• Home
  • Riau Raya
  • Genangan Air Asin Jadi Kendala Utama Bagi Petani di Meranti Untuk Wujudkan Swasembada Pajale
Minggu, 19 April 2015 15:24:00

Genangan Air Asin Jadi Kendala Utama Bagi Petani di Meranti Untuk Wujudkan Swasembada Pajale

menteri pertanian RI Amran Sulaiman pada saat ke Meranti
RIAUONE.COM, MERANTI, ROC, - Sebagai daerah yang mempunyai banyak pulau, tidak heran jika air asin menghantui cocok tanam warga di Kepulauan Meranti. Begitu juga dalam menjalani perogram Upaya Percepatan Khusus (Upsus) panen Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) yang dicanangkan pemerintah pusat.
 
Oleh karna itu, untuk mewujudkan Upsus panen Pajale itu, Kepulauan Meranti sangat membutuhkan pembangunan tanggul. Dimana dengan dibangun tanggul tersebut diharapkan bisa menahan masuknya air asin ke tanaman warga.
 
Sehingga dengan begitu, Kepulauan Meranti optimis bisa menghasilkan dan meningkatkan panen padi sebagaimana diharapkan oleh pemerintah pusat yang disampaikan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) Amran Sulaiman, saat kunjugannya ke Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti awal Februari 2015 lalu.
 
Pada kesempatan singkat itu, Mentan Amran Sulaiman juga memberikan bantuan berupa alat tanam, bibit, dan perbaikan irigasi agar produksi padi di pulau terluar Indonesia itu bisa menghasilkan padi dengan maksimal sesuai luasan lahan yang dimiliki.
 
Namun, target yang diharapkan itu sulit terpenuhi apabila belum adanya pembangunan tanggul. Karena saat ini air asin menjadi kendala serius di Kepulauan Meranti.
 
"Saat ini, Meranti memiliki lahan yang siap tanam seluas 4.436 Hektar. Namun, ditargetkan penanaman itu untuk 4.000 Hektar saja. Dengan luasan lahan yang dimiliki itu juga, Kepulauan Meranti bisa menghasilkan sekitar 15.000 ton dengan perkiraan sekitar 3,5 ton perhektarnya," ungkap Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Ketahanan
Pangan (DPPKP) Kepulauan Meranti Yulian Norwis, belum lama ini.
 
Namun begitu, Yulian optimis untuk tahun 2015 ini Meranti bisa menghasilkan sekitar 16.000 ton dari lahan 4.000 hektar dengan perkiraan 4 ton perhektarnya. "Penanaman tahun ini kita upayakan bisa mencapai 16.000 ton dari luasan lahan yang ada. Sebab kita menggunakan bibit baru sesuai yang dijanjikan Mentan kemarin," sebutnya pula.
 
Meskipun begitu, Dia juga berharap agar pemerintah pusat segera membangun tanggul agar air asin tidak terus menerus masuk ke lahan warga. Sebab menurutnya, jika kondisi itu terus terjadi maka produksi padi akan terganggu dan target pemerintah pusat di Kepulauan Meranti sulit untuk dimaksimalkan.
 
"Kita juga sudah mengusulkan pembangunan tanggul itu ke Kementrian PU (Dirjen Pengairan) melalui Kementerian Pertanian. Semoga apa yang kita inginkan itu ditanggapi cepat oleh pemerintah pusat," harapnya. (mas)
Share
Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Vinhomes Green Paradise Launches Global Smart City Certification Project

    Vinhomes Green Paradise menghadirkan koleksi fasilitas kelas dunia yang luar biasa, menetapkan standar hidup baru untuk pengembangan perkotaan yang siap menghadapi masa depan. *

  • 9 bulan lalu

    Ada-ada Saja, Muncul Isu Menteri Pariwisata Minta Air Galon Untuk Mandi


    NASIONAL, - Tengah geger di sosial
  • 10 bulan lalu

    25.000 Liter Air Bersih untuk Gaza: Tahap Pertama Tersalurkan

    INTERNASIONAL, KEMANUSIAAN, - Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS RI) H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag menyampaikan dalam surat elektronik-nya kepada media ini 22 Agustus 202

  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified