• Home
  • Riau Raya
  • Antisipasi Kerugian, BUMDes Wajib Punya Rencana dan Analisis Usaha
Rabu, 24 Mei 2017 22:03:00

Antisipasi Kerugian, BUMDes Wajib Punya Rencana dan Analisis Usaha

MERANTI, RIAUONE.COM - Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kepulauan Meranti, H Edi M Nur SH MSi, mengatakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) wajib punya rencana usaha dan analisis usaha.

"Rencana dan analisi usaha ini dibutuhkan dalam rangka meminimalisir kerugian dari setiap usaha yang dijalankan oleh BUMDes itu sendiri," ungkap H Edi saat meresmikan BUMDes Mekong Lestari Desa Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (24/5/2017) pagi.
 
Dikesempatan itu, mantan Camat Pulau Merbau ini menginformasikan kepada masyarakat setempat tentang P pemerintah pusat melalui Kementerian terkaut tentang BUMDes, One Village One Product, Embung Desa, dan Sorga (Sarana Olahraga Desa).
 
Program-program ini, sudah harus mulai dijalankan sejak sekarang. Karena, kedepannya ini bisa mendorong masyarakat, baik terlebih soal ekonomi.
 
Camat Tebingtinggi Barat Helfandi, yang juga hadir dalam acara tersebut memotivasi soal pengolahan BUMDes. Dia menginginkan semua BUMDes di wilayahnya berjalan maksimal.
 
"Kita siap mendorong dan membantu membina BUMDes yang ada agar berjalan dengan baik. Sebab, program ini dinilai sangat bagus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," ucap Helfandi.
 
Kades Mekong Abdul Rahman, menyampaikan bahwa kantor yang dipakai untuk BUMDes ini merupakan kantor yang bersejarah. Mengingat, awal terbentuknya (pemekaran desa, red) gedung tersebut yang dijadikan kantor sementara.
 
Dalam hal keberadaan BUMDes Mekong Lestari, pihaknya berharap masyarakat bisa mendukungnya. "Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar BUMDes ini berjalan lancar dan mampu mendorong perokomian warga, khususnya Desa Mekong," tutur Kades yang akrab disapa Daman ini.
 
Terkait dengan unit usaha, Direktur BUMDes Mekong Lestari, Indra Safrizal, usai acara menyebutkan saat ini pihaknya masih menjalankan beberapa unit usaha, seperti SPP (leburan UED-SP), Perdagangan, dan Suplier Gas Elpiji.
 
"Nantinya kami akan menambah satu unit usaha lagi, yakni Suplier Material Bangunan," bebernya.(uzi)
 
Share
Berita Terkait