• Home
  • Riau Raya
  • Mulung Terlalu Malam, Warga Selatpanjang Ini Dihajar 3 Warga Lainnya Hingga Patah Kaki
Kamis, 23 April 2015 14:35:00

Mulung Terlalu Malam, Warga Selatpanjang Ini Dihajar 3 Warga Lainnya Hingga Patah Kaki

pemulung di meranti ini di pukul OTK
MERANTI, RIAUONE.COM - Niat di hati ingin menafkahi kedua anaknya, dikarenakan profesi hanya sebagai pemulung, berbagai resiko pun harus ditanggungnya. Seperti yang dialami Amran (42) Warga Jalan Manggis Gang Tempur, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti ini, dikarenakan mulung hingga jauh malam, Ia malah dihajar tiga warga lainnya hingga mengalami patah kaki.
 
Padahal menurutnya, pencarian barang bekas yang dilakukan hingga jauh malam itu demi untuk mendapatkan hasil yang lebih. Ternyata hal itu pula malah membuat beberapa warga merasa curiga karena warga berfikir Ia adalah maling. Hingga akhirnya Ia dikeroyok beberapa warga sampai kaki sebelah kanannya patah akibat pukulan sebuah beroti yang dilontarkan dari salah seorang warga tersebut. Hingga kini, Ia terpaksa menjalani perawatan di ruang Zaal Bedah 1 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jalan Dorak Selatpanjang.
 
Kejadian tersebut, dini hari Kamis (23/4/2015) sekitar pukul 02:00 WIB, di Jalan Impres Kecamatan Tebingtinggi. Menurut korban, waktu itu Ia pulang dari mulung kaleng-kaleng bekas. Namun, tiba-tiba ada tiga orang tidak dikenalnya langsung menghajar dirinya, yang menurut mereka Ia merupakan maling.
 
Untung saja kata korban, kepolisian yang lagi patroli langsung menjumpai kejadian tersebut, sehingga dari kepolisian cepat mengerainya. "Jika lambat 5 menit kepolisian datang, mereka akan membakar saya," ungkap Amran ketika ditemui, Kamis (23/4/2015) siang, yang saat itu lagi mengerang kesakitan di kaki dan beberapa luka di bagian kepala.
 
Namun diterangkan juga olehnya, sebelum dirinya dihajar oleh warga, Ia sempat mengatakan bahwa Ia merupakan warga Selatpanjang, maksudnya bukan orang asing yang masuk. Namun dari tiga warga tersebut tidak memperdulikannya.
 
"Saya sempat bilang pada mereka (warga,red), saya hanya mulung di sini, dan saya merupakan warga di sini. Kalau tidak percaya ayok kita ke rumah pak RT. Namun mereka tidak memperdulikan saya," terangnya.
 
Setelah itu kata Amran, Ia langsung tidak sadarkan diri, sampai akhirnya baru sadar setelah diperiksa di RSUD, Namun sayang, dari keterangann dokter yang menanganinya mengatakan jika kaki sebelah kanannya patah atas pukulan yang terlalu keras.
 
Namun atas hal itu pula, Dia belum mengkhawatirkan dirinya, namun yang sangat merisaukan hatinya yakni nasib kedua anaknya itu, yang perempuan berumur 6 tahun, dan laki-laki berumur 8 tahun yang saat ini masih menganjak di bangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Karena
menurutnya, jika kakinya patah bagaimana untuk menafkahi kedua anaknya tersebut.
 
"Kalau isteri saya, sudah hampir setahun lalu meninggalkan kami bertiga. Jadi, sekarang ini hanya saya sendiri lagi yang menafkahi dan mengurus anak saya. Sedangkan kini kaki saya sudah patah," ucapnya terbata-bata sambil meneteskan airmata. (mas)
Share
Berita Terkait
  • tahun lalu

    Cari Elpiji Bakal Huru Hara Lagi? Pemerintah Mau Ubah Pengecer Gas 3Kg Jadi Sub Pangkalan


    NASIONAL, Jakarta - Pemerintah masih gagal menyal
  • tahun lalu

    Hari ini 1 Februari, Kementerian ESDM Pastikan tidak Ada lagi Pengecer Elpiji 3Kg


    Komentar
  •