
Kamis, 04 Februari 2021 11:32:00
Pekan Depan, Vaksinasi Covid-19 di Meranti Dimulai
MERANTI, riauone.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, berencana akan memulai vaksinasi Covid-19 pada Senin (8/2/2021) pekan depan.
Karena keterbatasan jumlah, untuk tahap pertama vaksinasi akan dilakukan kepada Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi, forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan tenaga kesehatan (nakes) yang dipusatkan di Puskesmas Anak Setatah, Kecamatan Rangsang Barat.
Hal itu telah disepakati bersama melalui rapat koordinasi terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah program vaksinasi Covid-19 di Kepulauan Meranti yang dipimpin langsung oleh Sekda Dr H Kamsol, di aula jantor Bupati, Rabu (3/2/2021) kemarin.
Program vaksinasi ini didasari oleh Perpres nomor 99 tahun 2020 tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.
Dimana, vaksinasi bertujuan untuk membentuk kekebalan (antibody), menurunkan angka kematian, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, dan menjaga produktifitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Kepulauan Meranti, dr H Misri Hasanto MKes, menjelaskan bahwa saat ini hanya tinggal 3 kabupaten yang belum melaksanakan program pencanangan vaksinasi Covid-19. Salah satunya termasuk Kepulauan Meranti.
Jadi, kata dia, agar program tersebut dapat berjalan dengan sukses dan lancar, maka perlu dilakukan pencanangan terlebih dahulu sehingga pemerintah kabupaten bisa memberikan keyakinan kepada masyarakat terkait manfaat vaksinasi dan menepis berita hoax terkait efek samping vaksin Covid-19 ini.
"Kita harus memberikan keyakinan kepada masyarakat kalau vaksin ini aman. Untuk itu, saya termasuk orang yang pertama mendaftar untuk dilakukan vaksinasi Covid-19 pekan depan," ujar Misri.
Selain Kadiskes, beberapa dokter juga ikut mendaftarkan diri sebagai orang yang pertama menerima vaksinas,i yakni dr H Joko Nugroho, dr Erik Witular KSpB, dr Mifta Khudin, dr Lyta, dr Azharul Yusri SpOG, dr Nuzki Yofanda Sp PD, dan dr Willliam Eddy.
Lanjutnya, untuk pelayanan vaksinasi Covid-19 ini, menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas, klinik, dan Rumah Sakit yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih. Vaksinasi dilakukan kepada seseorang sebanyak 2 kali penyuntikan dengan jarak 14 hari.
"Ketentuan lainnya, pelayanan vaksinasi di Puskesmas hanya untuk 30 orang/hari. Hal itu dilakukan untuk menghindari penumpukan. Sebelum seseorang di vaksin, terlebih dahulu akan dilakukan screning untuk memastikan kondisi kesehatan yang bersangkutan," jelasnya.
Adapun tahapan vaksinasi adalah peserta menunjukan e-ticket yang di verifikasi menggunakan aplikasi p-care, screning atau pemeriksaan fisik sederhana oleh petugas untuk mengetahui kondisi kesehatan dan mengindentifikasi penyakit bawaan (komorbid), serta penyuntikan Vvksin oleh petugas.
"Seluruh yang akan di vaksin akan didata sesuai dengan NIK di dalam KTP yang bersangkutan. Nantinya data ini dijadikan acuan pembuatan sertifikat (kartu). Sertifikat ini berguna ketika akan berpergian, sehingga tidak perlu lagi melakukan swab atau rapid test," sebut Misri.
Sasaran vaksinasi Covid-19 di Kepulauan Meranti secara rinci meliputi petugas medis, petugas non medis di Faskes, dan petugas pelayanan publik. Jumlah sasaran sebanyak 110.379 orang, kelompok umur 18-30 tahun 42.307 orang, kelompok umur 31-45 tahun 40.001 orang, serta kelompok mmur 46-59 tahun sebanyak 28.071 orang.
Untuk diketahui, selain Sekda dan Kadiskes, rakor tersebut ikut dihadiri Ketua DPRD Kepulauan Meranti Ardiansyah, Wakapolres Meranti Kompol Ipwin Bonar Hutabarat, Danlanal Sepatpanjang Ipda Jery Hendra, Danramil Tebing Tinggi Lakatang, Kalapas Selatpanjang Khairul Bahri Sirega, Direktur RSUD Kepulauan Meranti dr Ria Sari, dan Ketua Paguyuban. (uzi)










