu upayanya dengan melakukan perbaikan saluran irigasi, yang didanai melalui APBN. Hal ini bertujuan untuk meningkat produksi padi yang masih dirasakan kekurangan di Riau, bahkan hasilnya juga masih di bawah dari yang di capai oleh petani kuansing yakni 7,2 ton / hektar, jelasnya.
" Kita juga bertekad danmewujudkan maju mandiri dan terbebas dari kemiskinan," tuturnya.
Sementara Staff Ahli Kementan RI Bidang Lingkungan, Ir. Mukti Sardjono, MS menyebutkan bahwa pemerintah saat sekarang ini sedang memprogramkan swasembada beras, ini dilakukan karena Indonesia masih meng impor beras dari negara Vietnam dan Thailand. padahal dulunya banyak warga negara Thailand yang tinggal di Riau, tapi sekarang malahan melakukan impor beras ke Indonesia.
Penegasan itu disampaikannya, karena produksi tanaman padi masih rendah dan bahkan Riau masih jauh di bawah dari hasil Kuasning yang mampu mencapai 7,2 ton/ hektar. dan untuk Indonesia harus mampu mencapai beras sebanyak 7,3 juta ton untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat indonesia.
Makanya untuk mencapai hal tersebut harus dilakukan, Perbaikan saluran irigasi/ tersier karena sebanyak 42 persen yang rusak dans etelah diperbaiki nantinya maka akan dilakukan tanam dua kali setahun, melakukan optimalisasi lahan baik bantuan benih - pupuk, melakukan pengadaan handtraktor dan mesin pompa dan para penyuluh harus mampu menerapkan teknologi tepat guna dan wajib melakukan tanaman serentak, sebutnya.
" jika seluruh kendala tersebut dapat dilakukan, maka dalam kurun waktu dua tahun ke depan maka kita akan menjadi swasembada beras dan tidak lagi mengimpor dari negara lain," tambahnya.
Sedangkan untuk perbaikan saluran irigasi ini, katanya, dilakukan melalui anggaran pusat (APBN) yakni bantuan sosial pada tahun anggaran 2015, dimana untuk wilayah Riau dilakukan seluas 50.000 hektar lahan pertanian yang tersebar di seluruh kabupaten.
" Sementara untuk alat pertanian berupa handtraktor sebanyak 93 buah, dan semuanya itu akan disebarkan di seluruh kabupaten/ kota di Provinsi Riau," Tukasnya. (rpl).
Share
Berita Terkait
Riau, Kabupaten PENGHASIL MIGAS Ini Kerisis BBM, Hampir 1 Pulau ini tidak ada BBM "Ibarat Ayam Mati di Lumbung Padi"
BENGKALIS, - Beberapa pekan ini, tidak menentu kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis
Persiapan dan Semangat Perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI
SEJARAH, - Antusiasme masyarakat untuk menyambut
Gaji Enam Orang Direksi Pertamina ini Masing-masing Tembus Rp57,3 Miliar per tahun, atau Rp4,7 Miliar per bulan Per Orang
NASIONAL, Jakarta, - PT Pertamina (Persero) tenga
PSN Jembatan Pulau Bengkalis - Sungai Pakning, Tunggu Rekomendasi Teknis dari Kementerian PUPR
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










