• Home
  • Riau Raya
  • Atasi Serangan Hama, Petani Diminta Lakukan Penanaman Serentak
Sabtu, 18 April 2015 14:17:00

Atasi Serangan Hama, Petani Diminta Lakukan Penanaman Serentak

Staf Ahli Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) Bidang Lingkungan, Mukti Sarjono di meranti
MERANTI, RIAUONE.COM - Para petani di Kabupaten Kepulauan Meranti diminta menerapkan pola tanam serentak. Hal ini dilakukan untuk mengatasi serangan hama yang kerap menyerang lahan pertanian.
 
Peran tenaga penyuluh sangat diperlukan untuk bisa mengajak petani hingga mampu meningkatkan kualitas dan hasil produksi padi. "Pola tanam serentak akan berdampak baik bagi hasil pertanian. Logikanya jika makanan banyak, maka hama-hama pasti akan kekenyangan sehingga serangannya tidak hanya terfokus pada satu lahan pertanian saja," ungkap Staf Ahli Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) Bidang Lingkungan, Mukti Sarjono, beberapa waktu lalu saat
berdiskusi bersama petani di Desa Binamaju Kecamatan Rangsang Barat.
 
Dia menerangkan, peran tenaga penyuluh sangat diperlukan dalam hal ini. Menurutnya, sebagai tenaga terampil yang telah dipercayakan pemerintah untuk membimbing para petani, para penyuluh diharapkan mampu melakukan pendekatan hingga mampu mempengaruhi para petani menerapkan pola tanam serentak tersebut.
 
"Penyuluh harus menjadi contoh yang baik bagi petani, misalnya tehnik pola tanam secara serentak. Sehingga hal itu dapat menjamin peningkatan produksi," sebutnya.
 
Ditambahkan Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Provinsi Riau Zailani Arif Syah, terkait keluhan para petani yang sering mengalami keterlambatan penyaluran pupuk dari pemerintah, menjawab hal tersebut diakibatkan proses birokrasi yang cukup panjang karena sistem pelelangan.
 
"Hal itu telah diatasi dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No 172 tahun 2014 tentang penunjukan langsung tentang pengadaan pupuk dan bibit. Insyaallah keterlambatan penyaluran pupuk dan bibit tidak akan terjadi lagi," ujarnya.
 
Lebih jauh dijelaskannya, pekerjaan pengadaan dan penyaluran benih unggul yang diatur lewat Perpres tersebut meliputi benih unggul padi, jagung dan kedelai, serta pupuk meliputi urea, NPK dan ZA.
 
"Hal ini dalam rangka menjamin ketersediaan benih dan pupuk secara tepat dan cepat untuk pelaksanaan peningkatan ketahanan pangan," jelasnya. (mas)
Share
Berita Terkait
  • 3 tahun lalu

    Perang Hamas VS Israel, Serangan Balik Israel ke Penduduk Sipil Gaza, gedung Palestine Tower Ambruk

    DUNIA, - Gumpalan asap membumbung di atas gedung-gedung di Kota Gaza pada 7 Oktober 2023. Saat serangan udara Israel menghantam gedung Palestine Tower.

    Sedikitnya 70 orang

  • 3 tahun lalu

    Malang-nya Nasib Petani Padi di Indonesia, Pemerintah Resmi Putuskan Impor beras 2 Juta Ton

    NASIONAL, BISNIS, - Pemerintah resmi memutuskan untuk kembali impor beras. Volume impor beras kali ini mencapai 2 juta ton.

    Berdasarkan salinan surat penugasan yang diteri

  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified