• Home
  • Riau Raya
  • Keberlanjutan Visi dan Misi Pemda Pasca 8 Tahun Pemekaran Meranti
Rabu, 21 Desember 2016 18:05:00

Advertorial

Keberlanjutan Visi dan Misi Pemda Pasca 8 Tahun Pemekaran Meranti

Menyongsong Kemajuan, Meraih Kesejahteraan
KABUPATEN Kepulauan Meranti resmi berdiri pada 19 Desember 2008, berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2009, setelah memisahkan diri dari kabupaten induk, Bengkalis. Berdirinya kabupaten ini dengan tujuan memperpendek rentang kendali yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan dan pengentaskan kemiskinan sesuai cita-cita pemekaran.
 
Pada 19 Desember tahun 2016 ini, genaplah sudah umur Meranti 8 tahun. Seiring dengan bertambahnya usia setelah pemekaran tersebut, berbagai upaya pembangunan terus dilakukan untuk mengejar berbagai ketertinggalan. Baik dari segi infrastruktur dasar, jalan, listrik dan air bersih, maupun sektor penting lainnya, seperti kesehatan dan pendidikan.
 
Apa yang menjadi cita-cita bersama perlahan mulai terwujud, meskipun belum maksimal dan masih terdapat kekurangan di sana-sini. Semua pihak menyadari untuk melaksanakan pembangunan tentunya tidak semudah membalikkan telapan tangan. Apalagi kabupaten yang berada di pesisir perairan Selat Melaka ini merupakan kawasan dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Provinsi Riau.
 
Berdasarkan catatan statistik, tahun awal pemekaran angka kemiskinan di Meranti mencapai 43 persen dengan angka penduduk lebih kurang 180 ribu jiwa. Dibawah kepemimpinan Irwan Nasir sebagai bupati angka itu perlahan dapat ditekan. Kini tercatat angka kemiskinan menurun menjadi 33,4 persen dnegan pertambahan populasi penduduk menjadi 230 ribu jiwa.
 
"Dulu dengan angka kemiskinan yang tinggi menjadikan Meranti ini sarang premanisme, sehingga menyebabkan kondisi yang tidak kondusif. Namun, kini kondisi itu sudah jauh berubah berkat perjuangan kita bersama," tutur Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, saat menjadi inspektur upacara Hari Jadi Kepulauan Meranti ke-8 Tahun 2016 di Halaman Kantor Bupati, Jalan Dorak, Selatpanjang, Senin (19/12/2016).
 
Dari sisi peningkatan elektrifikasi atau pasokan listrik yang menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat desa dan pelosok, saat ini sudah terlihat geliatnya. Jika awal pemekaran tingkat elektrifikasi di Meranti hanya sekitar 32 persen, kini telah naik menjadi 87 persen.
 
Begitu juga untuk SDM yang diberdayakan bagi pelayanan publik di kantor pemerinrahan, saat ini setidaknya sudah ribuan orang yang direkrut. Ini juga salah satu upaya Pemda untuk mengurangi pengangguran. "Sejak pemekaran, Pemkab Meranti telah merekrut lebih kurang 5.000 pegawai aparatur sipil negara dan juga honorer," jelas Irwan.
 
Langkah dan strategi pembangunan Meranti kedepan berlanjut. Di periode kedua ini, Irwan ingin memantapkan visi dan misi yang sudah menjadi kerangka kerja pemerintahannya. Dengan visi Menjadikan Kepulauan Meranti sebagai Kawasan Niaga yang Maju dan Unggul Menuju Masyarakat Madani.
 
Untuk mewujudkan itu pula telah ditetapkan misi untuk 2016 - 2021, yakni meningkatkan mental dan spritual masyarakat menuju masyarakat beraklakul kharimah, meningkatkan infrastruktur dasar dalam rangka merangkai pulau, membuka isolasi daerah, termasuk revitalisasi air bersih dan peningkatan elektrifikasi.
 
Kemudian meningkatkan kualitas pendidikan sesuai khazanah dan kearifan lokal, meningkatkan kualitas SDM dan produktifitas, meningkatkan hasil pertanian dan peternakan maayarakat, mendorong investasi dan kemudahan usaha. Misi selanjutnya mendorong upaya pembangunan berbasis lingkungan, birokrasi yang bersih bebas KKN, serta mengembangkan kebudayaan sanggar dan olahraga berbasis kearifan lokal dan khazanah Melayu.
 
Salah seorang tokoh pemekaran Meranti yang menjabat Plt Gubernur Riau pada tahun 2008, Wan Abu Bakar pun menilai beberapa hal yang harus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kabupaten dalam menjaga cita-cita awal pemekaran. Diantaranya pembangunan yang masih kurang merata dan terkesan fokus di ibukota Selatpanjang saja.
 
"Memang kita sudah menuju ke arah yang benar seperti yang dicita-citakan pada awal pemekaran. Namun perlu juga diingatkan agar pemerintah daerah harus tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar sehingga membuka wilayah pemukiman baru karena saat ini penduduk menumpuk di wilayah perkotaan. Perbaikan infrastrukut pasti akan otomatis meningkatkan perkonomian dan taraf hidup masyarakat," kata anak watan Kepulauan Meranti itu.
 
Harapan yang sama juga disampaikan tokoh masyarakat Meranti lainnya, Tarmizi Tohor. Direktur Pemberdayaan Zakat di Kementerian Agama ini mengaku dibanding awal pemekaran dengan kondisi sekarang sudah banyak terjadi perubahan meskipun belum maksimal. Untuk itu dia berharap Pemkab Kepulauan Meranti terus meningkatkan kordinsi dengan berbagai pihak serta memprioritaskan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan juga pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat.
 
"Kita pahami membangun itu harus bertahap, tidak bisa bimsalabim. Yang harus dipegang, cita-cita awal mengentaskan kemuskinan. Kita (Meranti) sudah mulai ke arah sana," jelas mantan Kakanwil Kemenag Provinsi Riau itu.
 
Terlepas dari itu semua, peringatan hari jadi Meranti ke-8 tahun 2016 ini, dijadikan Pemkab Meranti sebagai momentum untuk mempercepat gerak membangun melalui semangat kerja yang baru pula. Penyegaran semangat tentunya harus dilakukan. Salah satunya dengan menempatkan pejabat-pejabat yang berkualitas dan memiliki loyalitas tinggi dalam menjalankan tupoksi, terutama pelaksanaan pembangunan.
 
Sebagai refreshing-nya, Pemkab tetap menyelenggarakan berbagai kegiatan dan perlombaan bagi masyarakat, meskipun saat ini kondisi keuangan daerah belum stabil. Diantaranya, jalan santai berhadiah, lomba pidato dan memasak, becak hias, tabligh akbar hingga kenduri sekampung. Apel peringatan hari jadi juga dilanjutkan dengan Rapat Paripurna di Balai Sidang DPRD Kepulauan Meranti.
 
Kegiatan-kegiatan itu bermaksud untuk membangun kebersamaan dan kekompakan Pemda dan masyarakat, sehingga bisa kompak pula dalam melaksanakan, mengawal, serta mengisi pembangunan.
 
Sejumlah tamu undangan dan para tokoh juga terlihat hadir dalam peringatan hari bersejarah Kepulauan Metanti itu. Diantaranya, tokoh pemekaran Meranti, Sofyan Hamzah dan Jahlela Waty. Ketua DPRD Meranti, Fauzi Hasan, Wakil Bupati Said Hasyim, Kapolres AKBP Barliansyah, Sekda Yulian Norwis serta pimpinan instansi lainnya dan juga ratusan peserta upacara.***
 
 
Rapat Paripurna Hari Jadi Meranti ke-8
 
Dalam agenda rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Meranti Ke-8, Senin (19/12/2016), dengan rasa haru yang mendalam, Bupati Irwan menyampaikan ucapan rasa terima kasih kepada para tokoh pejuang pemekaran, yang dengan gigihnya berjuang dan mengorbankan waktu, tenaga, bahkan materi.
 
Pemkab akan terus melanjutkan hasil perjuangan tersebut dengan berbagai upaya. Seperti halnya membuka akses jalan poros dan jalan desa agar masyarakat yang tinggal di pelosok-pelosok negeri Sagu ini dapat merasakan manfaat dari dampak pembangunan. Begitu juga dengan kelistrikan, jika dulunya elektrifikasi hanya 32 persen, namun saat ini  sudah mencapai 87 persen, khususnya dipedesaan dan pelosok.
 
"Kita sangat menyadari tanpa ada listrik tak mungkin Pemda bisa mewujudkan kesejahteraan dan meningkatkan kualitas pendidikan," ujar Irwan.
 
Dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat, Pemda konsen menurunkan harga kebutuhan pokok. Salah satu upaya dengan merevitalisasi pertanian dan perkebunan, sehingga masyarakat tidak terlalu tergantung lagi terhadap bahan pokok dari luar. Begitu juga untuk mencukupi kebutuhan pangan, bawang, cabe, sayur mayur, berkat kerja keras SKPD terkait, telah muncul desa-desa pertanian yang mampu menyuplai kebutuhan masyarakat.
 
Kemudian, guna mendorong pembangunan di tingkat Desa pula, Pemda Meranti menggelontorkan anggaran sebesar Rp122 Miliar untuk membantu pembangunan berskala kecil. "Dalam hal kondusifitas dan kenyamanan Kita mengharapkan dukungan keamanan dari pihak terkait karena tanpa itu, kondusifitas daerah dan peningkatan investasi sulit dicapai.
 
Irwan juga mengucapkan terima kasih kepada Pemprov dan DPRD Riau yang berjuang dan mengalokasiksn anggaran sebesar Rp139 Miliar di tahun ini kepada Kabupaten Kepulauan Meranti.
 
Sementara itu Gubernur Riau yang diwakili oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM H Darius Husein, mendoakan agar Kabupaten Kepulauan Meranti dapat berkembang dan menjadi daerah kebanggaan Provinsi Riau dari berbagai aspek. "Kita berharap Meranti dapat memanfaatkan dan mengolah setiap potensi yang ada secara maksimal dalam membangun daerah," ucapnya. (adv/uzi)
Share
Berita Terkait
  • 3 tahun lalu

    Bupati Meranti dan Sejumlah Pihak di OTT KPK?

    NASIONAL, - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan operasi tangkap tangan atau OTT di Meranti, Riau. KPK menangkap tangan Bupati Meranti Muhammad Adi.

    "Benar, tadi

  • 4 tahun lalu

    Wali Kota Dumai Sambut ketibaan KMP Tirus Meranti Kapal RORO Kepulauan Meranti-Dumai

    DUMAI-Wali Kota Dumai, H. Paisal, SKM, MARS menyambut ketibaan Pelayaran Perdana Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Tirus Meranti / Kapal RORO (Roll-On,Roll-Off) Lintasan Alai Insit

  • 5 tahun lalu

    Hadiri Expo Apkasi 2021, Wabup Harap Sagu Meranti Menusantara

    MERANTI, -  Wakil Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar turut menghadiri Apkasi Otonomi Expo 2021 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (20/10/2021).

    Dala

  • 5 tahun lalu

    Keluar Kota Harus Ada Sertifikat Vaksin

    MERANTI, riauone.com - Langkah pencegahan dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, kembali membuat dan memberlakukan kebij

  • Komentar
    Copyright © 2012 - 2026 riauone.com | Berita Nusantara Terkini. All Rights Reserved.Jasa SEO SMM Panel Buy Instagram Verification Instagram Verified