- Home
- Riau Raya
- Atasi Abrasi, DKP Meranti Gelar Bimtek Rehabilisasi Ekosistem dan Tanam 2 Ribu Manggrove

Rabu, 29 April 2015 20:51:00
Atasi Abrasi, DKP Meranti Gelar Bimtek Rehabilisasi Ekosistem dan Tanam 2 Ribu Manggrove
MERANTI, RIAUONE.COM - Mengingat Abrasi di Kabupaten Kepulaun Meranti menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan saat ini, dikarenakan Meranti merupakan wilayah pesisir di Indonesia yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka, untuk itu pula, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Meranti, Rabu (29/4/2015) siang, memberikan bimbingan teknis (Bimtek) terhadap rehabilitas ekosistem wilayah pesisir kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), yang dipusatkan di Kopi Tiam and Resto Jalan Diponegoro Selatpanjang.
Bimtek yang dilakukan itu sebagai Narasumber dipimpin langsung oleh Kepala DKP Kepulauan Meranti Drs Askandar, dengan diikuti sebanyak 50 anggota Pokmaswas dari 9 Kecamatan se Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kepala DKP Askandar, dalam arahannya menyampaikan tentang pentingnya menjaga lingkungan, mengingat kelautan dan perikanan di Kabupaten Kepulauan Meranti banyak ditemukan kerusakan dari pada pemeliharaan. Oleh karna itu kata Askandar, perlu adanya kelompok yang mengawasi terkait hal tersebut agar bisa teratasi.
"Ini sudah menjadi tanggungjawab kita semua, bagaimana kita bisa memulihkan kembali lingkungan kita. Apakah kita tidak kasihan melihat generasi penerus kita nantinya menerima lingkungan kita yang rusak ini," ujarnya.
Seperti saat ini Meranti sedang dilanda Abrasi yang sangat memperihatinkan, hal itu kata Askandar, dikarenakan penebangan pohon liar di permukaan laut yakni pohon bakau yang dijadikan sebagai teki, sehingga menyebabkan tidak ada penahan gelombang air laut yang menyebabkan terkikisnya bibir pantai.
"Jika kita bisa menjaga dan menanam pohon manggrove di pesisiran pantai daerah kita, tentunya kita bisa mengatasi terjadinya abrasi ini. Kita ingin menghentikan para pekerja teki secara langsung tidak akan mudah, karena jika mereka dilarang, terus apa yang akan mereka makan nantinya?. Tetapi, jika kita mengalihkan kerja mereka mungkin bisa, seperti kita hentikan mereka bekerja teki tapi kita sediakan mereka kerja lain seperti nelayan, atau sebagainya. Tetapi hal itu belum tentunya sesuai dengan tupoksinya," terangnya pula.
Atas serba salah itu pula kata Askandar, hal itu pula yang membuat manggrove di Meranti punah. Jadi, yang dibutuhkan saat ini adalah penanaman pohon manggrove yang baru, sehingga pesisir laut di Meranti tidak lagi gundul. Dengan penanaman pohon manggrove yang baru pula, pohon yang ditanam itu harus dilindungi dan dijaga. Pokmaswas juga diberikan tugas untuk menjaga, mengawasi, memonitor, dan mensosialisasikan.
"Pokmaswas punya hak untuk mengkap pelaku jika tertangkap tangan, tetapi tidak boleh mamainkan hakim sendiri. Rusaknya bumi kita ini dikarenakan ulah tangan manusia sendiri, jadi mari dengan hati kecil kita dengan jujur dan ikhlas untuk sama-sama memperbaiki ekosistem daerah kita," ajaknya seraya berharap, dari laut bisa dimanfaatkan dan dari daratan juga bisa dimanfaatkan.
Setelah memberikan bimbingan kepada seluruh anggota Pokmaswas, Kepala DKP beserta jajaran dan kelompok Pokmaswas langsung ke lokasi penanaman 2 ribu manggrove di Desa Anak Setatah Kecamatan Rangsang Barat. Disana juga anggota Pokmaswas mendapat bimbingan dalam penanaman pohon manggrove tersebut, mulai dari pembibitan hingga ke proses penanaman.
Sebagai informasi, lokasi pantai disana dahulunya tidak ada pegetasi manggrove, namun di tahun 2006 dengan perjuangan kelompok masyarakat sekitar yang dibawah bimbingan Kadarsiono, bisa terbentuknya lebih kurang 2 km pohon manggrove.
Kadarsiono juga menceritakan perjuangannya kepada anggota Pokmaswas tersebut. Menurut ceritanya, dahulu dirinya sering mendapat hinaan dari masyarakat sekitar atas penanaman pohon manggrove tersebut. Namun, hasil sekarang sekitar 2 km hutan manggrove di pantai tersebut sudah tumbuh besar, yang membuat pantai di Desa Anak Setatah Kecamatan Rangsang Barat bisa sedikit demi sedikit teratasi dari abrasi.
Diterangkan lagi oleh Kepala DKP Meranti itu, bahwa hinaan yang dilontarkan warga sekitar itu jangan dipedulikan jika untuk memajukan daerah. Dirinya memberikan apresiasi atas kerja keras yang dilakukan oleh Kadarsiono beserta anggota. Menurutnya, hal itu merupakan hal yang sangat baik yang telah dilakukan.
"Jika ada daerah bapak atau ibu seperti ini, segaralah lakukan seperti apa yang dilakukan pak Kadarsiono. Meskipun ada hinaan atau caci maki, jangan pernah hiraukan hal itu. Lihat daerah ini sekarang, hasilnya luar biasa seperti ini. Saya harap pak Kadarsiono juga bisa memberikan pembelajaran kepada anggota Pokmaswas ini dalam proses penanaman. Sehingga nantinya bisa disosialisasikan ke daerah
masing-masing," pesannya.
Disamping itu pula, Suryo Prastojo selaku Subdit Mitigasi Bencana dan Lingkungan Direktorat Pesisir dan Lautan di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, mengatakan jika kawasan pantai di Kepulauan Meranti sangat cocok sekali untuk penanaman manggrove. Dia juga berbagi pengalamannya tentang manggrove di Pantura Pulau Jawa. Dia mengatakan, dulunya ketebalan manggrove di Pantura itu sangat tinggi dan sangat menghijau sekali, namun setelah adanya pengrusakan masyakat itu sendiri yang menginginkan keuntungan dan pemenuhan kebutuhan sendiri, akhirnya manggrove itu punah dan pantai jadi gundul.
Setelah diterangkan beberapa cara dari pembibitan hingga ke penanaman, akhirnya mereka melanjutkan penanaman 2 ribu pohon manggrove tersebut.
Meskipun hari pertama belum selesai penanaman, namun selanjutnya penanaman pohon manggrove tersebut akan dilanjutkan oleh kelompok Tegas Pokmaswas Desa Anak Setatah Kecamatan Rangsang Barat. (mas)
Share
Berita Terkait
Tips dan Trik Merawat Tanaman Hias
KEBUN, - Merawat tanaman hias bisa menjadi hobi y
Spele, tapi Banyak diantara Kita Lupa Cara Memasak Nasi yang Enak dan Pulen, Berikut Tips-nya
DAPUR, - Memasak nasi yang enak dan pulen sebenar
Pertandingan PSM Makassar dan Persijap Jepara Hasil Imbang, Mario Lemos Belum Puas
BOLLA, - Pertandingan antara PSM Makassar dan Persijap Jepara telah berlangsung pada Jumat, 8 Agustus 2025, sebagai laga pembuka BRI Super League 2025/2026. Hasil akh
Tanggal 18 Agustus 2025 ditetapkan Sebagai Cuti Bersama Bukan Libur Nasional YA!
NASIONAL, - Pemerintah Indonesia, melalui Surat K
Komentar
Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified










